Kasus Covid-19 Tembus Satu Juta: Cakupan Testing di Indonesia Masih Rendah

Siswanto

Rabu, 27 Januari 2021 | 10:45 WIB
Kasus Covid-19 Tembus Satu Juta: Cakupan Testing di Indonesia Masih Rendah
Petugas kampanye pakai masker sembari razia [Antara]

Suara.com - Setelah sebelas bulan pandemi, kasus positif Covid-19 di Indonesia melebihi angka satu juta (1.012.350 orang) pada Selasa (26/1/2021).

Dalam beberapa waktu terakhir, penambahan kasus per hari di atas 10 ribu.

Pasien yang tak tertolong menambah daftar panjang kematian, mencapai 28.468 orang.

Pemerintah pun menambah lahan pemakaman setelah lahan yang disiapkan sebelumnya tak mampu menampung, seperti yang terjadi di Jakarta.

Rumah sakit-rumah sakit kewalahan menampung pasien.

Kasus Covid-19 telah menyebar ke 34 provinsi di Tanah Air yang mencakup 510 kabupaten dan kota.

Kemarin sore, Presiden Joko Widodo memanggil para menteri terkait untuk rapat terbatas membahas perkembangan kasus yang telah menembus angka satu juta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan perkembangan ini mempunyai dua makna yang mesti disadari semua orang.

Pertama, ini menjadi duka cita karena banyak orang yang telah meninggal dunia, termasuk tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan menangani Covid-19.

baca juga

Kedua, semua mesti bekerja keras mengatasi pandemi, baik dengan menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) maupun 3T (testing, tracing dan treatment).

"Semua ahli epidemiologi mengatakan kepada saya bahwa untuk mengatasi pandemi, satu hal utama yang harus diingat yaitu harus mengurangi laju penularan dari virus," kata Budi.

Budi mengatakan dengan mengurangi laju penularan virus, beban fasilitas kesehatan tidak terlalu berat dan memiliki lebih banyak waktu untuk merespons virus.

Budi Gunadi mengatakan kehidupan masyarakat di Indonesia setelah dan sebelum pandemi akan berbeda.

"Kita harus memastikan, kita harus bekerja keras mengingatkan diri kita sendiri, mengingatkan teman-teman kita, mengingatkan keluarga kita dan seluruh rakyat yang ada di lingkungan kita agar kita disiplin protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak kita patuhi," kata Budi.

Hal kedua yang harus dilakukan bersama-sama adalah melakukan testing, tracing dan isolasi mandiri.

"Ini tanggung jawabnya ada di Kementerian Kesehatan untuk memastikan bahwa program testing dari rakyat yang diduga terkena, juga melakukan tracing atau pelacakan terhadap kontak erat dari yang sudah positif dan harus menyiapkan tempat isolasi yang nyaman agar yang bersangkutan bisa sembuh tanpa menulari teman-teman yang lain," kata Budi Gunadi.

Kementerian Kesehatan menyatakan akan bekerja ekstra keras untuk memastikan program testing, tracing, dan isolasi bisa dilakukan dengan baik.

"Saya percaya bahwa seluruh rakyat Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar untuk bisa melakukan ini bersama-sama," kata Budi.

Genjot 3T, jangan prokes melulu

Indonesia kini menjadi negara pertama di Asia Tenggara dengan angka kasus Covid-19 menembus satu juta.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan tindakan tracing, testing, dan treatment sama pentingnya dengan 3M. 

"Jangan dilupakan bukan hanya prokes, itu kan (dijalankan) masyarakatnya, tapi 3T nya jauh lebih penting daripada vaksinasi dan dari prokes itu," kata Dicky kepada Ria Rizki, jurnalis Suara.com, Selasa (26/1/2021), malam.

Dia  menyebut cakupan testing di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 32 ribu per satu juta populasi.

"Ini satu performa testing yang rendah sekali," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan negara terdekat yang juga memiliki satu juta kasus Covid-19, mereka mampu melakukan testing lima kali hingga enam kali lipat lebih banyak dari Indonesia.

Dicky menduga angka kasus yang ada sebenarnya lebih dari yang diumumkan pemerintah.

Dicky khawatir terjadi ledakan kasus di tengah program vaksinasi yang sekarang sedang berlangsung.

"Itu bukan hal yang tidak mungkin dan tidak ada jaminan juga vaksinasi itu akan berhasil, apalagi dengan strategi 3T yang sangat tidak memadai ini yang harus dipahami, diluruskan dan ditegaskan."

Pengaruhi nilai tukar rupiah

Dalam laporan Achmad Fauzi, jurnalis Suara.com, pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu (27/1/2021) dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat dibandingkan penutupan Selasa kemarin.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat di level Rp14.050 per dolar AS dibanding penutupan Selasa kemarin yang berada di level Rp14.065 per dolar AS.

Namun penguatan terhenti, rupiah berbalik melemah, terpantau pada pukul 09.25 WIB rupiah melemah dari pembukaan di level Rp14.066 per 1 dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan kekhawatiran peningkatan kasus Covid-19 bisa membatasi penguatan.

Tapi di sisi lain, menjelang pengumuman hasil rapat moneter Bank Sentral AS, The Fed, dolar AS terlihat melemah terhadap nilai tukar lainnya.

"Rupiah bisa menguat hari ini karena sentimen tersebut," kata Ariston.

Pasar kemungkinan mengantisipasi kemungkinan Bank Sentral AS akan memberikan pernyataan yang mendukung kebijakan suku bunga rendah dalam jangka waktu yang lebih lama untuk membantu pemulihan ekonomi AS.

"Sikap The Fed ini bisa menekan dolar AS," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

News | Senin, 28 September 2026 | 19:03 WIB

Jadi Kandidat Dirjen WHO, Menkes Budi Minta Doa: Ini Ditugaskan Bapak

Jadi Kandidat Dirjen WHO, Menkes Budi Minta Doa: Ini Ditugaskan Bapak

News | Senin, 28 September 2026 | 18:45 WIB

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:05 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:21 WIB

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

News | Senin, 14 September 2026 | 15:17 WIB

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 14:17 WIB

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:45 WIB

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:20 WIB

DPR Desak Nakes PPPK Diangkat PNS 2027! Termasuk Perhatikan Nasib Sopir Ambulans

DPR Desak Nakes PPPK Diangkat PNS 2027! Termasuk Perhatikan Nasib Sopir Ambulans

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Massa Demo di Senayan Makin Ramai, Raker DPR Bersama Menkes Diakhiri Lebih Awal

Massa Demo di Senayan Makin Ramai, Raker DPR Bersama Menkes Diakhiri Lebih Awal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×