Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 14 September 2026 | 14:17 WIB
Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap sekitar 30 ribu bayi dan 4.000 ibu meninggal setiap tahun di Indonesia. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  •  30 ribu bayi dan 4.000 ibu meninggal setiap tahun di Indonesia.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI.
  • Kemenkes akan mengevaluasi serta mendampingi rumah sakit di Jawa Barat yang mencatat angka kematian tertinggi akibat infeksi.

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap sekitar 30 ribu bayi dan 4.000 ibu meninggal setiap tahun di Indonesia. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi.

Hal itu disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

"Kalau kita akan mulai misalnya dengan ibu dan bayi. Ini kan kematian bayi kan 30.000 setahun. Ibu meninggal itu 4.000 setahun. Kita di ASEAN itu termasuk yang jelek posisinya," ungkap Budi.

Budi mengatakan Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan angka kematian ibu dan bayi yang tinggi. Bahkan, kasus tersebut banyak terjadi di rumah sakit paripurna.

"Jawa Barat itu termasuk yang paling tinggi angkanya, dan itu terjadi di rumah sakit paripurna," tuturnya.

Menurut Budi, terdapat tiga kota dan tiga kabupaten di Jawa Barat yang mencatat angka kematian ibu dan bayi tinggi.

Ia mengatakan salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan infeksi akibat buruknya pengelolaan kebersihan rumah sakit.

"Ada kabupaten yang ini, dan kita lihat rumah sakitnya kenapa meninggal? Karena banyak infeksi. Jadi cara mereka menata apa... kebersihan rumah sakitnya itu enggak bagus. Nah, itu yang sekarang sedang kita perbaiki," katanya.

Budi menilai kematian pasien akibat pendarahan berbeda dengan pasien yang kemudian mengalami infeksi selama menjalani perawatan di rumah sakit.

baca juga

"Kalau ternyata meninggalnya karena pendarahan aku enggak apa-apa, tapi meninggalnya kemudian dia masuk, pendarahan, terus ya 3 hari 4 hari kemudian infeksi dan meninggal, itu udah pasti manajemen infeksinya tidak bagus," tambahnya.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Kemenkes akan mengevaluasi rumah sakit yang memiliki angka kematian ibu dan bayi tinggi. Rumah sakit tersebut akan didampingi untuk memperbaiki sejumlah indikator pelayanan.

"Kita akan masukkan indikator-indikator seperti tadi. Nah misalnya indikator mengenai antimicrobial resistance, nah itu kan ada indikatornya. Kita ukurnya benar-benar seperti itu, dan ini bisa dirubah ya. Bisa bisa berkembang tergantung juga yang kita mau ukur outcomenya apa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Insiden KMP Virgo Transport 8, Puan Soroti Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang

Soal Insiden KMP Virgo Transport 8, Puan Soroti Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang

News | Senin, 14 September 2026 | 11:32 WIB

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

News | Senin, 14 September 2026 | 11:24 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Dari Balik Jeruji ke Panggung Dunia: Produk Warga Binaan Nusakambangan Tembus TEI 2026

Dari Balik Jeruji ke Panggung Dunia: Produk Warga Binaan Nusakambangan Tembus TEI 2026

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:57 WIB

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:47 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:46 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

×