alexametrics

Remaja Kristen Radikal Ditahan Karena Ingin Serang Masjid Gunakan Parang

Liberty Jemadu
Remaja Kristen Radikal Ditahan Karena Ingin Serang Masjid Gunakan Parang
Warga meletakkan bunga di depan Masjid Wellington, Kilbirnie, Wellington, Selandia Baru, Sabtu (16/3/2019), setelah terjadi serangan teroris atas dua masjid di Christchurch. [ANTARA FOTO/Ramadian Bachtiar]

Remaja kristen radikal terinspirasi oleh serangan terhadap dua masjid di Selandia Baru pada Maret 2019 silam.

Suara.com - Seorang remaja lelaki berusia 16 tahun ditahan oleh kepolisian Singapura karena ketahuan berencana menyerang umat Muslim di dua buah masjid pada Maret mendatang, demikian diwartakan Channel News Asia pekan ini.

Remaja itu, demikian menurut pemerintah Singapura, ingin melancarkan serangan ke dua masjid di kawasan Woodlands bertepatan dengan peringatan serangan teroris kulit putih terhadap umat Islam Selandia Baru di Christchurch.

Menurut polisi, remaja itu berlatarbelakang Kristen beretnis India. Ia masih duduk di kursi sekolah menengah.

"Dia teradikalisasi mandiri, termotivasi oleh antipati yang kuat terhadap Islam dan tertarik pada kekerasan," jelas departemen keamanan dalam negeri (ISD) Singapura dalam siaran pers, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: 5 Terduga Teroris Aceh Diduga 2 Tahun Terlibat Jaringan Terorisme

ISD mengatakan pemuda itu terinpirasi dari serangan terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia baru pada Maret 2019. Ia merencanakan serangan serupa pada 15 Maret 2021.

"Ia menonton video serangan teroris terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru dan membaca manifesto dari pelaku serangan, Brenton Tarrant," imbuh ISD.

"Dia juga menonton video-video propaganda ISIS dan menyimpulkan bahwa organisasi teroris itu adalah representasi Islam yang sesungguhnya, dan bahwa Islam memerintahkan Muslim untuk membunuh orang kafir," lanjut ISD.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa remaja itu berencana menyerang Masjid Assyafaah dan Masjid Ishak Mosque di Woodlands karena dekat dengan kediamannya.

Ia bahkan telah melakukan pemantauan online menggunakan Google Maps dan Google Street View untuk mempersiapkan serangan terhadap dua masjid tersebut.

Baca Juga: 5 Terduga Teroris Aceh Ditangkap, Ini Pekerjaannya

Remaja itu juga menggunakan Youtube untuk belajar menyabetkan golok ke target dan area tubuh mana saja yang akan disasar agar bisa melumpuhkan targetnya.

Komentar