4 Faksi Disebut Dukung Moeldoko Gantikan Ketum AHY, Demokrat Bilang Begini

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 02 Februari 2021 | 19:53 WIB
4 Faksi Disebut Dukung Moeldoko Gantikan Ketum AHY, Demokrat Bilang Begini
Ketua umum Partai Demokrat AHY (kiri) [Instagram], KSP Moeldoko [Antara]

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Renanda Bachtar, menanggapi soal adanya empat faksi mendukung pergantian Ketua Umum Agus Harimurti Yudhyono (AHY) ke tangan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Menurutnya hal itu menjadi masalah, mengingat posisi Moeldoko bukan kader.

Renanda berujar urusan dukung mendukung tidak menjadi soal. Hanya saja yang perlu menjadi catatan mereka yang didukung memimpin Partai Demokrat harus berasal dari internal. Terlebih, cara pengambilalihan kekuasaan tersebut dilakukan secara paksa.

"Ya silakan saja siapapun mau maju menjadi Ketum partai manapun. Yang jadi masalah adalah ketika ada figur yang bukan jadi anggota partai ingin mengambil paksa partai dengan cara-cara di luar AD/ART yang disahkan serta dilindungi konstitusi," kata Renanda kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Di sisi lain, pernyataan mantan Wakil Sekjen (wasekjen) Partai Demokrat Yus Sudarso terkait empat faksi dinilai ada tujuan tertentu.

Tujuan itu dikatakan Renanda, untuk memutus keterlibatan Moeldoko dalam gerakan kudeta Partai Demokrat.

"Padahal jelas-jelas Pak Moeldoko sendiri mengakui bertemu sejumlah DPC kami yang mengira undangan pertemuan itu sesuai dengan penjelasan Johny Allen yang mengatakan ada bantuan sosial bencana untuk para DPC tersebut," kata Renanda.

Karena itu Renanda menganggap klaim Yus soal keberadaan empat faksi mendukung Moeldoko masih terlalu dangkal.

"Soal pendapat Yus soal faksi-faksi yang dibagi atas mazhab periode kepemimpinan dari Ketum ke Ketum itu sangat cetek dan tidak faktual," ujar Renanda.

baca juga

Sebelumnya, mantan Wakil Sekjen (wasekjen) Partai Demokrat Yus Sudarso mengatakan bahwa ada empat faksi yang mendorong pergantian Ketua Umum Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko.

"Saya amati dan tahu ada setidaknya 4 faksi," kata Yus dalam Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021).

Ia kemudian menyebutkan siapa saja keempat faksi yang dimaksud. Pertama, yakni faksi pendiri sekaligus faksi Subut Budi Santoso yang merupakan ketua umum pertama Partai Demokrat. Kedua ialah faksi dari Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres 2005 di Bali, yaitu Hadi Untung.

Sementara itu untuk faksi ketiga dan keempat masing-masing, yaitu faksi Anas Urbaningrum --ketua umum Partai Demokrat hasil Kongres di Bandung pada 2010-- dan faksi Marzuki Alie.

Yus menegaskan bahwa tidak ada rekayasa apapun terkait keempat faksi yang memiliki keinganan sama tersebur. Ia juga mempertanyakan di mana letak kesalahan para internal yang menginginkam pergantian pucuk pimpinan dari AHY ke tangan Moeldoko.

"Ini adalah sepenuhnya bagian dari internal partai. Apa salahnya kami? Seperti pendiri di awal menjemput SBY untuk mengantarkan beliau ke pimpinan RI 2004,"

Menurut Yus, hal yang serupa dilakukan Partai Demokrat terhadap SBY untuk menjadi presiden nantinya juga akan kembali dilakukan untuk mengantarkan Moeldoko.

"Apa salahnya kami kalau hari ini menjemput figur tokoh ke depan? Apa salahnya Moeldoko? Tidak seubahnya senior-senior kami sebelumnya menjemput SBY," ujar Yus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Tudingan Kudeta Demokrat, Rocky Gerung: Pak Moeldoko Kena OTT

Soal Tudingan Kudeta Demokrat, Rocky Gerung: Pak Moeldoko Kena OTT

Hits | Selasa, 02 Februari 2021 | 19:02 WIB

Dibanding Demokrat, Jokowi Dinilai Lebih Untung Kudeta 3 Partai Ini

Dibanding Demokrat, Jokowi Dinilai Lebih Untung Kudeta 3 Partai Ini

Surakarta | Selasa, 02 Februari 2021 | 18:44 WIB

Demokrat Era AHY: DPD dan DPC Tak Bisa Pilih Paslon Kepala Daerah Sendiri

Demokrat Era AHY: DPD dan DPC Tak Bisa Pilih Paslon Kepala Daerah Sendiri

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 18:22 WIB

Senior Demokrat: Era AHY, Calon Kepala Daerah Ditentukan DPP, Kader Kecewa

Senior Demokrat: Era AHY, Calon Kepala Daerah Ditentukan DPP, Kader Kecewa

News | Selasa, 02 Februari 2021 | 18:20 WIB

Jelaskan Soal KLB Demokrat, Teddy Gusnaidi ke AHY: Lu Ngerti Enggak Sih?

Jelaskan Soal KLB Demokrat, Teddy Gusnaidi ke AHY: Lu Ngerti Enggak Sih?

Hits | Selasa, 02 Februari 2021 | 18:23 WIB

Terkini

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB