facebook

Ada Kerusakan Sriwijaya Air SJ 182 Tunda Perbaikan, Begini Penjelasan KNKT

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah
Ada Kerusakan Sriwijaya Air SJ 182 Tunda Perbaikan, Begini Penjelasan KNKT
Turbin pesawat Sriwijaya Air SJ 182 [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tetap boleh terbang meski ada dua penundaan perbaikan atau Deferred Maintenance Item-DMI, kata Soerjanto.

Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT menyampaikan dalam laporan awal investigasinya bahwa ada dua kerusakan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang ditunda perbaikannya sejak 25 Desember 2020. Namun pesawat tetap bisa mengudara.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, menjelaskan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tetap boleh terbang meski ada dua penundaan perbaikan atau Deferred Maintenance Item-DMI.

Pasalnya penundaan perbaikan tersebut sifatnya masuk kategori C yang sesuai dengan MEL. Dimana pesawat diperkenankan terbang dengan waktu tidak lebih dari 10 hari sepanjang perizinan dari Ditjen Perhubungan Udara.

"Jadi secara kelaikan sih pesawatnya nggak ada masalah terbang dengan ada catatan di DMI sepanjang sesuai aturan yang ada minimum equipment list yang di approve atau disahkan oleh Ditjen Perhubungan Udara," kata Soerjanto dalam jumpa pers, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga: Laporan Lengkap Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182: Pilot Sempat Minta Ganti Arah

Ia menyampaikan, catatan penundaan perbaikan tersebut terakhir hanya ditemukan sampai tanggal 9 Januari 2021. Kerusakan yang ditunda perbaikannya pun sudah berhasil ditangani dengan baik.

"Sejak tanggal 5 telah perbaikan terakhir itu sampai tanggal 9 itu yang dimaksud kita tidak ditemukan catatan lain di DMI (penundaan perbaikan) di penerbangan di terakhir itu," ujarnya.

Adapun Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, menyebut bahwa publik tidak boleh keliru soal disebut adanya temuan dua kerusakan pesawat yang ditunda. Kerusakan sudah berhasil ditangani.

Hingga pesawat terakhir mengudara sampai akhirnya dikabarkan jatuh sudah tidak ditemukan lagi adanya penundaan kerusakan.

"Buku catatan perawatannya kita sudah punya datanya. Jadi memang benar bahwa informasi ini penting untuk investigasi iya setuju. Dan ini memang sudah kami peroleh datanya," tuturnya.

Baca Juga: Investigasi Sriwijaya Air SJ182 Jatuh: Autopilot dan Autothrottle Tak Aktif

Jatuh

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar