- Sebuah masjid di kota Tell, dekat Nablus, diserang dan dirusak oleh diduga pemukim Israel pada Senin pagi waktu setempat.
- Pelaku vandalisme terekam CCTV saat menyemprotkan tulisan ofensif serta mencoba membakar bagian depan masjid tersebut.
- Insiden ini terjadi di tengah Ramadan, dan kekerasan pemukim di Tepi Barat dilaporkan meningkat tajam sepanjang tahun.
Suara.com - Aksi vandalisme dan serangan terhadap tempat ibadah kembali terjadi di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.
Sebuah masjid di kota Tell, dekat Nablus, dilaporkan menjadi sasaran serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok pemukim Israel pada Senin pagi waktu setempat.
Insiden ini terjadi tepat di tengah suasana bulan suci Ramadan yang seharusnya penuh kedamaian. Kelompok penyerang dilaporkan merusak fasilitas masjid, menyemprotkan tulisan ofensif, hingga mencoba membakar bangunan suci tersebut.
Jemaah yang datang untuk melaksanakan salat Subuh mendapati bekas kebakaran masih mengepulkan asap hitam di pintu masuk masjid. Bagian kaca dan pintu dilaporkan rusak, sementara bagian depan bangunan tampak menghitam akibat api.
“Saya kaget ketika membuka pintu. Api sempat menyala di area ini, kaca pecah dan pintu juga rusak,” kata Munir Ramdan, warga setempat, dikutip pada Selasa (24/2/2026).
Terekam Kamera Pengawas
Aksi tidak terpuji tersebut terekam oleh kamera CCTV di sekitar lokasi. Rekaman kamera pengawas menunjukkan dua orang berjalan menuju masjid sambil membawa jerigen berisi bensin dan kaleng cat semprot. Beberapa menit kemudian, keduanya terlihat berlari meninggalkan lokasi.
Selain membakar bagian depan masjid, para pelaku meninggalkan coretan bernada hinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, serta tulisan “Revenge” (balas dendam) dan istilah "price tag".
Sebagai informasi, serangan "price tag" merupakan aksi vandalisme yang kerap dilakukan nasionalis ekstrem Israel sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah atau serangan balasan terhadap warga Palestina.
Baca Juga: Di Sidang DK PBB, Menlu Sugiono Kecam Pendudukan Israel di Tepi Barat Palestina
Kementerian Urusan Agama Palestina menyatakan, sepanjang tahun lalu terdapat 45 masjid di Tepi Barat yang diduga mengalami vandalisme atau serangan serupa.
Provokasi di Bulan Suci
Warga Tell, Salem Ishtayeh, mengecam keras aksi ini yang dianggap sengaja dilakukan untuk memancing emosi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
"Provokasi ini ditujukan khusus kepada orang yang sedang berpuasa. Mereka menyerang agama kami, keyakinan Islam kami," tegas Salem.
Menanggapi insiden tersebut, pihak militer dan kepolisian Israel menyatakan telah mengerahkan personel ke lokasi dan tengah memburu para tersangka. Militer Israel menyatakan "mengutuk keras" segala bentuk kerusakan terhadap institusi keagamaan.
Namun, kelompok hak asasi manusia dan warga Palestina seringkali meragukan penegakan hukum tersebut. Otoritas Israel dinilai kerap gagal menyeret para pemukim ke pengadilan atas kekerasan yang mereka lakukan.
Kekerasan Meningkat Tajam
Belakangan, kekerasan yang diduga dilakukan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat dilaporkan meningkat. Pekan lalu, seorang pria Palestina-Amerika, Nasrallah Abu Siyam, tewas dalam insiden yang disebut melibatkan pemukim.
Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 867 serangan terhadap warga Palestina, naik 27 persen dibanding tahun sebelumnya.
Bahkan, jumlah serangan serius seperti penembakan dan pembakaran meningkat tajam sejak politisi sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menjabat sebagai menteri keamanan nasional. (Dinda Pramesti K)