Epidemiolog: Hati-hati Libatkan 10.000 Prajurit TNI Jadi Vaksinator

Kamis, 11 Februari 2021 | 08:33 WIB
Epidemiolog: Hati-hati Libatkan 10.000 Prajurit TNI Jadi Vaksinator
Tenaga kesehatan lansia divaksin corona

Suara.com - Pemerintah dinilai harus berhati-hati ketika melibatkan 10 ribu prajurit TNI untuk menjadi petugas vaksinator demi mempercepat program vaksinasi Covid-19.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, gagasan ini tidak masalah, namun setiap prajurit harus mendapatkan pelatihan yang ketat sebelum bertugas menjadi vaksinator.

"Latihan sertifikasi dan supervisinya harus baik agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, sekecil apapun harus dihindari, saya yakin TNI-Polri sebagai organisasi yang disiplin akan memberikan prajurit terbaiknya," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Kamis (11/2/2021).

Selain TNI, Dicky juga mengusulkan pemerintah menggandeng sejumlah organisasi masyarakat yang memiliki bidang kesehatan.

"Seperti NU, Muhammadiyah, LDII, mereka punya SDM kesehatan yang bisa dimanfaatkan termasuk organisasi Kristen, Yayasan Buddha Tzu Chi dan lainnya, pengaturannya harus merujuk pada undang-undang," sebutnya.

Meski begitu, Dicky berpesan agar saat bertugas harus ada dokter sebagai penanggung jawab yang mengawasi kinerja para vaksinator bantuan ini.

"Nanti Dinkes kabupaten/kota yang akan menjadi koordinator suapaya efektif, jangan bergerak sendiri, jadi setiap 10 perawat itu ada seorang dokter sebagai supervisornya," tegasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan saat ini TNI telah memiliki 1.008 vaksinator terverifikasi dan akan meningkatkan jumlah tersebut dengan melatih 10.000 vaksinator baru.

"TNI akan segera melaksanakan pelatihan TOT (Training of Trainer) bagi 10.000 Vaksinator yang akan disebar di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan vaksinator Covid-19,” kata Panglima Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: 10 Ribu Tentara Bakal Jadi Vaksinator Covid-19, Ini Kata Panglima TNI

Selain itu TNI akan mengerahkan 27.866 Babinsa, 1.768 Babinpotmar, dan 102 Babinpotdirga di 7 provinsi di Jawa-Bali untuk mengawal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Jawa-Bali.

Menteri Kesehatan Budi Sadikin berharap para tracer, vaksinator, dan petugas penegak prokes dari TNI ini bisa turut membantu penanganan pandemi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI