508 Pelajar Meninggal karena Covid-19, Kemendikbud: Masih Rendah

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Jum'at, 19 Februari 2021 | 18:18 WIB
508 Pelajar Meninggal karena Covid-19, Kemendikbud: Masih Rendah
Pelajar SMAN 1 Pontianak, Kalbar, mengikuti proses belajar tatap muka, Senin (31/8/2020). [Suara.com/Eko Susanto]

Suara.com - Ketua Sub Bidang Edukasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar, mengungkapkan jumlah pelajar positif corona sudah mencapai 98.867 orang, 508 jiwa diantaranya meninggal dunia selama pandemi Covid-19.

Harris merinci jumlahnya pada usia 0-2 tahun (PAUD) ada 13.120 orang, 3-6 tahun (TK) 14.333 orang, 7-12 tahun (SD) 30.265 orang, 13-15 tahun (SMP) 18.461 orang, dan 16-19 tahun (SMA) 22.688 orang. Totalnya menjadi 98.867 orang.

"Dari populasi anak didik kita usia 0-19 tahun itu sebaran kasusnya sebenarnya sangat rendah, hanya 9,15 persen," kata Harris dalam webinar Tetap Asik Sekolah di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (19/2/2021).

Sementara angka kematian anak usia 0-2 tahun (PAUD) ada 179 orang (1,36 persen), 3-6 tahun (TK) 52 orang (0,36 persen), 7-12 tahun (SD) 52 orang (0,35 persen), 13-15 tahun (SMP) 67 orang (0,36 persen), dan 16-19 tahun (SMA) 104 orang (0,46 persen), total 508 jiwa.

"Penyebaran paling banyak di baduta (bayi dua tahun), tentu ini bukan hanya sekadar covid, ada variabel penyakit lain sebelum covid seperti stunting, kurang gizi, sehingga mortality ratenya tinggi," ucapnya.

Meski begitu, menurut Harris hal ini masih terkendali sebab angka kematiannya masih rendah, dan ada 83.707 orang yang sembuh.

"Jadi sangat rendah, jadi di beberapa negara mereka tidak ambil pusing, kegiatan persekolahan tetap jalan, yang harus dijaga itu justru kesehatan para guru dan tenaga pendidikannya," jelasnya.

Harris menegaskan angka rendah ini bukan berarti mengabaikan keselamatan pelajar selama pandemi, sebab aspek keselamatan dan kesehatan adalah hukum tertinggi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19, Siswa Belajar Online di Banyumas Hanya 70%

Pandemi Covid-19, Siswa Belajar Online di Banyumas Hanya 70%

Jawa Tengah | Jum'at, 19 Februari 2021 | 18:07 WIB

Tak Sesuai Target, Baru 2.817 Pedagang Tanah Abang Divaksin Covid-19

Tak Sesuai Target, Baru 2.817 Pedagang Tanah Abang Divaksin Covid-19

News | Jum'at, 19 Februari 2021 | 18:07 WIB

Insentif Nakes Belum Dibayar, Pemko Medan: Uangnya Masih Aman di Kas

Insentif Nakes Belum Dibayar, Pemko Medan: Uangnya Masih Aman di Kas

Sumut | Jum'at, 19 Februari 2021 | 18:03 WIB

Pasien Covid-19 Bisa Alami Gejala Jangka Panjang, Siapa Paling Berisiko?

Pasien Covid-19 Bisa Alami Gejala Jangka Panjang, Siapa Paling Berisiko?

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 18:14 WIB

Terkini

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Sahroni Sebut NasDem Fokus Bekerja Dukung Pemerintah, Belum Ada Perintah Soal Ijazah Gibran

Sahroni Sebut NasDem Fokus Bekerja Dukung Pemerintah, Belum Ada Perintah Soal Ijazah Gibran

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Asing Kabur dari Big Bank RI, Saham BMRI Paling Banyak Dilepas!

Asing Kabur dari Big Bank RI, Saham BMRI Paling Banyak Dilepas!

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Hangat, Maskulin, dan Berkelas: 5 Parfum Aroma Spicy Woody yang Wajib Coba

Hangat, Maskulin, dan Berkelas: 5 Parfum Aroma Spicy Woody yang Wajib Coba

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Nyanyian dan Posko Makanan Gratis Ibu Hangatkan Bundaran HI Jelang Aksi Mahasiswa

Nyanyian dan Posko Makanan Gratis Ibu Hangatkan Bundaran HI Jelang Aksi Mahasiswa

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan

850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

7 Cara Daftar Kuota Antrean Aplikasi M-Paspor, Apa Saja Dokumennya?

7 Cara Daftar Kuota Antrean Aplikasi M-Paspor, Apa Saja Dokumennya?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?

Pembalut Kena PPN, Perempuan Harus Bayar Lebih untuk Kebutuhan Biologisnya?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Viral Bidan Live saat Persalinan Pasien, Area Sensitif Ibu-ibu Ikut Terekam

Viral Bidan Live saat Persalinan Pasien, Area Sensitif Ibu-ibu Ikut Terekam

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Peugeot Motorcycles Akui Pede Bersaing di Segmen Skutik Premium dengan Mesin 125 cc

Peugeot Motorcycles Akui Pede Bersaing di Segmen Skutik Premium dengan Mesin 125 cc

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:10 WIB

×