Kisah Duka Kakak-beradik Dibunuh karena Mengajar Kerajinan Menyulam

Siswanto, BBC

Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:21 WIB
Kisah Duka Kakak-beradik Dibunuh karena Mengajar Kerajinan Menyulam
BBC

Suara.com - Ayesha Bibi dan Irshad Bibi, yang bekerja sebagai pengajar kerajinan menyulam, adalah pencari nafkah bagi keluarga mereka. Awal pekan ini, kedua perempuan itu dibunuh oleh kelompok bersenjata di bekas wilayah kesukuan Pakistan, tempat aksi kekerasan terus berlangsung.

Suara serak saudara laki-laki mereka, Javed Khan, terdengar saat dia menceritakan kepada BBC apa yang terjadi. Nada dan wajahnya jelas memancarkan kedukaan mendalam.

"Kami mencintai mereka. Mereka membawa harapan dan kegembiraan bagi keluarga kami. Mereka pergi [bekerja] dengan bahagia pada Senin pagi, tetapi pada hari yang sama kami menerima jenazah mereka yang dimutilasi."

Ayesha telah menikah dan dikaruniai seorang bayi perempuan yang baru berusia empat bulan, sedangkan Irshad belum menikah.

Serangan itu terjadi pada siang hari di Desa Ipi dekat Mir Ali, salah satu kota utama di Waziristan Utara, dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Ayesha dan Irshad termasuk di antara empat perempuan yang ditembak mati oleh pria bertopeng saat mereka berkendara melalui desa. Seorang aktivis perempuan lainnya selamat tanpa cedera, sementara pengemudi mobil van laki-laki yang membawa mereka ke desa mengalami luka-luka.

Serangan itu telah menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya aksi kekerasan di daerah yang dulunya merupakan pusat pemberontakan kelompok jihadis yang menewaskan ribuan orang.

Dalam budaya masyarakat Pashtun yang konservatif, terutama di daerah pedesaan terpencil, foto perempuan tidak pernah ditampilkan di depan orang asing, apalagi dibagikan ke publik. Sehingga artikel ini tidak menampilkan foto kedua kakak-beradik saat mereka masih hidup.

Apa yang terjadi pada hari pembunuhan?

Para perempuan itu berangkat untuk memberikan pelatihan kerajinan menyulam kepada sejumlah ibu rumah tangga dalam program yang dijalankan bersama LSM yang didanai negara Barat dan lembaga lokal.

baca juga

Hari itu aktivitas dimulai seperti biasa, kata Javed Khan. Kedua saudara perempuannya menunaikan salat subuh, dan menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga. Segera setelah itu, mobil van mereka tiba untuk mengantar ke Ipi, sekitar 50 kilometer ke arah barat.

Keluarga itu tinggal di pinggiran kota Bannu, pintu gerbang memasuki wilayah bekas kesukuan Pakistan.

Beberapa jam kemudian datang kabar bahwa van itu mengalami kecelakaan. Javed dan ayahnya segera berangkat menuju Mir Ali. Di tengah jalan, mereka mendengar van itu diserang.

"Kami kehilangan keberanian saat itu. Ini adalah satu jam perjalanan ke Mir Ali - tapi pagi itu waktu perjalanan sepertinya membentang menuju keabadian," kata Javed.

"Kami dulu bahagia. Kakak-kakak perempuan saya membawa angin segar bagi keluarga kami. Kejadian ini membuat kami semua terpukul. Kakak dan sepupu saya tidak bisa menahan air mata mereka."

Enam dari keponakan Ayesha dan Irshad lahir dengan gangguan bicara dan pendengaran sehingga keluarga menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan mereka.


Selain kehilangan orang yang disayangi, memenuhi kebutuhan keluarga sekarang akan lebih sulit, tanpa uang yang dibawa oleh Aisyah dan Irsyad. Ayah mereka membuat gerobak tangan, sementara laki-laki lain dalam keluarga bekerja sebagai buruh.

Apa yang dikerjakan para perempuan itu?

Kelima perempuan yang pergi ke Desa Ipi pada saat serangan itu memiliki keterampilan dalam menjahit, menyulam, dan menjadi ahli kecantikan - telah mengantongi sertifikat dari sebuah lembaga yang dikelola pemerintah di Bannu.

Mereka telah dipilih untuk menjalankan proyek tersebut dari 22 lulusan yang disediakan oleh institut atas permintaan sebuah LSM yang berbasis di Peshawar bernama Sabawon.

Didanai sebuah badan amal Jerman, Sabawon bekerja dengan mitra lokal di Bannu untuk melatih 140 ibu rumah tangga di wilayah Mir Ali di berbagai bidang, termasuk tata rias pengantin, menjahit, dan membuat bordiran menggunakan mesin.

Proyek itu berlangsung selama 48 hari, dan para sukarelawan menerima sekitar Rp90.000 sehari. Mereka juga menerima fasilitas antar-jemput antara lokasi pelatihan dan rumah.

Para perempuan itu dibunuh dua hari sebelum proyek berakhir pada 24 Februari.

Siapa yang membunuh mereka?

Hingga kini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi banyak yang menduga pembunuhan itu dilakukan para ekstremis.

Kelompok militan Islam di daerah tersebut telah lama menargetkan perempuan yang pergi bekerja atau mendapatkan pendidikan. Taliban Pakistan menembak dan melukai aktivis remaja Malala Yousafzai di wilayah barat laut negara itu - di bawah kendali mereka pada tahun 2012.

Di sekitar Mir Ali, pamflet bertanda tangan "Shura Waziristan Utara" kembali beredar, memperingatkan orang-orang untuk tidak bekerja dengan LSM atau tim vaksinasi polio yang dikelola pemerintah.

Pekan ini, kelompok militan mengeluarkan ancaman terhadap organisasi pemerintah dan non-pemerintah yang mereka tuduh mengajarkan "amoralitas", bersama dengan siapa pun yang menyediakan akomodasi atau transportasi kepada mereka.

Pada hari Selasa lalu, militer mengklaim telah membunuh seorang komandan militan lokal Hasan Sajna, yang dikatakan berada di balik serangan di Ipi.

Dalam sebuah pernyataan, militer mengatakan Hasan Sajna telah terlibat dalam "serangan bom, penculikan untuk tebusan, pembunuhan spesifik, pemerasan [dan] perekrutan teroris".

Polisi setempat khawatir akan lebih banyak serangan terjadi dan telah mengeluarkan sebuah anjuran berisi 12 poin kepada masyarakat umum, di antaranya meminta mereka, antara lain, untuk membatasi pergerakan yang tidak perlu, menghindari pertemuan, terus mengubah waktu dan rute perjalanan, serta menjauh dari orang-orang yang tidak dapat mereka identifikasi.

Mengapa milisi bangkit kembali?

Tentara menyatakan seluruh wilayah perbatasan dengan Afghanistan "bebas milisi" setelah operasi besar-besaran melawan Taliban Pakistan dan pemberontak lainnya pada tahun 2014.

Kekerasan yang memaksa puluhan ribu orang mengungsi turun drastis. Tetapi kegiatan milisi berlanjut di wilayah perbatasan selama 2018, bertepatan dengan kebangkitan gerakan nasionalis non-kekerasan, PTM, yang mengkampanyekan hak asasi manusia untuk Pashtun.

Dan selama beberapa tahun terakhir, kekerasan terus meningkat.

Setidaknya tujuh insiden pembunuhan bertarget telah dilaporkan terjadi di Waziristan Utara tahun ini. Sekitar 50 pembunuhan seperti itu dilaporkan terjadi selama tahun 2020.

Selain itu terjadi pula puluhan ledakan bom dan serangan terhadap pasukan keamanan, serta operasi militer terhadap militan.

Beberapa pengamat percaya bahwa kelompok militan berkumpul kembali di sisi perbatasan Pakistan ketika Amerika Serikat mencoba melepaskan diri dari perang di Afghanistan.


Anda mungkin juga tertarik:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Aamir Khan Bintangi Film Lalkaara, Angkat Kisah Luka Sejarah India-Pakistan

Aamir Khan Bintangi Film Lalkaara, Angkat Kisah Luka Sejarah India-Pakistan

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 15:04 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

Jeritan Ibu Pecah di Tengah Kebakaran, 14 Bayi di ICU Rumah Sakit Pakistan Tewas

Jeritan Ibu Pecah di Tengah Kebakaran, 14 Bayi di ICU Rumah Sakit Pakistan Tewas

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:23 WIB

14 Bayi Tewas Terpanggang di Kebakaran Rumah Sakit Islamabad

14 Bayi Tewas Terpanggang di Kebakaran Rumah Sakit Islamabad

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Panglima Pakistan Temui Iran Bahas Selat Hormuz, Apa Isi Pembicaraan Mereka?

Panglima Pakistan Temui Iran Bahas Selat Hormuz, Apa Isi Pembicaraan Mereka?

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:18 WIB

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat

Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan

Tambang Batubara Meledak! 32 Pekerja Tewas di Balochistan Pakistan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:22 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terkini

Urai Antrean BBM di Bali, Pertamina Tambah Pasokan 57,9 Juta Liter

Urai Antrean BBM di Bali, Pertamina Tambah Pasokan 57,9 Juta Liter

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, 3 Orang Luka dan Lapak Narkoba Terbakar

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, 3 Orang Luka dan Lapak Narkoba Terbakar

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Squadron 42 Pamer Trailer Baru, Deretan Bintang Hollywood Bikin Heboh!

Squadron 42 Pamer Trailer Baru, Deretan Bintang Hollywood Bikin Heboh!

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:30 WIB

IHSG Rawan Koreksi, Duo Sekuritas Raksasa Bocorkan 9 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Rawan Koreksi, Duo Sekuritas Raksasa Bocorkan 9 Saham Pilihan Hari Ini

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:27 WIB

Serangan Houthi dan Taktik Baru Iran Kerek Harga Minyak Dunia

Serangan Houthi dan Taktik Baru Iran Kerek Harga Minyak Dunia

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Geser Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN, Ini Sepak Terjang Suroso

Geser Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN, Ini Sepak Terjang Suroso

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Agar Uang Pensiun Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari, Ini yang Perlu Diperhatikan

Agar Uang Pensiun Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari, Ini yang Perlu Diperhatikan

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:18 WIB

5 Zodiak yang Gampang Lelah Emosional dan Paling Rentan Alami Burnout

5 Zodiak yang Gampang Lelah Emosional dan Paling Rentan Alami Burnout

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Ketika Protein Jadi Barang Mewah, Edukasi Gizi Tak Cukup dengan Penyuluhan

Ketika Protein Jadi Barang Mewah, Edukasi Gizi Tak Cukup dengan Penyuluhan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Puluhan Ribu Kasus ISPA Tercatat di Sultra, Warga Kolaka Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Puluhan Ribu Kasus ISPA Tercatat di Sultra, Warga Kolaka Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Sulsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:09 WIB

×