- Pemimpin Houthi Abdul Malik al-Houthi memperingatkan Turki dan Pakistan agar tidak membantu Arab Saudi
- Kelompok Houthi menuntut Arab Saudi menghentikan serangan dan blokade serta menuding Riyadh melakukan 760 serangan udara di Yaman.
- Houthi memperkuat kemampuan militer, menguasai posisi strategis di Laut Merah, dan menyerang sasaran Arab Saudi menggunakan rudal serta drone.
Suara.com - Pemimpin kelompok Houthi, Abdul Malik al-Houthi, melontarkan peringatan kepada Turki dan Pakistan di tengah meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah.
Ia meminta Ankara dan Islamabad tidak memberikan dukungan kepada Arab Saudi dalam konflik yang kembali memanas tersebut.
Peringatan itu disampaikan Abdul Malik al-Houthi melalui pidato yang disiarkan televisi pada Senin, 21 September 2026 waktu setempat.
Abdul Malik al-Houthi juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk melanjutkan mobilisasi serta memperkuat kemampuan militer dan keamanan kelompoknya.
Dalam pidatonya, Al-Houthi menuding Arab Saudi berupaya meminta bantuan Turki dan Pakistan untuk terlibat dalam konflik Yaman.
![Kelompok Houthi kembali melontarkan ancaman terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kedua pihak. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/20/70150-houthi.jpg)
“Kami menyarankan kepada pihak Turki dan Pakistan agar tidak terlibat dalam keuntungan politik dan material dari musuh Saudi,” kata Al-Houthi, sebagaimana dikutip dari laporan Arabi21.
Al-Houthi juga menuduh Riyadh berusaha melibatkan pihak lain dalam konflik tersebut, termasuk kelompok yang disebutnya berasal dari Suriah.
Houthi Minta Saudi Hentikan Serangan
Dalam pidatonya, Al-Houthi menyatakan kelompoknya tidak mengajukan syarat yang dianggapnya sulit untuk mengakhiri konflik.
“Kami mengatakan, hentikan agresi dan akhiri blokade,” ujarnya.
Ia kemudian meminta pendukung Houthi melanjutkan mobilisasi dan membangun kemampuan militer serta keamanan. P
Eskalasi terbaru juga membuat Houthi menguasai sejumlah posisi strategis di sepanjang pesisir Laut Merah.
Kelompok tersebut sebelumnya merebut kota pelabuhan Mocha dan Pulau Mayun atau Perim, yang berada dekat Selat Bab el-Mandeb.
Dalam eskalasi terbaru, Houthi juga melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran yang dikaitkan dengan Arab Saudi.
Sebaliknya, pihak Houthi menyatakan Arab Saudi melakukan serangkaian serangan udara ke wilayah Yaman.
Kelompok Houthi menyebut jumlah serangan udara Saudi sejak eskalasi terbaru mencapai 760 serangan.