Bertaruh Nyawa Demi Lindungi Gorila: Kisah Penjaga Taman Nasional Virunga

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 08 Maret 2021 | 11:27 WIB
Bertaruh Nyawa Demi Lindungi Gorila: Kisah Penjaga Taman Nasional Virunga
BBC

Suara.com - Melindungi hutan Taman Nasional Virunga di timur Republik Demokratik Kongo - yang menjadi rumah bagi gorila gunung yang terancam punah - dapat digambarkan sebagai salah satu pekerjaan terberat di planet ini.

Dalam 12 bulan terakhir, lebih dari 20 staf taman itu telah dibunuh - dan pekan lalu, pemberontak dituding membunuh duta besar Italia untuk RD Kongo, penjaga keamanannya dan sopirnya dalam sebuah serangan di taman itu.

"Tingkat pengorbanan yang diperlukan untuk menjaga agar pekerjaan ini terus berjalan akan selalu menjadi hal tersulit yang harus dihadapi," kata Emmanuel de Merode, yang bertanggung jawab atas lebih dari 800 penjaga di Virunga, taman nasional tertua dan terbesar di Afrika.

Taman itu mencakup 7.800 kilometer persegi dan merupakan rumah bagi lanskap yang sangat beragam - dari gunung berapi aktif dan danau yang luas hingga hutan hujan dan pegunungan.

Taman ini didirikan hampir 100 tahun yang lalu untuk melindungi gorila gunung, yang jumlahnya telah meningkat selama satu dekade terakhir, meskipun hanya tersisa 1.000 di dunia.

De Merode telah tinggal di RD Kongo selama hampir 30 tahun, tetapi dia masih ingat hari pertama dia tiba.

"Saya membeli sepeda motor di Kampala dan berkendara melalui Uganda ke Kongo, dan saat Anda melintasi perbatasan, Anda langsung dikejutkan oleh besarnya taman dan pemandangan yang sangat indah."

Lahir di Afrika Utara dan dibesarkan di Kenya, De Merode adalah seorang pangeran Belgia, tapi dia tidak menggunakan gelarnya.

Dia berbicara dengan lembut dan tenang, terlepas dari tantangan yang dia dan timnya hadapi setiap hari.

Dua serangan mematikan dalam 12 bulan terakhir telah menjadi kesedihan bagi mereka semua:

  • April lalu, 13 penjaga dibunuh dalam apa yang oleh pejabat taman digambarkan sebagai serangan "yang sangat kejam dan berkelanjutan" oleh kelompok bersenjata lain.
  • Pada bulan Januari, enam penjaga, yang berpatroli di perbatasan taman dengan berjalan kaki, tewas dalam penyergapan oleh milisi. Semua dari mereka yang meninggal berusia antara 25 dan 30 tahun.

"Percayalah, benar-benar pengalaman yang sangat menyakitkan kehilangan begitu banyak anak-anak muda sekaligus," kata penjaga hutan Gracien Muyisa Sivanza, yang bertanggung jawab atas danau-danau di taman itu.

"Teman-teman saya sesama penjaga hutan yang telah meninggal sangat menyukai pekerjaan mereka dan berusaha sekuat tenaga untuk berkorban demi tujuan konservasi kami."

Tapi dia mengatakan itu membuat mereka semua merasa lebih bertekad untuk "melanjutkan pertarungan yang kita mulai bersama ... untuk menghormati warisan mereka.

"Saya pikir mereka bangga pada kami di mana pun mereka berada."


De Merode juga ditembak dan terluka pada tahun 2014.

"Anda harus menerima bahwa [ada risiko]. Ini adalah taman nasional yang merupakan bagian dari negara bagian Kongo yang telah terpengaruh oleh perang saudara untuk sebagian besar sejarahnya baru-baru ini," katanya.

'Kami telah menjaga taman tetap hidup'

Namun dia juga menunjukkan pencapaian taman tersebut di tengah menghadapi kesulitan yang terus berlanjut.

"Ini mengalami pasang surut yang sangat besar... kami sangat menderita, tetapi di samping itu adalah pencapaian luar biasa dalam menjaga taman ini tetap hidup."

Serangan terhadap De Merode terjadi pada periode yang penuh gejolak, ketika milisi M23 yang bersenjata lengkap dan terkenal kejam bergerak maju di wilayah tersebut. Pada saat yang sama, sebuah perusahaan minyak Inggris yang sebelumnya bernama Soco telah diberikan izin dari pemerintah di Kinshasa untuk mengekstraksi minyak dengan mengebor lahan taman tersebut.

Ketegangan berada di titik puncak - dan terekam dalam film dokumenter nominasi Oscar pada tahun 2014, Virunga.

"Kami berperang melawan perusahaan minyak Inggris... Kami berkonfrontasi dengan sejumlah orang. Pada hari itu, saya telah menyerahkan laporan investigasi penting tentang kegiatan perusahaan minyak tersebut."

Saat mengemudi kembali sendirian melalui hutan, dia disergap: "Saya ditembak di dada dan perut."

Perusahaan tersebut mengecam serangan itu dan membantah terlibat di dalamnya. Perusahaan itu kemudian berganti nama dan ditarik dari RD Kongo.

De Merode mengatakan dia "beruntung".

"Orang-orang dari desa menarik saya, jadi upaya saya terus berlanjut berkat mereka. Banyak staf kami yang tidak seberuntung itu."

Ketika orang mati melaksanakan perintahnya di taman, dia berkata "itu meninggalkan tingkat penderitaan yang tidak bisa saya gambarkan untuk keluarga mereka".


Diperkirakan selusin kelompok milisi bersenjata bertahan hidup dari sumber daya taman itu - melalui berburu atau menebang kayu untuk dijual sebagai bahan bakar.

Sumber daya alam RD Kongo telah diperebutkan selama beberapa dekade. Negara itu - yang seukuran daratan Eropa barat - memiliki lebih banyak kekayaan mineral, termasuk berlian, minyak, kobalt, dan tembaga, daripada tempat-tempat lain di planet ini.

Sumber daya tersebut adalah beberapa elemen penting untuk teknologi modern, yang merupakan komponen utama dalam mobil listrik dan smartphone.

Virunga tidak berbeda. Daerah ini kaya akan sumber daya di bawah tanah serta di alam dan satwa liar. Tetapi dua juta orang yang tinggal di kawasan taman itu hidup dengan penghasilan di bawah $1,50 (Rp 28,500) per hari.

Pariwisata

Pergumulan untuk bertahan hidup ini tidak luput dari perhatian De Merode, yang memandang melindungi taman pada dasarnya sebagai masalah keadilan sosial.

"Ini bukan masalah sederhana untuk melindungi gorila dan gajah; ini soal mengatasi masalah ekonomi di tengah-tengah salah satu perang saudara paling mengerikan dalam sejarah," katanya.

"Lebih dari tujuh juta orang Kongo diyakini telah meninggal selama 30 tahun dan intinya adalah masalah ekonomi.

"Kami sangat yakin bahwa Virunga dapat bertahan, pertama-tama kami harus mempertimbangkan populasi lokal. Kami harus menjadikan taman ini sebagai aset .. Sebuah keuntungan bersih."

Dia memandang tetangganya Rwanda dan keberhasilan pra-pandemi negara itu dalam menarik pariwisata bernilai lebih dari $500 juta setahun. Di Kenya, ini adalah industri yang bernilai sekitar $3,5 miliar.

"Itu lebih dari anggaran nasional RD Kongo," katanya, sambil menambahkan: "Pariwisata bukanlah permainan yang kami mainkan, itu sebuah industri strategis. Kami perlu mencari cara untuk menghasilkan kekayaan tanpa merusak taman."

Menukar senjata untuk pekerjaan

Strateginya mulai membuahkan hasil dengan cara yang tidak terduga. Peningkatan pariwisata di Virunga telah membantu taman menarik investasi untuk proyek-proyek lain.

Salah satu skema itu memanfaatkan curah hujan tinggi di taman dan sungai yang mengalir deras untuk menghasilkan pembangkit listrik tenaga air - yang memungkinkan beberapa pemberontak menukar senjata mereka untuk mendapatkan penghasilan tetap.


Anda mungkin juga tertarik dengan:


"Apa yang kami temukan adalah dengan menghasilkan listrik dari taman, dengan segera dapat mengembangkan bisnis kecil di sekitarnya," kata De Merode.

"Dengan setiap megawatt listrik yang dapat kami hasilkan melalui program pembangkit listrik tenaga air ini, kami dapat menciptakan antara 800 hingga 1.000 pekerjaan.

"Saat ini ada sekitar 12.000 pekerjaan yang telah diciptakan dengan cara ini di sekitar taman, di mana lebih dari 1.000 adalah mantan kombatan dari kelompok-kelompok bersenjata."

Bagi De Merode, ini adalah cara untuk mengatasi kekerasan di sudut Afrika di mana pengangguran kaum muda mencapai 70%.

Ini akan melindungi taman dan gorila gunung langka untuk generasi mendatang, katanya.

"Orang-orang bergabung dengan milisi karena mereka tidak punya pilihan dan satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan memberi mereka pilihan.

"Masalah keamanan tidak bisa diselesaikan dengan senjata saja."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Kontroversi di Piala Afrika 2025, Wasit Kebingungan Apalagi Pemain

Heboh Kontroversi di Piala Afrika 2025, Wasit Kebingungan Apalagi Pemain

Bola | Kamis, 25 Desember 2025 | 13:52 WIB

Nasib 2 Anak Pengedar Narkoba di Jakbar: Ditangkap Polisi, 'Dilepas' Gara-gara Jaksa Libur

Nasib 2 Anak Pengedar Narkoba di Jakbar: Ditangkap Polisi, 'Dilepas' Gara-gara Jaksa Libur

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 14:13 WIB

Cara Kongo Hampir Lolos ke Piala Dunia Setelah Absen 50 Tahun, PSSI Bisa Tiru, Pakai Ilmu Santet?

Cara Kongo Hampir Lolos ke Piala Dunia Setelah Absen 50 Tahun, PSSI Bisa Tiru, Pakai Ilmu Santet?

Bola | Selasa, 18 November 2025 | 23:25 WIB

Nigeria Tersingkir, Republik Demokratik Kongo Jadi Wakil Afrika di Play-off Inter Konfederasi

Nigeria Tersingkir, Republik Demokratik Kongo Jadi Wakil Afrika di Play-off Inter Konfederasi

Bola | Senin, 17 November 2025 | 07:20 WIB

Miris! Warganya Dilanda Kelaparan Akut, Negara Ini Kucurkan Rp770 M untuk Barcelona

Miris! Warganya Dilanda Kelaparan Akut, Negara Ini Kucurkan Rp770 M untuk Barcelona

Bola | Rabu, 16 Juli 2025 | 22:52 WIB

Penampakan Gorila Tertua di Dunia Rayakan Ulang Tahun ke-68

Penampakan Gorila Tertua di Dunia Rayakan Ulang Tahun ke-68

News | Minggu, 13 April 2025 | 21:56 WIB

Tragedi Feri Kongo: 78 Nyawa Melayang, Pemakaman Massal Digelar di Tengah Duka dan Amarah

Tragedi Feri Kongo: 78 Nyawa Melayang, Pemakaman Massal Digelar di Tengah Duka dan Amarah

News | Kamis, 10 Oktober 2024 | 14:29 WIB

Wajib Tahu! 8 Arti Mimpi Dikejar Gorila, Ada Kaitannya dengan Keluarga?

Wajib Tahu! 8 Arti Mimpi Dikejar Gorila, Ada Kaitannya dengan Keluarga?

Lifestyle | Jum'at, 31 Mei 2024 | 17:05 WIB

Taman Margasatwa Ragunan Beri Imbauan Ini untuk Pengunjung yang Ingin Hadiri Ulang Tahun Komu

Taman Margasatwa Ragunan Beri Imbauan Ini untuk Pengunjung yang Ingin Hadiri Ulang Tahun Komu

News | Sabtu, 13 April 2024 | 18:37 WIB

Bermarkas di Apartemen, Pemuda Produsen Sinte di Jakarta Kicep usai Diciduk Polisi, Tampangnya Melas!

Bermarkas di Apartemen, Pemuda Produsen Sinte di Jakarta Kicep usai Diciduk Polisi, Tampangnya Melas!

News | Rabu, 20 Desember 2023 | 17:55 WIB

Terkini

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB