Dalih Pemulihan Ekonomi, Airlangga Minta Rakyat Rajin Belanja saat Pandemi

Selasa, 09 Maret 2021 | 13:44 WIB
Dalih Pemulihan Ekonomi, Airlangga Minta Rakyat Rajin Belanja saat Pandemi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) dengan pengusaha Prancis yang berlangsung secara daring, Selasa (30/6/2020). [Dok. KBRI Paris]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat untuk mulai membelanjakan uangnya demi pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

Airlangga mengatakan salah satu faktor goyangnya ekonomi nasional adalah karena terlalu banyak orang yang hanya menabung tapi tidak belanja saat pandemi.

"Masyarakat diharapkan confidence untuk belanja, karena kita lihat dana pihak ketiga di perbankan itu naik, jadi masyarakat simpan uang di perbankan tapi tidak belanja," kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana, Selasa (9/3/2021).

Untuk mendorong masyarakat belanja, Airlangga menyebut pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan seperti pembebasan pajak pertambahan nilai alias PPN untuk pembelian rumah dan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor.

"Oleh karena itu kita dorong masyarakat mulai kembali berbelanja, salah satunya perpajakannya dipotong terutama untuk sektor otomotif dan properti," ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 terkontraksi sebesar 2,07 persen.

Anjloknya pertumbuhan ekonomi ini sejalan dengan melorotnya konsumsi rumah tangga sepanjang tahun lalu yang tumbuh minus 2,63 persen.

Penurunan konsumsi juga dipicu lemahnya permintaan konsumen pada sektor penjualan eceran.

Sementara itu, penurunan konsumsi turut terjadi pada sektor lainnya yaitu jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara terkontraksi.

Baca Juga: Terkait Izin Konser Musik Tatap Muka saat Pandemi, Ini Jawaban Polri

Lalu, PNBP berupa pendapatan pendidikan tumbuh menguat, sementara PNBP berupa pendapatan kesehatan juga ikut tumbuh negatif.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 mengalami kontraksi cukup hebat dimana pertumbuhannya minus 2,07 persen, angka ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya yang masih tetap positif diangka 5,02 persen.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan pertumbuhan minus 2,07 persen ini merupakan yang terburuk sejak krisis moneter tahun 1998.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI