China Izinkan Masuk Wisatawan Indonesia yang Sudah Disuntik Vaksin Sinovac

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 17 Maret 2021 | 13:55 WIB
China Izinkan Masuk Wisatawan Indonesia yang Sudah Disuntik Vaksin Sinovac
Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, (14/1/2021). Sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama yang dimulai sejak Rabu (13/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - China akan mengizinkan pelancong dari sejumlah negara yang sudah disuntik vaksin covid-19 hasil buatan negara tirai bambu tersebut, yakni Sinovac dan Sinopharm.

Menyadur Straits Times, Rabu (17/3/2021) China melonggarkan pintu masuk bagi pelancong dari Filipina, Indonesia, dan negara lain, asalkan mereka telah divaksin covid-19 buatan China.

"Ini tidak ada hubungannya dengan pengakuan vaksin China," kata Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, kepada wartawan, Selasa (16/3).

Lijian mengatakan, aturan baru tersebut "Didasarkan pada pertimbangan penuh keamanan dan efektivitas medis vaksin," yang dibuat China.

Kedutaan besar China di Filipina, Indonesia, Amerika Serikat, Pakistan, Sri Lanka, dan Italia telah menerbitkan pemberitahuan, yang mengatakan China akan membuka aplikasi visa bagi mereka.

Syaratnya, pemohon visa dari negara-negara itu sudah divaksin setidaknya 14 hari sebelum pengajuan.

Aturan tersebut akan berlaku mulai minggu ini bagi pelancong dengan kepentingan pekerjaan, bisnis atau untuk "kebutuhan kemanusiaan", seperti mengunjungi kerabat.

Mereka yang tiba di China masih harus melaksanakan karantina hingga tiga minggu.

Richard Heydarian, analis politik dan penulis dari Manila, mengatakan, "China benar-benar meningkatkan permainannya dan mencoba memastikan semakin banyak negara akan bergantung pada vaksinnya, meskipun efektivitas, harga, dan silsilah secara keseluruhan jauh lebih baik dipertanyakan daripada vaksin lain yang tersedia."

baca juga

"Ini adalah fase berikutnya dari diplomasi vaksin, yang sejauh ini gagal total di tempat-tempat seperti Filipina," katanya.

China telah berjuang untuk mendapatkan kepercayaan internasional untuk vaksin buatannya. Sebab, banyak negara yang menilai China kurang transparan terkait hasil tes vaksin.

Pelonggaran perjalanan ke China tersebut, diterima secara baik di negara-negara yang sudah melakukan vaksinasi memakai Sinovac maupun Sinopharm.

"Ini kabar baik," kata Carlito Galvez yang berjuluk 'Tsar Vaksin' Filipina. Tetapi Filipina belum dapat membalas dan mencabut pembatasan perjalanan bagi mereka yang datang dari China, bahkan jika mereka telah divaksinasi, tambahnya.

Tjoe Sugiharto, sekretaris jenderal komite China di Kamar Dagang dan Industri Indonesia, menggambarkan aturan perjalanan baru China sebagai "perkembangan positif".

"Mudah-mudahan perdagangan bisa rebound dan kembali normal," ucapnya.

Filipina dan Indonesia mengandalkan vaksin yang dibuat oleh Sinovac dan Sinopharm dari China untuk menjalankan program vaksinasinya.

Malaysia tidak begitu bergantung pada vaksin China. Mereka telah memesan dosis Sinovac hanya untuk 18 persen dari populasinya. Namun, "diplomasi vaksin" China cukup berdampak positif.

Ibu rumah tangga Chung Su Lian, 55, berkata: "Saya tidak memiliki rencana untuk bepergian ke China dalam waktu dekat, tetapi saya berharap mendapatkan vaksin Sinovac karena menggunakan teknik yang telah terbukti."

Namun dia menambahkan: "Orang Malaysia tidak dapat memilih vaksin mana yang kami dapatkan, dan kami juga tidak dapat membelinya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Omset Bisnis Pemakaman China di Semarang, Hasilnya Bikin Geleng-Geleng

Omset Bisnis Pemakaman China di Semarang, Hasilnya Bikin Geleng-Geleng

Jawa Tengah | Selasa, 16 Maret 2021 | 14:26 WIB

Saingi Amerika, China Bakal Kirim Astronot Tinggal Lama di Bulan

Saingi Amerika, China Bakal Kirim Astronot Tinggal Lama di Bulan

Batam | Selasa, 16 Maret 2021 | 12:34 WIB

Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Data Ekonomi China yang Kuat

Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Data Ekonomi China yang Kuat

Bisnis | Selasa, 16 Maret 2021 | 07:44 WIB

Terkini

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:02 WIB

iQOO 16 Segera Meluncur, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Layar 165Hz

iQOO 16 Segera Meluncur, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Layar 165Hz

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Kabinet Bayangan Gelar Upacara Rakyat di Kendeng Pati

Kabinet Bayangan Gelar Upacara Rakyat di Kendeng Pati

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:59 WIB

21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa

21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:54 WIB

×