alexametrics

Gunung Berapi di Islandia Erupsi Setelah Tidur Selama 900 Tahun

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Gunung Berapi di Islandia Erupsi Setelah Tidur Selama 900 Tahun
Ilustrasi gunung api. (Pexels/Roberto Nickson)

Letusan ini dikenal sebagai letusan efusif, di mana lava mengalir dari tanah bukan letusan eksplosif yang memuntahkan abu ke langit.

Suara.com - Gunung Fagradalsfjall di Islandia, erupsi kembali setelah berada dalam tidur panjangnya selama 900 tahun. Menyadur CGTN Minggu (21/03), gunung dekat ibu kota Reykjavik ini meletus pada hari Jumat.

Awan merah menerangi langit malam dan zona larangan terbang diumumkan saat lava dan abu panas meluap dari Gunung Fagradalsfjall, sekitar 20 mil barat daya ibu kota.

Dari rekaman helikopter penjaga pantai, lahar mengalir dari celah di Geldingadalur, dekat Gunung Fagradalsfjall di semenanjung Reykjanes di barat daya Islandia

Bandara Internasional Keflavik Islandia dan pelabuhan nelayan Grindavik hanya berjarak beberapa kilometer dari gunung itu. Daerah itu tidak berpenghuni dan gunung meletus diprediksi tidak menimbulkan bahaya.

Baca Juga: Bikin Was-was, Ini Arti Mimpi Gunung Meletus

"Letusan dimulai di Fagradalsfjall di Geldingadalur sekitar pukul 20:45 WIB malam ini. Letusan itu dianggap kecil dan celah letusannya sekitar 500-700 meter. Lava itu berukuran kurang dari 1 kilometer persegi," kata Meteorologi Islandia.

Ilustrasi gunung meletus. (Shutterstock)

Petugas polisi dan penjaga pantai berjaga-jaga ke tempat kejadian, dan masyarakat disarankan untuk menjauh. Jalan utama dari ibu kota ke bandara Keflavik ditutup sementara pada hari Jumat.

Tidak ada laporan tentang hujan abu, meskipun tephra, fragmen batuan magma yang mengeras dan emisi gas diperkirakan terjadi.

Polisi memerintahkan penduduk yang tinggal di sebelah timur gunung meletus untuk menutup jendela mereka dan tinggal di dalam rumah karena risiko kemungkinan polusi gas yang terbawa angin.

Letusan terjadi di sistem vulkanik Krysuvik, yang tidak memiliki pusat gunung berapi. Letusan ini dikenal sebagai letusan efusif, di mana lava mengalir dari tanah bukan letusan eksplosif yang memuntahkan abu ke langit.

Baca Juga: Prosedur Penyelamatan Diri dari Bencana Alam, Banjir Hingga Gunung Meletus

Sistem Krysuvik tidak aktif selama 900 tahun terakhir, menurut Icelandic Meteorological Office, letusan terakhir di semenanjung Reykjanes terjadi hampir 800 tahun hingga 1.240 yang lalu.

Komentar