Profil Muchtar Pakpahan, Aktivis Buruh Sejak Zaman Soeharto

Farah Nabilla

Senin, 22 Maret 2021 | 18:54 WIB
Profil Muchtar Pakpahan, Aktivis Buruh Sejak Zaman Soeharto
Muchtar Pakpahan meninggal dunia (ist)

Suara.com - Indonesia kembali harus berduka karena salah satu tokoh buruh yang cukup terkenal di era Presiden Soeharto, Muchtar Pakpahan, menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu 21 Maret 2021 pukul 22.30 WIB. Profil Muchtar Pakpahan pun kembali dikenang masyarakat.

Muchtar Pakpahan sendiri meninggal dunia akibat penyakit kanker yang dideritanya. Beliau dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta.

Berikut profil Muchtar Pakpahan secara singkat untuk mengenang masa hidupnya yang penuh perjuangan untuk kaum buruh.

Profil Muchtar Pakpahan

Lahir di Bah Jambi II, Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara, Muchtar Pakpahan merupakan salah seorang pendiri Serikat Buruh Sejahtera Indonesia. SBSI ini sendiri didirikan pada tahun 1992, dan diketuai oleh beliau sejak berdiri hingga tahun 2003 lalu.

Hidup Muchtar Pakpahan sendiri erat dengan jeruji besi semasa ia aktif di serikat tersebut di era Presiden Soeharto. Setidaknya 3 kali sudah ia ditangkap aparat karena berbagai sebab terkait aktivitas buruh.

Pertama, pada Januari 1994, ia ditahan di Semarang. Kemudian pada Agustus 1994 ia kembali ditahan di Medan karena demonstrasi buruh, yang juga jadi demo buruh pertama di Indonesia.

Ketiga, ia kembali harus dipenjara pada Juli 1996 di LP Cipinang karena rangkaian disertasi yang ditulisnya. Meski demikian Muchtar Pakpahan tak pernah dikenang sebagai kriminal. Ia dipenjara akibat aktif memperjuangkan nasib buruh dan mengkritisi kebijakan pemerintah saat itu.

Karir Muchtar Pakpahan

baca juga

Jika dilihat kembali ke belakang, jejak karirnya dimulai pada tahun 1978 ketika ia mulai menjadi pengacara. Kemudian pada 1981 ia mengajar sebagai dosen Fakultas Hukum di Universitas HKBP Nommensen Medan.

Ia mulai aktif di organisasi kemasyarakatan sejak 1982 ketika menjadi aktivis Kelompok Studi Penyadaran dan Pendampingan Masyarakat.

Selanjutnya ia mengajar di UKI Jakarta sebagai dosen mulai 1986. Kemudian menjadi advokat mulai 1987, sekretaris eksekutif di LPBH FAS pada 1988, tenaga pengajar di Universitas Tujuh Belas Agustus Jakarta (1989) dan dosen pembimbing disertasi di FH UI (1994).

Cukup panjang perjalanan dan perjuangan beliau semasa hidup untuk kesejahteraan kaum buruh. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Demikian profil Muchtar Pakpahan.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia, Presiden KSPI: Berkali-kali Dipenjara

Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia, Presiden KSPI: Berkali-kali Dipenjara

Kaltim | Senin, 22 Maret 2021 | 13:46 WIB

Muchtar Pakpahan Meninggal, Presiden KSPI: Buruh Indonesia Berduka

Muchtar Pakpahan Meninggal, Presiden KSPI: Buruh Indonesia Berduka

News | Senin, 22 Maret 2021 | 12:42 WIB

Tokoh Buruh Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia

Tokoh Buruh Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia

News | Senin, 22 Maret 2021 | 11:29 WIB

Rocky Gerung Sebut Aktivis Buruh yang Ketemu Rizieq  Ngaku Radikal Atheis

Rocky Gerung Sebut Aktivis Buruh yang Ketemu Rizieq Ngaku Radikal Atheis

Kalbar | Senin, 16 November 2020 | 07:30 WIB

Aktivis Buruh Temui Habib Rizieq Curhat UU Ciptaker, Ini Kata Rocky Gerung

Aktivis Buruh Temui Habib Rizieq Curhat UU Ciptaker, Ini Kata Rocky Gerung

News | Minggu, 15 November 2020 | 21:27 WIB

Terkini

Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Kaji Detail Wacana Kopdes Merah Putih Kelola Pabrik CPO

Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Kaji Detail Wacana Kopdes Merah Putih Kelola Pabrik CPO

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak

Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Colors of Evil: Red, Mengupas Teka-Teki Kematian Tragis dan Duka Mendalam Seorang Ibu

Colors of Evil: Red, Mengupas Teka-Teki Kematian Tragis dan Duka Mendalam Seorang Ibu

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Sensus Ekonomi 2026 dan Dilema Menilai Kemiskinan dari Kepemilikan Aset

Sensus Ekonomi 2026 dan Dilema Menilai Kemiskinan dari Kepemilikan Aset

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026

Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:11 WIB

4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an

4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:10 WIB

LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir

LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba

Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:58 WIB

5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda

5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan

Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:50 WIB

×