Array

Eks Jubir Gus Dur: di Kabinet Jokowi Sedang Ada Lomba Coreng Wajah Bosnya

Rabu, 24 Maret 2021 | 14:18 WIB
Eks Jubir Gus Dur: di Kabinet Jokowi Sedang Ada Lomba Coreng Wajah Bosnya
Presiden Joko Widodo / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

Suara.com - Mantan Juru Bicara Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi memberi komentar tajam bagi kabinet Presiden Jokowi.

Melihat berbagai polemik yang ada, Adhie Massardi menyebut tampaknya dalam kabinet Jokowi sedang ada lomba mencoreng wajah.

Hal itu disampaikan Adhie Massardi lewat cuitan di jejaring Twitter pribadinya, @AdhieMassardi pada Selasa (23/3/2021).

"LOMBA CORENG. Tampaknya di kabinet J Widodo ini sedang ada lomba mencoreng wajah bosnya," tulisnya seperti dikutip Suara.com.

Adhie Massardi menyoroti berbagai masalah yang belakangan ini terjadi, termasuk soal korupsi bansos Eks Mensos Juliari P Batubara dan perebutan Partai Demokrat yang menyeret nama Moeldoko.

Cuitan Adhie Massardi soal Kabinet Jokowi (Twitter).
Cuitan Adhie Massardi soal Kabinet Jokowi (Twitter).

"Ada yang pakai Bansos Covid-19. Ada yang pakai Parpol curian. Dan lain-lain lah," tandasnya.

Eks Jubir Gus Dur tersebut menyematkan tautan berita yang mewartakan PDIP menyebut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi coreng muka Jokowi soal impor beras.

Sebagaimana diketahui, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai kebijakan Mendag Lutfi soal impor beras sebanyak 1 juta ton pada 2021 hanya akan mencoreng muka Presiden Jokowi.

Hasto Kristiyanto mengingatkan, sebagai seorang menteri, Lutfi tidak boleh mengabaikan Presiden Jokowi dan malah menjadi beban.

Baca Juga: Aneh, Stok Berlimpah Tapi Pemerintah Mau Impor Beras 1 Juta Ton

"PDI Perjuangan mengingatkan agar menteri sebagai pembantu presiden jangan menjadi beban presiden," kata Hasto kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Kata dia, kebijakan impor beras yang secara sepihak oleh Mendag Lutfi justru akan bertentangan dengan politik pangan Jokowi sebagai kepala negara.

"Memaksakan impor beras secara sepihak, tidak hanya bertentangan dengan politik pangan Presiden Jokowi, namun mencoreng muka Presiden Jokowi yang belum lama mengampanyekan gerakan cinta produksi dalam negeri," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hasto menyinggung soal adanya cara berpikir pragmatis untuk menglanggengkan segala cara meraup keuntungan dalam kebijakan impor. Menurutnya, cara berpikir tersebut harus ditinggalkan.

"Diperlukan cara berpikir baru yang disertai dengan langkah strategis yang konsisten agar kita bisa membalik keadaan dari importir menjadi eksportir beras," tandasnya.

Adapun soal impor beras belakangan ini mengundang pro dan kontra. Pasalnya, sejumlah petani dari sentra produksi padi mulai merasakan harga jual gabah kering panen anjlok di tengah wacana impor beras 1,5 juta ton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI