Array

Facebook: Peretas Cina Intai Muslim Uighur di Luar Negeri

Jum'at, 26 Maret 2021 | 10:39 WIB
Facebook: Peretas Cina Intai Muslim Uighur di Luar Negeri
DW

Suara.com - Facebook memblokir sekelompok peretas Cina yang menargetkan aktivis Uighur yang tinggal di luar negeri. Para peretas mengelabui target agar mengklik tautan yang telah dipasangi perangkat lunak perusak.

Perusahaan media sosial Facebook mengumumkan pada hari Rabu (24/03), peretas Cina menggunakan akun palsu untuk membobol informasi pribadi aktivis Uighur, jurnalis, dan pembelot.

Facebook mampu mendeteksi dan menghambat upaya peretasan tersebut dengan menghapus akun grup (jumlahnya kurang dari 100), memblokir domain malware, dan memberi tahu target bahwa akunnya sedang disusupi.

Target yang diintai para peretas berjumlah sekitar 500 akun muslim Uighur yang sekarang tinggal di Australia, Kanada, Kazakhstan, Suriah, Turki, dan Amerika Serikat (AS).

Uighur adalah kelompok minoritas muslim dari Cina barat laut. Lebih dari 1 juta orang Uighur diperkirakan ditahan di jaringan luas kamp "edukasi ulang", yang dikecam oleh banyak negara sebagai kampanye penindasan sistematis.

AS menyebut perlakuan Beijing terhadap Uighur sebagai "genosida". Diaspora Uighur terlibat dalam advokasi kepentingan komunitas mereka yang masih tertahan di Cina.

Upaya tersebut menyulut kemarahan pemerintah di Beijing.

Apa yang dilakukan para peretas?

Facebook melaporkan, para peretas membuat situs web menggunakan domain serupa dari situs berita Uighur populer untuk mengelabui target, agar mengklik tautan yang telah dipasangi perangkat lunak perusak.

Baca Juga: Aksi Solidaritas untuk Muslim Uighur di Kedubes China

"Kelompok ini menggunakan berbagai taktik spionase dunia maya untuk mengidentifikasi targetnya dan menginfeksi perangkat mereka dengan malware untuk memungkinkan pengintaian," kata unit spionase dunia maya Facebook.

Grup tersebut juga membuat situs web serupa seperti Google Play Store yang menawarkan aplikasi bertema Uighur yang berisi malware.

Facebook mengatakan malware itu tidak dibagikan langsung di platform, tetapi peretas membagikan tautan ke situs web berbahaya.

Siapa para peretasnya?

Investigasi Facebook menujukkan para peretas dikenal sebagai "Earth Empusa" atau "Mata Jahat" dalam industri keamanan siber.

"Kegiatan ini memiliki ciri khas operasi dengan sumber daya yang baik dan gigih sambil mengaburkan siapa yang berada di belakangnya," tambah laporan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI