Menteri Janji Tindak Aktivis Hindu Paksa Suster Katolik Turun dari Kereta

Siswanto, BBC

Jum'at, 26 Maret 2021 | 11:41 WIB
Menteri Janji Tindak Aktivis Hindu Paksa Suster Katolik Turun dari Kereta
BBC

Suara.com - Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, berjanji akan mengambil tindakan terhadap para aktivis Hindu, yang memaksa sekelompok suster Katolik turun dari kereta.

"Saya ingin meyakinkan warga Kerala bahwa pemerintahan pimpinan Partai Bhartiya Janata memegang kuasa di Uttar Pradesh. Tidak ada hal apapun yang perlu dikhawatirkan oleh warga Kerala," kata Shah saat berbicara di rapat umum, di Kerala, hari Kamis (25/03).

"Siapa pun yang tertuduh, siapa pun yang melakukan hal ini, Partai Bharatiya Janata akan memastikan bahwa mereka ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku secepat mungkin," katanya.

Insiden ini terjadi setelah sejumlah aktivis Hindu mengira suster-suster ini terlibat dalam kegiatan meminta warga untuk pindah agama.

Pihak gereja mengatakan para suster -- yang berasal dari Gereja Syro-Malabar di Kerala -- tengah mengadakan perjalanan dari Delhi ke Negara Bagian Odhisha pada Jumat (19/03) ketika aktivis-aktivis Hindu memaksa mereka turun dari kereta saat berada di Negara Bagian Uttar Pradesh.

Selain memaksa turun, para anggota ini juga melaporkan suster-suster tesebut ke polisi.

Baca juga:

Para pejabat gereja mengatakan suster-suster ini dilecehkan secara verbal.

Dikatakan pula, para aktivis Hindu "menyerang" beberapa remaja perempuan yang melakukan perjalanan bersama para suster.

baca juga

Surat kabar India, Hindustan Times, mengatakan para aktivis "mengira para suster memaksa beberapa remaja ini untuk pindah agama".

Serangan terhadap minoritas

Juru bicara gereja, Jerry Joseph, mengatakan aktivis-aktivis ini tidak mempercayai penjelasan para suster.

"Bahwa beberapa remaja perempuan yang melakukan perjalanan sejak lahir sudah menganut agama Kristen ... [para suster] diancam dan diperlakukan seolah-olah mereka adalah teroris," kata Joseph seperti dikutip Hindustan Times.

Polisi menginterogasi para suster selama beberapa jam sebelum membolehkan mereka untuk melanjutkan perjalanan.

Salah seorang suster kepada Hindustan Times mengatakan, "Ini pengalaman yang menakutkan."

"Mereka tidak peduli bahwa yang mereka hadapi adalah perempuan. Sekitar 150 aktivis mengelilingi kami dan mereka bertindak seakan-akan kami ini penjahat," kata salah seorang suster yang tidak bersedia disebut namanya.

Konferensi Uskup Kerala, KCBC, mengatakan insiden tersebut sama sekali tidak bisa diterima.

"Ribuan suster dan pastor terlibat dalam kegiatan kemanusiaan di seluruh penjuru negeri. Kami mendesak adanya intervensi tingkat tinggi," kata KCBC dalam satu pernyataan.

Banyak organisasi hak asasi manusia mengatakan perlakuan buruk, pelecehan dan serangan terhadap pemeluk agama minoritas dan kelompok-kelompok sosial yang termarjinalkan meningkat sejak partai Hindu nasionalis BJP naik ke kekuasaan pada 2014.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×