Jalan Salib Gereja Katedral Makassar Setelah Dibom: Iman Kami Makin Kuat

Reza Gunadha, BBC

Jum'at, 02 April 2021 | 13:23 WIB
Jalan Salib Gereja Katedral Makassar Setelah Dibom: Iman Kami Makin Kuat
Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/4/2021).

Suara.com - Pengurus dan jemaat Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, menegaskan imam mereka semakin kuat setelah keuskupan tersebut menjadi sasaran bom bunuh diri teroris, Minggu (28/3) pekan lalu.

Jumat (2/4/2021), katedral tersebut dipenuhi jemaat yang hendak mengikuti misa Jumat Agung sebagai rangkaian perayaan Paskah 2021.

Pada sesi ibadah Jalan Salib, jemaat yang hadir mengikuti ibadah secara lancar walau di tengah penjagaan yang ketat dari para petugas keamanan di gerbang, halaman, dan pintu masuk gereja.

Setelah jemaat selesai melaksanakan sesi ibadah Jalan Salib, menurut pantauan wartawan Darul Amri di Makassar untuk BBC News Indonesia, polisi kembali melakukan rekonstruksi ulang kasus bom bunuh diri.

Titik rekonstruksi ini berada di luar pagar gereja atau tepat di pertigaan Jalan Kajaolalido dan RA Kartini, tepat depan gerbang utama gereja Katedral.

Sehari sebelumnya, pada ibadah Kamis Putih (1/4), cukup banyak jemaat yang mengikuti prosesi ritual di gereja itu yang terbagi dalam dua sesi, yaitu sore dan malam.

Dengan tetap menjaga jarak dan memakai masker, para jemaat mengikuti keseluruhan ibadah di Gereja Kateral Makassar itu secara baik dan lancar, seperti yang terpantau dalam tayangan livestreaming dari akun LCD Katedral Makassar di YouTube.

Pihak gereja menyatakan bahwa rangkaian ibadah Tri Hari Suci pekan ini - yaitu Kamis Putih, Jumat Agung hingga Minggu Paskah - tetap diselenggarakan baik secara tatap muka maupun daring (online) agar tidak semua jemaat datang ke gereja di tengah pandemi.

Ini mengikuti anjuran dari Menteri Agama agar prosesi ibadah yang sudah direncanakan dan diumumkan itu agar tetap dijalankan sambil mengikuti protokol kesehatan.

baca juga

Di gerbang masuk, petugas keamanan bersama dengan kepolisian memeriksa setiap jemaat dan kendaraan yang memasuki kompleks gereja.

Dari trauma menjadi kuat iman

Yohanna (48) salah satu jemaat sekaligus relawan gereja Katedral Makassar mengaku kini semakin kuat imannya dalam jalan Tuhan pasca-kasus bom bunuh diri di depan Katedral, Minggu (28/3/2021).

Hari Kamis (1/4) Yohanna mengatakan dia dan beberapa jamaat serta relawan di gereja Katedral yang beralamat di poros Jl Kajaolalido Makassar ini telah menyiapkan diri ikut rangkaian ibadah tri hari suci.

"Iya [semakin kuat iman], karena waktu pasca-bom itu kan awalnya saja kita seperti merasa, 'Aduh bagaimana ini', karena kan kita lihat secara nyata, secara jelas bagaimana itu bom bunuh diri," katanya kepada wartawan Darul Amri.

Yohanna tidak memungkiri, sebagai manusia biasa tentu mengalami trauma mendalam atas kejadian tersebut. Baru kali ini dia menyaksikan dan merasakan langsung kasus bom bunuh diri itu.

"Yang namanya kita manusia ya, seumur-umur hidup tidak pernah dengar apalagi menyaksikan secara langsung namanya bom-bom begituan kita kan tidak pernah lihat, biasa kan selama ini kita selalu lihat cuma di televisi," kata Yohanna.

"Tapi ya berbalik lagi kembali ke iman kita jadi otomatis pada saat uskup mengatakan bahwa gereja akan tetap dibuka untuk tri hari suci, kami sebagai relawan siap," lanjutnya, sambil menyebutkan untuk misa pekan suci 2021 ini dilakukan dengan dua cara, yaitu online (live streaming) dan tatap muka.

Sejak bom bunuh diri itu, Gereja Katedral Makassar mendapat penjagaan ketat. Para anggota kepolisian rutin berjaga, juga beberapa petugas gereja dan pekerja tenda acara Paskah tetap melakukan tugas mereka.

Ibadah Paskah tetap dilakukan

Pastor Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak, mengungkapkan rangkaian ibadah pekan suci, yang dimulai dari Kamis Putih hingga puncak Perayaan Minggu Paskah, akan tetap dilaksanakan sesuai rencana.

Hal ini juga sesuai imbauan dari Menteri Agama agar seluruh kegiatan peribadatan yang direncanakan dan sudah diumumkan agar tetap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

"Jadi kami tetap menempuh dua pilihan, yaitu ibadah tatap muka dan ibadah virtual. Jadi, umat kami kasih pilihan, yang mau datang ke gereja dipersilakan dan begitu pula yang mau di rumah saja. Tentu kembali kepada masing-masing keluarga, masing-masing umat kami," ujar Wilhelmus.

Terkait keamanan, pihak gereja Katedral menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Pihak gereja sudah menyurati pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu terkait jaminan keamanan.

Untuk kapasitas di gereja Katedral, Pastor Wilhelmus Tulak mengungkapkan pihaknya akan membatasi jumlah jemaat yang hadir dalam rangka menerapkan protokol kesehatan seperti yang ditetapkan pemerintah.

"Tentu saja dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan. Gereja kami yang semula menampung kurang lebih 450 orang, untuk saat kami hanya bisa menampung 150 orang dan kalaupun mereka datang melebihi kapasitas (maka) kami akan menampung di aula," tambahnya.

Kosmas "Jadi Inspirasi" Jemaat

Kisah penjaga keamanan gereja Katedral, Kosmas Balembang, disebutkan sebagai penguat dan inspirasi para jemaat. Kosmas, yang kini masih terbaring di rumah sakit Bhayangkara karena menderita luka-luka, berusaha mengadang dua pelaku bom bunuh diri saat kejadian.

Ketua panitia Paskah 2021 Gereja Katedral Makassar, Brilian Armando, menganggapnya sebagai keajaiban karena Kosmas bisa saja turut jadi korban tewas saat kejadian, posisinya sangat dekat dan coba mengadang pelaku.

"Iya, karena kan mungkin teman-teman tahu sendiri bagaimana penjaga gereja itu, Pak Kosmas, sangat dekat dengan lokasi kejadian dan secara akal sehat harusnya saat itu dia sudah meninggal," kata Brilian di luar halaman Katedral.

"Tapi ajaibnya kan dia selamat, maksudnya itu (kisah kosmas) yang menguatkan umat di sini bahwa Tuhan yang kita yakini itu akan melindungi kita dari hal-hal jahat, kira-kira begitu," lanjut Brilian.

Saat bom bunuh diri terjadi, Brilian bersama sesama panitia Paskah beserta jemaat lainnya tengah berada di dalam Katedral, bahkan dia sempat kejatuhan plafon.

Agar tidak membuat panik para jemaat, Brilian berusaha tetap kuat. Dia beranjak keluar gereja untuk memastikan situasi baik-baik saja.

"Kebetulan pada saat kejadian memang saya ada di dalam dan kondisinya pada saat di dalam itu saya memang kejatuhan plafon.

"Setelah kejadian itu kan saya keluar dan saya memang lihat pemandangannya kan kurang enak ya," cerita Brilian.

"Tapi maksudnya saya berusaha untuk tidak panik, karena saya panik kasihan juga yang perempuan, kan perempuan di dalam (gereja) itu sudah pada menangis semua, jadi saya berusaha menunjukkan kalau saya tidak panik," tambahnya.

Pengamanan Ketat

Sementara itu, puluhan petugas kepolisian dari Satuan Brimob Polda Sulsel disebar di beberapa titik dalam halaman Katedral, dan luar halaman gereja di Jalan Kajaolalido.

Brilian memastikan sebagian besar jemaat tidak terpengaruh insiden itu. Buktinya, mereka memenuhi gereja hingga sampai ke halaman atau di tenda yang disiapkan saat ibadah Kamis Putih.

"Mereka percaya dengan kepolisian untuk mengusut kasus ini. Kalau saya pribadi melihat tidak terganggu," jelas Brilian Armando.

Untuk memastikan keamanan, Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar mengerahkan 1.600 personel gabungan yang disebar di 170 gereja di Makassar termasuk juga di gereja Katedral.

"Ya intinya kita melibatkan kekuatan kita 1.600 untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan ibadah Paskah, kita dibantu juga perkuatan dari Polda, baik itu Brimob maupun Sabhara termasuk juga rekan-rekan TNI," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Imam Istiqlal ke Gereja Katedral: Pastikan Saudara Kami Tenang Beribadah

Imam Istiqlal ke Gereja Katedral: Pastikan Saudara Kami Tenang Beribadah

News | Jum'at, 02 April 2021 | 13:06 WIB

Ibadah Misa Jumat Agung di Gereja Immanuel

Ibadah Misa Jumat Agung di Gereja Immanuel

Foto | Jum'at, 02 April 2021 | 13:04 WIB

Seberapa Besar Dampak Aksi Teror Menguji Toleransi Antarumat Beragama?

Seberapa Besar Dampak Aksi Teror Menguji Toleransi Antarumat Beragama?

News | Jum'at, 02 April 2021 | 13:02 WIB

Kenapa Peringatan Wafat Yesus Sering Disebut Jumat Agung? Ini Penjelasannya

Kenapa Peringatan Wafat Yesus Sering Disebut Jumat Agung? Ini Penjelasannya

Your Say | Jum'at, 02 April 2021 | 12:45 WIB

Polisi Bersenjata Jaga Gereja di Karimun untuk Ibadah Paskah

Polisi Bersenjata Jaga Gereja di Karimun untuk Ibadah Paskah

Batam | Jum'at, 02 April 2021 | 12:27 WIB

Pengamanan saat Ibadah Jumat Agung di Gereja Immanuel

Pengamanan saat Ibadah Jumat Agung di Gereja Immanuel

Foto | Jum'at, 02 April 2021 | 12:49 WIB

Dibatasi, Gereja Katedral Hanya Siapkan 309 Kursi JemaatIbadah Jumat Agung

Dibatasi, Gereja Katedral Hanya Siapkan 309 Kursi JemaatIbadah Jumat Agung

News | Jum'at, 02 April 2021 | 12:06 WIB

6 Tradisi Unik Jumat Agung dari Berbagai Belahan Dunia

6 Tradisi Unik Jumat Agung dari Berbagai Belahan Dunia

Lifestyle | Jum'at, 02 April 2021 | 12:02 WIB

Ibadah Jumat Agung, Gerbang Gereja Katedral Dijaga Kendaraan Tempur TNI

Ibadah Jumat Agung, Gerbang Gereja Katedral Dijaga Kendaraan Tempur TNI

News | Jum'at, 02 April 2021 | 11:19 WIB

Efek Teror Bom, Polresta Denpasar Perketat Keamanan 108 Gereja Jelang Pakah

Efek Teror Bom, Polresta Denpasar Perketat Keamanan 108 Gereja Jelang Pakah

Bali | Jum'at, 02 April 2021 | 10:48 WIB

Terkini

Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala

Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!

Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:19 WIB

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:11 WIB

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang

Jogja | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:59 WIB

5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian

5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:58 WIB

4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan

4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak

Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak

Jogja | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah

Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Punya Aset Jumbo

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Punya Aset Jumbo

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×