Seberapa Besar Dampak Aksi Teror Menguji Toleransi Antarumat Beragama?

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 02 April 2021 | 13:02 WIB
Seberapa Besar Dampak Aksi Teror Menguji Toleransi Antarumat Beragama?
DW

Suara.com - Serangkaian aksi teror jelang Paskah terjadi di beberapa daerah sehingga memicu perdebatan dan sikap saling menyalahkan. Namun, bagaimana jika ternyata aksi bom bunuh diri itu justru bisa mempererat hubungan antarumat?

Tidak akan ada yang mengira aksi teror kembali menghantui masyarakat Indonesia. Kebahagiaan umat Kristiani yang baru saja selesai menjalani ibadah Misa Palma di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, terusik dan dirusak oleh aksi bom bunuh diri.

Setidaknya 20 jemaah menderita luka-luka. Orang-orang yang tidak berdosa kembali menjadi korban dari tindakan tafsir keagamaan yang sempit oleh pelaku LL dan EM.

Lalu sebenarnya siapa yang harus disalahkan?  Siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden yang berulang seperti ini?

Terorisme adalah terorisme, ucap Romo Benny Susetyo. "Memang itu arahnya mau adu domba, tetapi dalam sejarah kita, teror itu tidak membuat retak hubungan antaragama, justru mempererat,” katanya kepada DW.

Tidak sedikit yang menyalahkan agama tertentu atas insiden akhir pekan lalu. Namun, bukankah sudah sepatutnya masyarakat Indonesia sadar dan paham bahwa terorisme adalah musuh semua orang?

"Mengapa dia ledakan di Katedral? Supaya mendapatkan perhatian internasional. Jadi kita jangan terjebak dengan mereka, jangan takut dan khawatir berlebihan, tetapi bagaimana kita sekarang sadar betul bahwa terorisme musuh kemanusiaan, musuh setiap agama, dan kita sekarang tidak boleh lagi multi tafsir,” tambah pastor pengusung gerakan moral bangsa itu.

Takdir Kosmas bertemu pelaku teror bom

Adalah Kosmas Balalembang, pengatur parkir di Gereja Katedral Makassar yang berjasa besar, dengan tegas menghadang motor pelaku serangan bom bunuh diri, agar tidak masuk ke areal gereja.

baca juga

Hari itu (28/03), Kosmas dihadapkan pada kejadian yang tidak akan dia lupakan seumur hidupnya.

Jika saja ketika itu dia tidak menghadang motor pelaku di depan gerbang gereja, kemungkinan besar insiden bom bunuh diri itu akan memakan lebih banyak korban.

Sebelumnya tidak ada yang mengenal sosok Kosmas, selain keluarga, teman, dan tetangga yang tinggal di sekitar rumahnya.

Pria berusia 51 tahun itu berprofesi sebagai karyawan tata usaha di salah satu SMP Katolik di Makassar. Berdasarkan data yang telah dihimpun detikcom, bapak satu anak itu ditugaskan Gereja Katedral Makassar untuk membantu mengarahkan parkiran hingga menjaga keamanan tempat ibadah, setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 20.00 WITA.

Dia dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab selama menjalankan tugasnya.

Pujian dan dukungan dari pejabat tinggi hingga masyarakat umum mengalir untuk aksi heroik yang telah dilakukan Kosmas.

Berkat nyalinya, ratusan jemaah yang masih berada di dalam gedung dan sejumlah jemaah lainnya di area luar gedung terselamatkan.

Namun, akibat aksinya menghadang pelaku teror bom itu, Kosmas harus mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian tangan dan badan.

Kondisi terkini mengungkapkan lukanya berangsur pulih, tetapi masih membutuhkan perawatan intensif.

Peribahasa "apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai” sesuai menggambarkan kondisi Kosmas saat ini.

Atas jasanya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menawarkan anak Kosmas untuk menjadi polisi sebagai bentuk apresiasi karena telah melarang pasutri bomber masuk ke area dalam gereja.

"Iya (anak laki-laki Kosmas ditawari Kapolri menjadi polisi). Itu sebagai apresiasi Kapolri terhadap keberanian Pak Kosmas,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam (31/03).

"Kalau saja tidak ada orang seperti Pak Kosmas itu ceritanya akan berbeda.”

Semoga damai menyertai semua umat Luka dan trauma yang ditimbulkan bisa jadi sulit atau bahkan hilang dari pikiran para penyintas.

Keinginan umat Kristen di seluruh Indonesia untuk merayakan hari Jumat Agung (02/04) sedikit banyak terpengaruh kejadian di Makassar.

Namun, pemerintah memastikan akan memberikan pengamanan terbaik untuk mengantisipasi aksi teror lanjutan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengatakan pengamanan pada hari raya Paskah telah ditingkatkan dan melibatkan pasukan gabungan dari Polri, TNI, serta dibantu ormas setempat.

"Untuk Kota Makassar khususnya Katedral yang kemarin (28/03) terjadi insiden peledakan bunuh diri juga tetap melaksanakan ibadah Paskah. Jadi tidak ada penutupan,” ungkapnya saat dihubungi DW hari Kamis (01/04).

Pastur Gereja Katedral, Wilhelmus Tulak, memastikan kegiatan ibadah besok (02/04) akan tetap berlangsung.

"Bahwa perayaan pekan suci yang memuncak pada malam Paskah yaitu hari Sabtu malam (03/04) dan hari Paskah, Minggu (04/04) akan tetap jalan sesuai dengan rencana.”

Romo Benny juga mengimbau bagi siapapun yang akan merayakan hari Paskah untuk tidak cemas beribadah di gereja.

"Umat Kristiani tidak perlu takut dan khawatir. Tidak perlu takut, jalani kegiatan-kegiatan seperti biasa. Jangan takut, jangan khawatir, Tuhan beserta kita.” (ha/na/as)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri

Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Ancaman Serius Bagi Toleransi Beragama! DPR Kecam Penolakan Gereja di Palu

Ancaman Serius Bagi Toleransi Beragama! DPR Kecam Penolakan Gereja di Palu

News | Sabtu, 26 September 2026 | 12:04 WIB

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Fenomena 'No Viral, No Justice' dalam Kasus Rumah Ibadah: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:58 WIB

Momen Putri Victoria Saksikan Harmoni Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Momen Putri Victoria Saksikan Harmoni Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 07:00 WIB

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:19 WIB

Keluarga Muslim Lindungi Tetangga Tionghoa saat Tragedi 98, Dihadiahi Tanah 13 Tahun Kemudian

Keluarga Muslim Lindungi Tetangga Tionghoa saat Tragedi 98, Dihadiahi Tanah 13 Tahun Kemudian

Entertainment | Senin, 08 Juni 2026 | 14:31 WIB

Masih Banyak yang Menganggap Sama, Apa Bedanya Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus?

Masih Banyak yang Menganggap Sama, Apa Bedanya Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus?

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:37 WIB

Mahasiswa UBSI Gelar Penyuluhan Toleransi Beragama di TPQ Aulia

Mahasiswa UBSI Gelar Penyuluhan Toleransi Beragama di TPQ Aulia

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:37 WIB

Log In: Mengetuk Pintu Toleransi Tanpa Harus Salah Paham

Log In: Mengetuk Pintu Toleransi Tanpa Harus Salah Paham

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:57 WIB

Terkini

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Bogor | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan

Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan

Sumut | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:31 WIB

×