Kemendikbud Soroti Kesantunan Pelajar Manfaatkan Media Digital

Fabiola Febrinastri

Senin, 05 April 2021 | 14:22 WIB
Kemendikbud Soroti Kesantunan Pelajar Manfaatkan Media Digital
Plt.Balitbangbuk, Totok Suprayitno. (Dok : Kemendikbud)

Suara.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak), menyelenggarakan Webinar Diskusi Kebijakan Tematik “Krisis Kesantunan dan Pemanfaatan Media Digital pada Pelajar dan Mahasiswa”,  Rabu (31/3/2021). Acara ini diadakan untuk meningkatkan kesantunan pelajar dan mahasiswa dalam pemanfaatan media digital.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukaan (Balitbangbuk), Totok Suprayitno mengatakan bahwa salah satu disrupsi digital yang kurang mendapat penanganan serius adalah kesantunan dan karakter.

“Isu kesantunan dan karakter ini saya kira juga bagian dari disrupsi digital, bahkan bisa menjadi sangat permanen dan fundamental sehingga sangat penting menjadi bagian dari program pendidikan kita,” ungkapnya, saat memberikan sambutan secara daring.

Totok melanjutkan bahwa sebagaimana kita ketahui elemen inti (the core of element) dari pendidikan adalah karakter. Lebih lanjut, ia merujuk pada kutipan yang mengatakan education without character is not education at all.

“Kalau elemen inti dari pendidikan itu disruptif, kemudian kita menganggap bahwa seolah-olah itu tidak ada, itu saya kira sebuah kesalahan besar,” imbuhnya.

Perubahan sistem nilai dalam hal kesopanan, baik atau tidak baik, semestinya kata Totok, ada pijakan yang lebih jelas. Hal itu mengingat Indonesia sarat keragaman budaya.

“Boleh Anda mengglobal, bergaul dengan siapa pun, tetapi pijakan niai-nilai ke-Indonesiaan-nya jangan dilupakan, jangan terbawa arus apalagi yang negatif,” tutur Totok.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Balitbangbuk Kemendikbud, Irsyad Zamjani mengatakan bahwa salah satu hal yang mendorong diskusi ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh Microsoft di Asia Pasifik, yang secara ringkas mengatakan bahwa tingkat kesantunan digital (digital civility) dari masyarakat Indonesia paling rendah se-Asia Tenggara.

“Hasil survei dari Microsoft, salah satunya menunjukkan bahwa tingkat kesantunan kita dalam konteks digital itu kurang menggembirakan, tentu saja ini sangat debatable karena di media massa dan media sosial itu cukup mengundang pro dan kontra terhadap hasil dari survei Microsoft ini, tetapi kita dapat mengambil sebagai bahan masukan, terutama untuk memperkuat pendidikan karakter dalam konteks kebijakan di Kemendikbud,” ujarnya.

Irsyad menambahkan bahwa media sosial telah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Untuk itu, kesantunan dalam memanfaatkan media digital, khususnya media sosial perlu ditekankan dalam pendidikan karakter, terutama di zaman digital saat ini.

baca juga

Anjuran bagi Pelajar dan Mahasiswa agar Santun Manfaatkan Media Digital
Pada kesempatan yang sama, Education Lead Microsoft Indonesia, Benny Kusuma mengatakan bahwa ada empat hal yang dianjurkan dalam pemanfaatan media digital. Hal inilah yang menjadi tantangan dari Microsoft dan ditanyakan kepada para responden survei Digital Civility Index Microsoft 2020, diantaranya adalah penerapan aturan untuk saling menghargai dan menghormati orang lain sebelum merespons; menghormati adanya perbedaan; sebelum menjawab atau merespons, berhenti sejenak, di Indonesia populer dengan istilah tabayyun; serta bagaimana kita membela diri kita sendiri dan orang lain saat kita melihat ada seorang atau pihak yang dilakukan secara tidak adil dan tidak benar.

Benny Kusuma menambahkan bahwa survei tersebut dibagi menjadi dua kategori. Pertama, dewasa yang berumur 18 - 74 tahun. Kedua, remaja yang berumur 13 -17 tahun. Selanjutnya, terdapat empat pertanyaan yang ditambahkan pada survei yang dilakukannya.

Pertama, nilai secara keseluruhan dari kesantunan digital yang dialami oleh responden. Kedua, apakah ada perundungan, kata-kata kasar yang diterima secara daring, baik lingkup ruang kerja atau di luar lingkup ruang kerja dan anak-anak di lingkup sekolah dan luar sekolah.

Ketiga, organisasi mana yang menurut mereka memberikan kontribusi terhadap perbaikan tingkat kesantunan secara daring. Keempat dampak dari Covid-19 terhadap tingkat kesantunan tersebut.

Benny Kusuma mengungkapkan hasil yang menggembirakan, di mana remaja yang berusia 13 - 17 tahun memiliki tingkat kesantunan yang cenderung lebih tinggi dibandingkan segmen usia lainnya. Para remaja dinilai berani menerapkan empat anjuran dalam pemanfaatan media sosial.

“Karena anak-anak itu lebih bisa menghargai privasi orang lain, membela diri ketika diserang secara daring, berhenti sebelum merespons untuk memikirkan benar tidaknya, dan menghargai perbedaan pendapat,” ungkap Benny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru SLB dan SMK Bisa Mendaftar Program Guru Penggerak Angkatan 4

Guru SLB dan SMK Bisa Mendaftar Program Guru Penggerak Angkatan 4

News | Jum'at, 02 April 2021 | 12:07 WIB

Belajar Tatap Muka Terbatas Penting untuk Tekan Dampak Sosial Negatif

Belajar Tatap Muka Terbatas Penting untuk Tekan Dampak Sosial Negatif

News | Jum'at, 02 April 2021 | 11:59 WIB

Viral Ibu Semangati Anak saat Lomba, Aksinya Bikin Warganet Terharu

Viral Ibu Semangati Anak saat Lomba, Aksinya Bikin Warganet Terharu

Video | Kamis, 01 April 2021 | 20:49 WIB

Kementan Raih Silver Winner Sub Kategori Media Sosial

Kementan Raih Silver Winner Sub Kategori Media Sosial

News | Kamis, 01 April 2021 | 08:43 WIB

Dorong Akselerasi PTM, Pemerintah Umumkan SKB Empat Menteri

Dorong Akselerasi PTM, Pemerintah Umumkan SKB Empat Menteri

News | Rabu, 31 Maret 2021 | 16:24 WIB

Kemendikbud: Sekolah Wajib Tatap Muka Jika Tenaga Pendidik Sudah Vaksinasi

Kemendikbud: Sekolah Wajib Tatap Muka Jika Tenaga Pendidik Sudah Vaksinasi

Lifestyle | Selasa, 30 Maret 2021 | 13:19 WIB

Terkini

Polisi Makassar 'Geruduk' Balai Kota Blitar: Buru Keterangan Wawali Elim Soal Utang Pileg Rp214 Juta

Polisi Makassar 'Geruduk' Balai Kota Blitar: Buru Keterangan Wawali Elim Soal Utang Pileg Rp214 Juta

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Wacana Dukungan 2 Fraksi untuk Capres, Peluang Anies Makin Berat dan Gerak Kubu Jokowi Tertutup

Wacana Dukungan 2 Fraksi untuk Capres, Peluang Anies Makin Berat dan Gerak Kubu Jokowi Tertutup

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Review Buku Nadira: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Luka

Review Buku Nadira: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Luka

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Belajar Menjaga Sungai dari Tradisi Lubuk Larangan Malako Kociak

Belajar Menjaga Sungai dari Tradisi Lubuk Larangan Malako Kociak

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Dilema Gaji UMR vs Gaya Hidup: Kenapa Bekerja Keras Rasanya Cuma Buat Numpang Lewat?

Dilema Gaji UMR vs Gaya Hidup: Kenapa Bekerja Keras Rasanya Cuma Buat Numpang Lewat?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:28 WIB

DPR Sentil Penanganan Bencana Solok: Jangan Sibuk Cari Solusi Setelah Bencana Terjadi!

DPR Sentil Penanganan Bencana Solok: Jangan Sibuk Cari Solusi Setelah Bencana Terjadi!

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:27 WIB

Special Day Cream Viva Manfaatnya untuk Apa? Krim Legendaris Cuma Rp7 Ribuan

Special Day Cream Viva Manfaatnya untuk Apa? Krim Legendaris Cuma Rp7 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:27 WIB

Purbaya dan Perry Tak Lagi Menjabat, Uang Rupiah Bertanda Tangannya Tetap Laku?

Purbaya dan Perry Tak Lagi Menjabat, Uang Rupiah Bertanda Tangannya Tetap Laku?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 14:24 WIB

Wajib Coba! Intip Spot Nongkrong Baru di Kemayoran: Ada Donat Jepang dan Pancake Fluffy

Wajib Coba! Intip Spot Nongkrong Baru di Kemayoran: Ada Donat Jepang dan Pancake Fluffy

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:22 WIB

Kenalan dengan Saham Apple (AAPL), Salah Satu Saham Teknologi Populer Dunia

Kenalan dengan Saham Apple (AAPL), Salah Satu Saham Teknologi Populer Dunia

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 14:20 WIB

×