Simbol Darah, Demonstran Myanmar Semprot Cat Merah untuk Protes

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 07 April 2021 | 19:14 WIB
Simbol Darah, Demonstran Myanmar Semprot Cat Merah untuk Protes
Seorang pengunjuk rasa memegang tanda dengan gambar pemimpin sipil Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi (kanan) dan presiden Win Myint selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [YE AUNG THU / AFP]

Suara.com - Demonstran di Myanmar memiliki banyak cara untuk protes kudeta militer, termasuk menyemprotkan cat merah di jalanan kota Yangon pada hari Selasa (06/04).

Menyadur Channel News Asia Rabu (07/04) cat merah dipakai untuk mengingatkan junta militer bahwa tangan mereka berlumuran darah ketika krisis terjadi berlarut-larut tanpa akhir.

Beberapadari mereka menyerukan boikot Festival Air Thingyan minggu depan, yang menandai tahun baru umat Buddha.

Selebaran yang menyerukan pelarangan didistribusikan di Yangon, mengatakan itu akan menjadi tanda belas kasih bagi keluarga mereka yang terbunuh.

Sejak pagi, demonstran sudah sibuk menyemprot cat merah di kota Yangon. Mereka juga mewarnai trotoar, jalan, dan halte bus dengan cat merah sebagai protes atas tindakan keras pasukan keamanan.

Pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [YE AUNG THU / AFP]
Pengunjuk rasa mengacungkan salam tiga jari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (6/2/2021). [YE AUNG THU / AFP]

"Darahnya belum kering," kata salah satu pesan dengan warna merah.

"Jangan membunuh orang hanya untuk gaji kecil serendah harga makanan anjing," kata pesan di halte bus.

Beberapa pengunjuk rasa menyebut gerakan mereka sebagai "revolusi musim semi", yang ditandai dengan pawai jalanan, tindakan unik pemberontakan tanpa kekerasan, dan kampanye pembangkangan sipil yang bertujuan melumpuhkan aparat pemerintah.

Protes lain yang dijadwalkan Rabu menyerukan pembakaran barang-barang buatan China. Banyak pengunjuk rasa yang menentang China karena dianggap mendukung junta.

baca juga

Sekitar 570 warga Myanmar tewas dalam dua bulan terakhir dan pasukan keamanan telah menangkap hampir 3.500 orang, dengan sekitar empat perlima dari mereka masih ditahan, kata kelompok advokasi Asosiasi Tahanan Politik (AAPP).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Kunjungan PM Narendra Modi, Empat Demonstran di Bangladesh Tewas

Tolak Kunjungan PM Narendra Modi, Empat Demonstran di Bangladesh Tewas

News | Sabtu, 27 Maret 2021 | 16:03 WIB

Sebut Darah Demonstran Halal, AMP Laporkan Kaporlesta Malang ke Mabes

Sebut Darah Demonstran Halal, AMP Laporkan Kaporlesta Malang ke Mabes

Video | Kamis, 11 Maret 2021 | 15:22 WIB

Kunjungi Tepi Barat, Mike Pompeo Disambut Demonstran Palestina

Kunjungi Tepi Barat, Mike Pompeo Disambut Demonstran Palestina

News | Jum'at, 20 November 2020 | 09:49 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×