alexametrics

Buka Sekolah Tak Berbasis Sains, Ahli: Bikin Epidemolog Dunia Geleng Kepala

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Buka Sekolah Tak Berbasis Sains, Ahli: Bikin Epidemolog Dunia Geleng Kepala
Sekolah Tatap Muka (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Selain itu, laju penularan atau positivity rate Covid-19 di Indonesia masih 18,6 persen, jauh dari standar aman Badan Kesehatan Dunia (WHO) 5 persen.

Suara.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai strategi penanganan pandemi Covid-19 terkait pembukaan sekolah terbatas di Indonesia tidak berbasis sains.

Dicky menjelaskan sekolah seharusnya menjadi tempat terakhir yang ditutup karena pandemi dan yang pertama dibuka jika situasi sudah terkendali, namun hal itu tidak dilakukan pemerintah Indonesia.

"Ini yang tidak terjadi di Indonesia, jadi strategi kita belum berbasis sains, ironisnya ketika bioskop-mal semua buka, sekolah tutup, ini tidak tepat secara sains, tanyakan ke ahli epidemiologi di seluruh dunia juga akan geleng-geleng kepala," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Jutaan Warga Belum Divaksin, DPR Sebut Tindakan Anies Buka Sekolah Berisiko

Selain itu, laju penularan atau positivity rate Covid-19 di Indonesia masih 18,6 persen, jauh dari standar aman Badan Kesehatan Dunia (WHO) 5 persen.

Hal ini dikhawatirkan akan membahayakan anak-anak di sekolah, lalu berujung penularan ke orang dewasa yang lebih rentan.

"Test positivity rate harus dibawah 5 persen dalam tujuh hari berturut-turut," tegasnya.

Dicky juga menyebut pembukaan sekolah harus benar-benar mengikuti protokol kesehatan yang ketat, belajar belum bisa dilakukan penuh sehingga perlu adanya pembelajaran campuran (online-offline), dan tidak bisa seminggu penuh masuk sekolah.

Salah satu siswa di SDN  SDN 07 Ciracas, Jakarta Timur saat mengikuti sekolah tatap muka. (Suara.com/Fakhri)
Salah satu siswa di SDN SDN 07 Ciracas, Jakarta Timur saat mengikuti sekolah tatap muka. (Suara.com/Fakhri)

SKB Empat Menteri

Baca Juga: Mengintip Uji Coba Perdana Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Diketahui, keputusan pembelajaran tatap muka di sekolah sudah diserahkan kepada kepala daerah sejak Januari 2021 lalu dengan berbagai protokol kesehatan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang sekolah tatap muka 2021.

Komentar