Cerita Sopir Bus Pengantar Pasien Covid: Ikhlas Mati Demi Nyawa Orang Lain

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 08 April 2021 | 18:59 WIB
Cerita Sopir Bus Pengantar Pasien Covid: Ikhlas Mati Demi Nyawa Orang Lain
Ilustrasi---Petugas memakai alat pelindung diri bersiap menjemput pasien tanpa gejala menggunakan bus sekolah di Posko Gabungan PSBB dan Gakplin Protkes, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (24/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pada awal Covid-19 masuk ke Indonesia, berlanjut dengan angka kasus yang meninggi, khususnya di Ibu Kota, membuat pemerintah DKI Jakarta mengalih fungsikan bus sekolah untuk armada mengevakuasi pasien Covid-19.

Adalah Sukoco petugas dari Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menjadi sopir bus sekolah yang pertama kali mengevakuasi pasien Covid-19. 

Pengalaman pertamanya itu terjadi pada Maret 2020, saat awal Covid-19 masuk ke Tanah Air. Saat itu pengetahuan masyarakat masih terbatas tentang Covid-19, sehingga menyebabkan kepanikan dan kekhawatiran di mana-mana.

Bersamaan dengan hal itu, Sukoco harus melaksanakan tugasnya, mengevakuasi warga negara Arab Saudi yang terpapar Covid-19 dari sebuah hotel di Senayan, Jakarta Selatan.

“Kalau tidak salah itu kami evakuasi orang Arab Saudi, itu posisi mereka positif. Kami evakuasi saat itu di Senayan sekitar 11 orang,” kata Sukoco saat ditemui Suara.com di kantor UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/4/2021). 

Sukoco, sopir bus sekolah yang mengangkut pasien Covid-19 saat ditemui di kantor Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta. (Suara.com/Yaumal)
Sukoco, sopir bus sekolah yang mengangkut pasien Covid-19 saat ditemui di kantor Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta. (Suara.com/Yaumal)

Ketika itu Sukoco tidak bisa mengelak, karena itu merupakan tuntutan pekerjaan yang harus dijalankan. 

“Awalnya memang takut. Karena ditunjuk kami harus mau, namanya tugas ya harus mau. Dikasih tugas oleh pimpinan harus kita laksanakan. Apalagi itu untuk kepentingan bersama, saya ikhlas,” ujar Sukoco.

Perdana mengangkut pasien Covid-19, buka suatu hal mudah. Terlebih dengan alat pelindung diri (APD) yang digunakan menghambat ruang gerak Sukoco saat itu. Bahkan karenanya panas APD, sepanjang perjalanan keringatnya bercucuran sangat deras. 

“Keringat bercucuran, SOP-nya AC enggak boleh nyalakan dan itu pakai APD lengkap, kelihatan mata saja. Kacamata berembun air semua itu. Jadi pandangan kita agak kabur itu. Saya mau melepas kacamata juga takut, ya jadi harus konsentrasi itu,” ujar Sukoco mengenang tugasnya itu. 

baca juga

Pada saat perjalanan, untuk menenangkan pikirannya, dia memotivasi dirinya sendiri, meyakinkan tindakan yang dilakukannya adalah untuk kemanusian dan menolong sesama. 

Petugas memakai alat pelindung diri melakukan penguapan menggunakan liquid disinfektan pada bagian dalam bus sekolah di Posko Gabungan PSBB dan Gakplin Protkes, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (24/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas memakai alat pelindung diri melakukan penguapan menggunakan liquid disinfektan pada bagian dalam bus sekolah di Posko Gabungan PSBB dan Gakplin Protkes, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (24/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

“Saat itu yang saya pikirkan, Kalau saya meninggal karena corona, mungkin sudah ditakdirkan, Cuma saya meninggal menolong orang lain. Mungkin pada saat itu, kalau saya meninggal dalam posisi menolong orang lain,” ujar Sukoco dengan mata yang berkaca - kaca. 

Beruntung, tugasnya mengevakuasi pasien Covid-19 saat itu berjalan lancar. 

“Alhamdulillah berjalan lancar, dari Senayan kami sampai di Wisma Atlet,” ujar Sukoco. 

Mengantarkan pasien Covid-19, jujur diakuinya membuatnya sangat khawatir, terlebih saat mengingat keluarganya. Namun, agar tidak terbebani, saat diperintahkan untuk melakukan evakuasi, dia tidak memberitahukan keluarganya dan istri yang ketika itu masih menjadi kekasihnya.

“Sebelumnya enggak izin, sesudah evakuasi baru ngomong, biar tenang. Kalau saya ngomong duluan takut mereka khawatir, saya jadi kepikiran. Ya sudah saya berdoa saja, semoga tidak terjadi apa-apa,” ujarnya mengenang momennya itu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah yang Sempat Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di DKI Tak Dibuka

Sekolah yang Sempat Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di DKI Tak Dibuka

News | Kamis, 08 April 2021 | 18:05 WIB

Bus Sekolah Jakarta Sudah Angkut 24 Ribu Pasien Covid-19

Bus Sekolah Jakarta Sudah Angkut 24 Ribu Pasien Covid-19

News | Kamis, 08 April 2021 | 15:39 WIB

Zona Merah Kantor Bus Sekolah DKI: 58 Orang Positif Corona, Satu Meninggal

Zona Merah Kantor Bus Sekolah DKI: 58 Orang Positif Corona, Satu Meninggal

News | Kamis, 08 April 2021 | 14:53 WIB

Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona

Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona

Jakarta | Kamis, 08 April 2021 | 13:47 WIB

Terkini

Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan

Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

×