Ketua IDI: Dukungan Politikus ke Vaksin Nusantara Tak Ada Artinya

Reza Gunadha, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 17 April 2021 | 13:54 WIB
Ketua IDI: Dukungan Politikus ke Vaksin Nusantara Tak Ada Artinya
Ketua IDI, dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Ikatan Dokter Indonesia menegaskan, dukungan politikus hingga artis dengan menjadi penerima vaksin Nusantara, tidak memunyai arti apa pun.

Dukungan politikus, tokoh publik, hingga artis itu tidak bakal membuat vaksin yang digagas eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tersebut serta merta mendapat perizinan Badan Pengawasan Obat dan Makanan. 

Sebab, Ketua IDI Daeng M Faqih mengatakan, penelitian vaksin covid-19 dan dunia kedokteran secara umum selalu tunduk pada prosedur keilmuan dan ilmiah.

"Jangan sampai prosedur keilmuan itu ada intervensi-intervensi. Termasuk misalnya ya dukungan tokoh-tokoh. Dalam dunia keilmuan, intervensi seperti itu tak ada nilainya. Artinya ada mantan ini, mantan itu, kalau jadi relawan, tetap saja itu sebagai relawan," kata Daeng dalam diskusi daring bertema 'Siapa Suka Vaksin Nusantara', Sabtu (17/4/2021). 

IDI, kata Daeng, tetap menyorot prosedur atau protokol dalam pengembangan vaksin Nusantara.

Menurutnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan yang mengkritik dan meminta uji fase dua vaksin Nusantara disetop, semata-mata dalam rangka pengawasan. 

"Di Indonesia, pengawasan itu di tangan BPOM. Kalau bukan mereka, siapa lagi."

Pada pekan ini, sejumlah politikus, pengusaha, hingga artis ikut menjadi relawan fase dua vaksin Nusantara.

Ada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, pengusaha Aburizal bakrie, hingga mantan Menteri Kesehatan era SBY, Siti Fadilah.

baca juga

Selain itu, anggota DPR RI seperti Sufmi Dasco Ahmad, hingga artis Anang Hermansyah dan Ashanty juga ikut menjadi relawan.

Sementara BPOM menegaskan vaksin Nusantara belum memenuhi cara pengolahan yang baik atau good manufacturing practices/GMP, dan praktik laboratorium yang baik (Good Laboratory Practice/GLP).

Tak hanya itu, BPOM juga mempertanyakan konsep vaksin Nusantara yang dinilai belum jelas, apakah benar-benar vaksin ataukah terapi.

Oleh sebab itu, BPOM meminta tim peneliti untuk menghentikan sementara proses pengembangan vaksin dan kembali ke fase pra-klinik dengan melengkapi prosedur saintifik yang baik dan benar. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan: 95 Persen Bahan Baku Vaksin Nusantara Impor

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan: 95 Persen Bahan Baku Vaksin Nusantara Impor

Health | Sabtu, 17 April 2021 | 13:42 WIB

58 Artis, Ulama, hingga Sastrawan Dukung BPOM soal Vaksin Nusantara

58 Artis, Ulama, hingga Sastrawan Dukung BPOM soal Vaksin Nusantara

Hits | Sabtu, 17 April 2021 | 13:23 WIB

BPOM Dituding Berpolitik soal Vaksin Nusantara

BPOM Dituding Berpolitik soal Vaksin Nusantara

News | Sabtu, 17 April 2021 | 12:29 WIB

5  Fakta Terkini Seputar Vaksin Nusantara: Anang Ashanty Ikut Disuntik?

5 Fakta Terkini Seputar Vaksin Nusantara: Anang Ashanty Ikut Disuntik?

Health | Sabtu, 17 April 2021 | 11:25 WIB

Aburizal Bakrie Suntik Vaksin Nusantara dan Berita Terpopuler Lainnya

Aburizal Bakrie Suntik Vaksin Nusantara dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Jum'at, 16 April 2021 | 20:27 WIB

Anang Hermansyah dan Ashanty Juga Ikuti Uji Klinis Vaksin Nusantara

Anang Hermansyah dan Ashanty Juga Ikuti Uji Klinis Vaksin Nusantara

Jawa Tengah | Sabtu, 17 April 2021 | 02:30 WIB

Semester 2 Tahun 2022 Vaksin Merah Putih Diharapkan Sudah Bisa Diproduksi

Semester 2 Tahun 2022 Vaksin Merah Putih Diharapkan Sudah Bisa Diproduksi

News | Sabtu, 17 April 2021 | 03:45 WIB

Terkini

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:09 WIB

5 Rekomendasi Sneakers Lokal Tahan Air dan Anti Licin untuk Musim Hujan

5 Rekomendasi Sneakers Lokal Tahan Air dan Anti Licin untuk Musim Hujan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:08 WIB

Eks Kabareskrim Susno Duadji Yakin Akan Ada Tersangka Penyadapan Prabowo di Luar Polri

Eks Kabareskrim Susno Duadji Yakin Akan Ada Tersangka Penyadapan Prabowo di Luar Polri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:07 WIB

Jakarta Siaga Banjir! 200 RW Masih Rawan, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

Jakarta Siaga Banjir! 200 RW Masih Rawan, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:04 WIB

Soal Insentif Mobil Hybrid, Menperin: Ternyata Banyak Perspektif dari Sektor Lain

Soal Insentif Mobil Hybrid, Menperin: Ternyata Banyak Perspektif dari Sektor Lain

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:04 WIB

Cadangan Devisa Naik Tembus Rp2.657 Triliun di Akhir Oktober

Cadangan Devisa Naik Tembus Rp2.657 Triliun di Akhir Oktober

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 14:02 WIB

Novel Chronicles of Natha: Misi Balas Dendam dan Penyamaran Putri Ayana

Novel Chronicles of Natha: Misi Balas Dendam dan Penyamaran Putri Ayana

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 14:00 WIB

Harley-Davidson Terbaru Semurah Kawasaki 250cc? Intip Pesona Sprint 440 yang Bikin Geger

Harley-Davidson Terbaru Semurah Kawasaki 250cc? Intip Pesona Sprint 440 yang Bikin Geger

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 13:59 WIB

Sudahkah Ruang Hijau Kota Lindungi Kelompok Paling Rentan? Studi Ungkap Ini

Sudahkah Ruang Hijau Kota Lindungi Kelompok Paling Rentan? Studi Ungkap Ini

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:57 WIB

Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru

Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 13:55 WIB

×