alexametrics

Ditipu Rp95 M, Para Korban Percaya Agus Hartono Anak Miliader di Semarang

Agung Sandy Lesmana | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Ditipu Rp95 M, Para Korban Percaya Agus Hartono Anak Miliader di Semarang
Orang-orang yang mengaku menjadi korban penipuan mafia tanah Agus Hartono yang nilainya mencapai Rp95 miliar. (Suara.com/Yaumal)

Menurut para korban sertifikat- sertifikat sudah beralih nama menjadi atas nama Agus Hartono, kata Lukmanul.

Suara.com - Agus Hartono yang diduga melakukan penipuan dengan nilai mencapai Rp 95 miliar disebut sebagai anak dari seorang miliarder terkenal di Semarang, Jawa Tengah. Hal itu pula yang menjadikan para korban tidak curiga dengan praktik dugaan penipuannya. 

Lukmanul Hakim, kuasa hukum para korban mengatakan, Agus Hartono adalah  anak dari Budi Hartono.  

“Mereka tak menyangka akan ditipu karena Agus Hartono merupakan seseorang pengusaha dan putra dari seorang miliarder asal Semarang, Budi Hartono,” kata Lukmanul kepada wartawan di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2021). 

Selain itu, para korban juga mempercayai Agus Hartono, karena penampilan yang meyakinkan. 

Baca Juga: Residivis 8 TKP Kasus Penipuan, Korban Semua Perempuan Kenalan Via Medsos

“Para korban percaya kepada Agus Hartono karena secara pria 36 tahun itu secara penampilan sangat menarik. Mereka berpikir secara tampang, Agus Hartono bukanlah orang yang tidak punya uang,” tutur Lukmanul. 

Modus Beli Tanah

Agus Hartono diduga melakukan penipuan dengan nilai fantastis, yakni mencapai Rp95 miliar.

Praktik dugaan penipuan ini  dilakukan Agus lintas provinsi dan kota di pulau Jawa, dengan modus berpura-pura ingin membeli tanah para korbannya.

“Kalau semuanya ini kan ada kelompok Salahtiga, Yogyakarta,  Semarang  semuanya itu lebih 95 miliar,” kata Lukmanul Hakim, Kamis. 

Baca Juga: Dihukum 150 Tahun Penjara, Penipu Skema Ponzi Terbesar di Dunia Meninggal

Berdasarkan informasi yang digali Lukmanul, sejumlah kasus penipuan yang dilakukan Agus terjadi pada 2016 lalu. Awalnya, Agus mendatangi para korban dengan dalih membeli tanah mereka. 

Komentar