alexametrics

Kocak! Warganet Se-Jabodetabek Tolak Tampung Ibu Wati Si Tetangga Julid

Iwan Supriyatna
Kocak! Warganet Se-Jabodetabek Tolak Tampung Ibu Wati Si Tetangga Julid
Viral Ibu Wati wanita jilbab hitam provokasi babi ngepet di Sawangan Depok.

Diusirnya Ibu Wati dari Kampung Baru gara-gara menuding tetangganya babi ngepet terus mendapatkan sorotan dari warganet.

Suara.com - Diusirnya Ibu Wati dari Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat gara-gara menuding tetangganya babi ngepet terus mendapatkan sorotan dari warganet.

Beragam komentar kocak warganet soal ibu Wati masih terus bermunculan. Misalnya, warganet yang saling lempar tak mau menampung ibu Wati di daerahnya.

"Malah jadi lempar-lemparan gini," tulis akun Twitter @txtdarigajelas disertai emoji tertawa pada Sabtu (1/5/2021).

Dalam unggahan itu, warganet diketahui mengomentari pemberitaan salah satu media yang mewartakan kabar warga mengusir Ibu Wati akibat isu babi ngepet.

Baca Juga: Soal Babi Ngepet, Denny Siregar: Nggak Kerja Tapi Dapat Duit, Tanya Anies

Wati, emak-emak yang menuduh tetangganya kaya karena babi ngepet. (Instagram @depok24jam)
Wati, emak-emak yang menuduh tetangganya kaya karena babi ngepet. (Instagram @depok24jam)

Diketahui bahwa warga setempat masih tidak terima meski Ibu Wakti sudah meminta maaf. Tak pelak, tetangga ramai-ramai memintanya meninggalkan kampung.

Terpantau salah seorang warganet mengawali dengan bertanya apakah warga Bekasi hendak menerima Ibu Wati yang ditolak masyarakat kampungnya.

"Barangkali warga Bekasi ada yang mau nerima si Ibu," ujar Vivittts.

Cuitan tersebut langsung direspons puluhan warganet. Bahkan, setelahnya muncul balasan sampai panjang dari warganet yang saling melempar Ibu Wati dari satu daerah ke daerah lain.

"Hadah... Bekasi nolak emak-emak kagak danta begini, Tangerang lebih cocok buat si Ibu," timpal Boonaku.

Baca Juga: Nasib Wati: Tuduh Tetangga Kaya karena Babi Ngepet hingga Diusir Warga

Hal itu disambar oleh warganet yang mengatakan Tangerang menolak keras Ibu Wati dan bertanya kepada warga Bandung.

Komentar