facebook

Hadits Makan Sahur: 4 Keutamaan Sahur untuk Berpuasa

Rifan Aditya
Hadits Makan Sahur: 4 Keutamaan Sahur untuk Berpuasa
Hadits Makan Sahur: 4 Keutamaan Sahur untuk Berpuasa - Sahur (shutterstock)

Bagaimana keutamaan dan hadits makan sahur? Simak ulasan selengkapnya berikut.

3. Mengakhirkan Waktu Sahur 

Kita juga disunnahkan mengakhirkan waktu sahur sampai mendekati waktu adzan subuh. Seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, beliau mulai makan sahur kurang lebih waktunya seperti membaca 50 ayat yang tidak panjang dan tidak pendek hingga waktu adzan subuh. 

Berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit RA riwayat Al Bukhori dan Muslim yang artinya:

"dari Anas ibnu Malik, dari Zaid ibnu Sabit yang menceritakan, "Kami makan sahur bersama Rasulullah Saw., kemudian kami bangkit mengerjakan salat." Anas bertanya kepada Zaid, "Berapa lamakah jarak antara azan (salat Subuh) dan sahur?" Zaid menjawab, "Kurang lebih sama dengan membaca lima puluh ayat,"

Baca Juga: Sumbar Tetap Gelar Bazar Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Hadits tentang mengakhirkan makan sahur lainnya:

"Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Daud, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah, dari Salim ibnu Gailan, dari Sulaiman ibnu Abu Usman, dari Addi ibnu Hatim Al-Hamsi, dari Abu Zar yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Umatku masih tetap dalam keadaan baik selagi mereka menyegerakan berbuka (puasa) dan mengakhirkan makan sahur(nya)."

4. Batas Waktu Sahur

Sedangkan batas waktu sahur adalah adzan subuh. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah ayat 187:

dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.

Baca Juga: Penyebab Pengeluaran Makin Boros di Bulan Ramadhan

Itulah beberapa hadits makan sahur yang harus dipahami setiap muslim. Jangan lewatkan waktu sahur, ya!

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar