Sejarah Pasar Tanah Abang: Tempo Dulu hingga Wajah Baru

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 05 Mei 2021 | 11:37 WIB
Sejarah Pasar Tanah Abang: Tempo Dulu hingga Wajah Baru
Warga memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang untuk berbelanja pakaian di Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Sebagian besar masyarakat tentu sudah tidak asing dengan Pasar Tanah Abang. Namun sayangnya tidak banyak yang tahu bagaimana sejarah Pasar Tanah Abang tersebut. Pasar Tanah Abang merupakan salah satu pusat perbelanjaan grosir yang terbesar di Jakarta.

Tidak hanya itu, Pasar Tanah Abang juga telah mengalami beberapa perubahan sejak dibangun pertama kali hingga saat ini. Pasar Tanah Abang dulu dikenal dengan Pasar Sabtu yang berdiri sejak tahun 1735. Yustinus Vinck adalah sosok yang dikenal sebagai pendiri pasar perdagangan tersebut atas izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patramini.

Baru-baru ini Pasar Tanah Abang menjadi perbicangan lantaran pengunjungnya membludak hingga menyebabkan kerumunan. Mengingat, saat ini Indonesia khususnya ibukota, Jakarta masih berperang dengan virus corona dan berusaha menekan angka penyebaran Covid-19.

Terlepas dari berita itu, sejarah Pasar Tanah Abang terbilang cukup panjang. Suara.com membaginya dengan Pasar Tanah Abang tempo dulu dan wajah baru yang sekarang. 

Pasar Tanah Abang Tempo Dulu

Tidak hanya dikenal dengan Pasar Sabtu, kabarnya orang-orang Belanda pada saat itu juga memanggil Pasar Tanah Abang dengan sebutan De Nabang. Konon, di sana terdapat banyak pohon nabang atau pohon palem yang tertanam di sekitar kawasan tersebut.

Lalu, masyarakat Batavia mulai merubah panggilan pasar tersebut menjadi Tenabang. Sementara itu, para Pendiri Komunitas Jelajah Budaya, Kartum Setiawan, bercerita, bahwa Pasar Tanah Abang dulu pernah menjadi pasar hewan, salah satu hewan yang banyak dijual ketika itu adalah kambing. 

Selain itu, seorang penulis Abdul Chaer juga turut menggambarkan Tanah Abang dalam bukunya yang berjudul Tenabang Tempo Doeloe (2017). Chaer dalam bukunya menceritakan bagaimana kawasan Tanah Abang yang semula adalah lahan yang rimbun juga asri.

Pada zaman dulu, tanah di Jakarta dikuasai oleh Belanda. Pada tahun 1648, seorang kapitan China bernama Phoa Beng Gam meminta izin dari kongsi dagang Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) untuk membuka lahan di Tanah Abang yang kini masuk ke dalam wilayah Jakarta Pusat untuk dijadikan kebun.

Itulah mengapa, jika diperhatikan, di kawasan Tanah Abang banyak nama jalan yang diawali dengan kata kebun, yang disesuaikan dengan identitas masa lalunya. Tanah Abang pada saat itu merupakan hamparan perkebunan mulai dari kacang, jahe, melati, nanas, sirih, hingga kebun sayur-mayur. Hingga pada akhirnya Vinck mendirikan Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen. Namun, setelah lima tahun pasar itu berdiri, tahun 1740 terjadi kerusuhan, Belanda membunuh orang-orang China, merampas harta benda mereka, dan membakar kebun-kebun mereka.

Kemudian perputaran uang di Tanah Abang kembali hidup di abad ke-20, saat saudagar China dan Arab banyak bermukim di Tanah Abang yang dikembalikan peruntukannya sebagai pasar oleh Belanda. Lalu tahun 1881, Pasar Tanah Abang berangsur pulih, di mana pasar mulai dibuka dua hari yaitu Sabtu dan Rabu. 

Wajah Baru Pasar Tanah Abang

Kondisi Pasar Tanah Abang yang penuh sesak pada Minggu (2/5/2021). (Suara.com/Tio)
Kondisi Pasar Tanah Abang yang penuh sesak pada Minggu (2/5/2021). (Suara.com/Tio)

Lambat laun, kawasan Pasar Tanah Abang tumbuh cukup pesat dengan ribuan pedagang yang hadir berjualan di sana. Waktu operasional atau jam buka Pasar Tanah Abang adalah setiap hari Senin hingga Minggu, mulai pagi hingga sore hari.

Bangunan pasar pun tampak lebih mewah, dengan adanya perbaikan gedung di setiap bloknya, dan juga hadir gedung bertingkat yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, seperti halnya Pasar Tanah Abang Metro, Blok A, dan Blok B telah dilengkapi dengan fasilitas AC. 

Sayangnya, Pasar Tanah Abang terus menjadi perhatian warga karena lokasi di luar gedung pun dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL). Belum lagi kemacetan yang tampaknya selalu saja hadir setiap harinya. Ditambah lagi dengan tingkat kriminalitas yang menjadi ketakutan orang-orang jika berada di sana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas Corona! Moda Transportasi Mudah, Semua Bertumpu di Pasar Tanah Abang

Awas Corona! Moda Transportasi Mudah, Semua Bertumpu di Pasar Tanah Abang

Otomotif | Rabu, 05 Mei 2021 | 07:12 WIB

Prediksi Pedagang Pasar Tanah Abang Akhir Pekan Ini; Besok Ramai Lagi Nih

Prediksi Pedagang Pasar Tanah Abang Akhir Pekan Ini; Besok Ramai Lagi Nih

News | Selasa, 04 Mei 2021 | 20:19 WIB

Pengunjung Pasar Tanah Abang Membludak, Ketua DPRD Pertanyakan Kerja Satgas

Pengunjung Pasar Tanah Abang Membludak, Ketua DPRD Pertanyakan Kerja Satgas

News | Selasa, 04 Mei 2021 | 19:50 WIB

Terkini

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:33 WIB

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:18 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:13 WIB

Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor

Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:11 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:02 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:55 WIB

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:26 WIB

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB