alexametrics

Awas Corona! Moda Transportasi Mudah, Semua Bertumpu di Pasar Tanah Abang

RR Ukirsari Manggalani
Awas Corona! Moda Transportasi Mudah, Semua Bertumpu di Pasar Tanah Abang
Bus TransJakarta yang disediakan Pemprov DKI terkait penutupan Stasiun Tanah Abang. (Suara.com/Yaumal)

Tradisi belanja baju jelang Lebaran dan kemudahan akses bagi bermacam moda transportasi membuat situasi rawan Covid-19.

Suara.com - Belajar dari kejadian ramainya Pasar Tanah Abang di akhir pekan kemarin (2/5/2021), pencegahan penyebaran Covid-19 mesti mendapatkan perhatian ekstra. Dikutip dari kantor berita Antara, pengunjung datang menggunakan beragam moda transportasi darat.

Mulai TransJakarta, taksi, bajaj, ojek, angkot hingga kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Sepeda motor maupun mobil. Dari beragam penjuru, semua bertumpu di Pasar Tanah Abang.

Mirisnya, dalam suasana pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan bakal berakhir, gelombang mudik dan berbelanja tetap saja terjadi. Padahal, bila ditilik dari protokol kesehatan, salah satu medium penyebaran virus Corona adalah kerumunan. Dengan kata lain tidak mengindahkan physical distancing.

Penampakan penumpang yang mau melaksanakan mudik melaui Terminal Pulo Gebang, Jaktim. (Suara.com/Arga)
Penampakan penumpang yang mau melaksanakan mudik melaui Terminal Pulo Gebang, Jaktim. (Suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Pelarangan mudik di Jakarta disiasati dengan percepatan waktu kembali ke daerah asal. Yaitu sebelum tiba pelarangan total Larangan Mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei, pemudik sudah bertolak dengan moda transportasi darat, baik umum maupun pribadi, seperti mobil dan sepeda motor. Sehingga gelombang mudik dahsyat terhindarkan, namun tetap saja terjadi pergerakan warga dari perkotaan ke berbagai daerah.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Lakukan Razia Knalpot Bising, Jaga Ketenangan Ramadhan

Lantas warga Ibu Kota dan kota-kota penyangga yang tidak mudik atau belum mudik sebagian besar menuju lokasi perbelanjaan baju baru Lebaran. Salah satunya memadati kawasan Pasar Tanah Abang. Tanpa kekhawatiran terhadap penyebaran dan penularan virus Corona secara masif.

Situasi miris ini menunjukkan bahwa perburuan terhadap pakaian Lebaran seolah lebih penting daripada kekhawatiran dan ketakutan terhadap penyebaran Covid-19. Padahal sudah disampaikan berulangkali oleh para ahli kesehatan dan pemerintah bahwa virus ini sangat potensial menyebar di tengah kerumunan.

Pada Sabtu (1/5/2021) terjadi lonjakan jumlah pengunjung yang sebelumnya 35 ribu menjadi 87 ribu. Lantas Minggu (2/5/2021) malahan tembus sekitar 100 ribu pengunjung.

Hampir setengah dari pengunjung Pasar Tanah Abang datang dan pulang menggunakan jasa angkutan kereta rel listrik (KRL). Gelombang pengunjung itu juga turut menimbulkan kerumunan di Stasiun Tanah Abang.

Kondisi ini memaksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan rekayasa jam operasional Pasar Tanah Abang dengan sebagian pasar tutup pada pukul 16.00 WIB dan sebagian lagi tutup jam 17.00 WIB.

Baca Juga: Identitas Baru, Rolls-Royce Tata Ulang Butik di London dan Shanghai

Pemprov DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan pengelola kereta api untuk membatasi kerumunan di Stasiun Tanah Abang dan Pasar Tanah Abang.

Kekinian, PT KAI meniadakan keberangkatan dan pemberhentian kereta di Stasiun Pasar Tanah Abang pada pukul 15.00 sampai 19.00 WIB.

Polda Metro Jaya bersama TNI telah mendirikan posko pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat di Pasar Tanah Abang.

Sebanyak 2.500 personel gabungan dikerahkan untuk mengawasi protokol kesehatan dan mengantisipasi lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang. Petugas disebar untuk mengawal sejumlah titik rawan kerumunan.

Upaya mengendalikan gelombang warga menuju Pasar Tanah Abang juga dilakukan dengan membatasi kapasitas pengunjung hanya 50 persen. Selain menutup Stasiun Tanah Abang pada jam tertentu, akses transportasi umum lainnya juga dibatasi serta dilakukan pengalihan arus lalu lintas.

Bagi pengguna mobil dan sepeda motor, dengan tidak mengoperasikan tunggangan kesayangan untuk berburu baju baru secara langsung berarti besar. Yaitu melindungi diri sendiri dan keluarga. Demikian pula dengan keputusan tidak melakukan mudik--dan bukannya malah mensiasati dengan bertolak terlebih dahulu dari jadwal Larangan Mudik 2021.

Komentar