Waduh! Sebagian Warga India Percaya Mandi Kotoran Sapi Bisa Kebal Corona

Bangun Santoso

Selasa, 11 Mei 2021 | 13:22 WIB
Waduh! Sebagian Warga India Percaya Mandi Kotoran Sapi Bisa Kebal Corona
Ilustrasi sapi di India.[Unsplash/Heye Jensen]

Suara.com - India tengah diterpa 'badai' pandemi Covid-19 yang disebut sebagai gelombang kedua di negara itu. Dalam sehari, jumlah kematian di salah satu negara berpenduduk terbanyak di dunia itu mencapai 4.000.

Ironisnya, di tengah mewabahnya pandemi virus corona, sebagaian warganya ada yang mempercayai, bahwa mandi kotoran sapi atau melumuri badan dengan kotoran sapi bisa melindungi diri dari Covid-19 atau bahkan menyembuhkannya.

Para dokter di India memperingatkan warga tentang praktik penggunaan kotoran sapi dengan keyakinan itu akan menangkal Covid-19, dengan mengatakan tidak ada bukti ilmiah untuk keefektifannya dan berisiko menyebarkan penyakit lain.

Pandemi virus corona telah menyebabkan kehancuran di India, dengan 22,66 juta kasus dan 246.116 kematian yang dilaporkan sejauh ini.

Para ahli mengatakan jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi, dan warga di seluruh negeri berjuang untuk mendapatkan tempat tidur rumah sakit, oksigen, atau obat-obatan. Kondisi itu menyebabkan banyak orang meninggal karena kurangnya perawatan.

Warga India menggelar ritual terakhir sebelum mengkremasi familinya yang wafat akibat Covid-19 di tepi Sungai Gangga, India pada 5 Mei 2021. [AFP/Prakash Singh]
Warga India menggelar ritual terakhir sebelum mengkremasi familinya yang wafat akibat Covid-19 di tepi Sungai Gangga, India pada 5 Mei 2021. [AFP/Prakash Singh]

Di negara bagian Gujarat di India barat, beberapa orang yang percaya telah pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk menutupi tubuh mereka dengan kotoran dan air kencing sapi dengan harapan itu akan meningkatkan kekebalan mereka terhadap atau membantu mereka pulih dari infeksi virus corona.

Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci kehidupan dan bumi, dan selama berabad-abad umat Hindu telah menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan untuk ritual doa karena dipercaya memiliki khasiat pengobatan dan antiseptik.

"Kami melihat ... bahkan dokter datang ke sini. Keyakinan mereka adalah bahwa terapi (dengan kotoran sapi) ini meningkatkan kekebalan mereka dan mereka dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut," kata Gautam Manilal Borisa, seorang manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi.

Borisa mengatakan praktik pengobatan dengan kotoran sapi tersebut membantunya pulih dari COVID-19 tahun lalu.

baca juga

Sejak itu ia menjadi anggota tetap Shree Swaminarayan Gurukul Vishwavidya Pratishthanam, yakni sebuah sekolah yang dijalankan oleh biksu Hindu yang terletak tepat di seberang jalan dari markas besar Zydus Cadila di India, yang sedang mengembangkan vaksin COVID-19.

Saat para peserta menunggu kotoran dan campuran urin sapi di tubuh mereka mengering, mereka memeluk atau menghormati sapi di tempat penampungan, dan berlatih yoga untuk menaikkan tingkat energi. Mereka kemudian dibasuh dengan susu atau mentega susu cair.

Para dokter dan ilmuwan di India dan di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan agar tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk COVID-19, dengan mengatakan hal itu dapat menyebabkan rasa aman yang salah dan memperumit masalah kesehatan yang sudah ada.

Seorang perempuan menangis saat proses kremasi suaminya di sebuah krematorium di New Delhi, India, Rabu (5/5/2021) / [Antara - REUTERS/Adnan Abidi/hp/cfo (REUTERS/ADNAN ABIDI) ]
Seorang perempuan menangis saat proses kremasi suaminya di sebuah krematorium di New Delhi, India, Rabu (5/5/2021) / [Antara - REUTERS/Adnan Abidi/hp/cfo (REUTERS/ADNAN ABIDI) ]

"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin bekerja efektif untuk meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," kata Dr. JA Jayalal, presiden nasional Asosiasi Medis India.

"Ada juga risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat mengolesi atau mengonsumsi produk (dari sapi) ini, yaitu penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia," ujarnya.

Ada juga kekhawatiran bahwa praktik tersebut dapat berkontribusi pada penyebaran virus lebih lanjut karena melibatkan orang yang berkumpul dalam kelompok.

Madhucharan Das, yakni pengelola yang bertanggung jawab atas penampungan sapi lain di Ahmedabad, mengatakan mereka membatasi jumlah peserta praktik pengobatan tersebut. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinjau Pasar Mayestik, Anies: Banyak Pedagang Tidak Mudik

Tinjau Pasar Mayestik, Anies: Banyak Pedagang Tidak Mudik

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:15 WIB

Kemenkes Telah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Akibat Libur Lebaran

Kemenkes Telah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Akibat Libur Lebaran

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:15 WIB

Proyek Infrastruktur Wisata Bali Terus Berjalan Selama Pandemi COVID-19

Proyek Infrastruktur Wisata Bali Terus Berjalan Selama Pandemi COVID-19

Bali | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:07 WIB

Masalah Etis dan Diskriminatif di Balik Program Vaksin Gotong Royong

Masalah Etis dan Diskriminatif di Balik Program Vaksin Gotong Royong

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:07 WIB

Satu Orang Positif Covid-19 Gegara Kasus Ambil Paksa Jenazah

Satu Orang Positif Covid-19 Gegara Kasus Ambil Paksa Jenazah

Malang | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:03 WIB

Ditangkap! Pemalsu Surat Rapid Tes Perjalanan di Gilimanuk Bali

Ditangkap! Pemalsu Surat Rapid Tes Perjalanan di Gilimanuk Bali

Bali | Selasa, 11 Mei 2021 | 12:56 WIB

4.942 Anak di Sumbar Positif Corona, Alami Gejala Demam hingga Pneumonia

4.942 Anak di Sumbar Positif Corona, Alami Gejala Demam hingga Pneumonia

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 12:55 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak Capai Rp1.409 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 24,1%

Penerimaan Pajak Capai Rp1.409 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 24,1%

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 13:54 WIB

5 Moisturizer dengan Vitamin E Terbaik untuk Kulit Kering dan Cegah Penuaan Dini

5 Moisturizer dengan Vitamin E Terbaik untuk Kulit Kering dan Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 13:51 WIB

Anime Shin Oishinbo Ungkap Tiga Pengisi Suara Utama Jelang Tayang 2027

Anime Shin Oishinbo Ungkap Tiga Pengisi Suara Utama Jelang Tayang 2027

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 13:50 WIB

Detail Tuduhan 'Manipulasi' Bisnis Manchester City Hingga Ancaman Denda Rp2 Triliun

Detail Tuduhan 'Manipulasi' Bisnis Manchester City Hingga Ancaman Denda Rp2 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 13:48 WIB

Parfum Aroma Ylang-Ylang Seperti Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Segar dan Awet

Parfum Aroma Ylang-Ylang Seperti Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Segar dan Awet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 13:40 WIB

Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga

Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 13:36 WIB

Bawa Kardus Kuning di Stasiun Tanah Abang, 2 Orang Bandar Narkotika Diciduk Polisi

Bawa Kardus Kuning di Stasiun Tanah Abang, 2 Orang Bandar Narkotika Diciduk Polisi

News | Minggu, 27 September 2026 | 13:34 WIB

Melampaui DNA Salmon: Mengenal DNA Ikan Trout, Tren Baru Rahasia Kulit Glowing Minim 'Downtime'

Melampaui DNA Salmon: Mengenal DNA Ikan Trout, Tren Baru Rahasia Kulit Glowing Minim 'Downtime'

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 13:32 WIB

9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu

9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 13:25 WIB

15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke

15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke

Tekno | Minggu, 27 September 2026 | 13:23 WIB

×