alexametrics

Anita Wahid Kaget Ada GUSDURian Tidak Lolos TWK KPK

Iwan Supriyatna | Ria Rizki Nirmala Sari
Anita Wahid Kaget Ada GUSDURian Tidak Lolos TWK KPK
Putri Gus Dur Anita Wahid. [Suara.com/Putu Ayu P]

Ialah Staf Humas KPK, Tata Khoiriyah yang menduga dirinya tidak lolos karena saat tes menyampaikan ketidaksetujuannya dengan revisi Undang-undang KPK.

Suara.com - Putri ketiga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Anita Wahid tidak habis pikir ada seorang GUSDURian yang juga menjadi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Ialah Staf Humas KPK, Tata Khoiriyah yang menduga dirinya tidak lolos karena saat tes menyampaikan ketidaksetujuannya dengan revisi Undang-undang KPK.

Anita bercerita kalau Tata resmi menjadi pegawai KPK sejak 2017 sebagai staf humas. Sebelumnya ia asisten pribadi kakaknya yakni Alissa Wahid.

Menghabiskan masa muda di Nahdlatul Ulama (NU), Tata kemudian terbiasa dengan budaya toleransi serta kebebasan beragamanya begitu kuat. Itu juga menjadi jalan Tata akhirnya bergabung ke Jaringan GUSDURian.

Baca Juga: Mahfud MD Harus Tegur Firli Bahuri, Soal 75 Pegawai KPK yang Dinonaktifkan

"Di mana dia secara aktif membantu merintis dan membesarkan Jaringan GUSDURian, didikan langsung Mbak Alissa. Jadi, kalau soal wawasan kebangsaan sudah enggak perlu diragukan lagi," kata Anita dikutip dari situs resmi GUSDURian, ditulis Kamis (13/5/2021).

Anita paham betul bagaimana Tata begitu berdedikasi dalam menjalankan tugasnya di KPK. Ia juga tahu Tata sampai rela begadang karena jabatannya yang harus membuatnya siap setia saat, bahkan ketika ada operasi tangkap tangan (OTT) sekalipun.

Masih ingat ketika KPK tengah mendapatkan gempuran keras pada 2019, Anita langsung mengajak Tata ke rumahnya untuk mengajarkan sebuah teknik pelepasan ketegangan dan stres dari tubuh. Tata datang saat itu bersama Humer yang sama-sama dari Jaringan GUSDURian.

Satu sesi selesai, Anita memberikan waktu 30 menit untuk Tata beristirahat. Tidak butuh waktu lama, Tata langsung terlelap di sofa karena lelah yang terasa.

Ketika bangun, Anita menyebut kalau Tata langsung terpikir soal kerjaannya di KPK. Tata kemudian bergegas pergi ke kantor untuk standby.

Baca Juga: Pakar: Mahfud MD Harus Berani Tegur Ketua KPK yang Salah Tafsir UU

Menurut Anita, Tata tidak pernah mengeluh meskipun harus mengemban tugas yang begitu melelahkan baik secara fisik maupun mental.

"Aura yang saya dapatkan dari dia adalah aura bakti pada negara dan rasa bangga telah menjadi bagian dari sebuah perjuangan besar memberantas korupsi," ungkap Anita.

Kabar buruk kemudian datang ketika Anita menanyakan kondisi Tata beberapa waktu lalu. Tata mengabarkan kalau dirinya menjadi salah satu dari 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK, sebuah tes yang mesti dilakukan pegawai KPK sebelum beralih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya kaget sekali. Kok bisa?," ucapnya.

Anita tidak habis pikir mendengar seorang GUSDURian masih dipertanyakan soal wawasan kebangsaannya. Tata tidak tahu secara spesifik alasan dirinya tidak lolos TWK.

Tapi ia menduga dikarenakan ucapannya soal revisi UU KPK.

"Dia menduga karena tidak setuju dengan kebijakan pemerintah terhadap revisi UU KPK," kata Anita.

Sikap Tata tersebut sejalan dengan Anita, Alissa, Nay dan sang Ibu, Siti Nuriyah. Alasan itu yang paling masuk akal menjadi penyebab Tata tidak lolos TWK.

Kalau memang melihat dari kinerja, Anita menyebut kalau atasan Tata bahagia melihat kerjanya. Apalagi kalau soal wawasan kebangsaan yang menurutnya tidak perlu diragukan lagi karena Tata bagian dari Jaringan GUSDURian.

"Yang paling masuk akal adalah karena alasan seperti yang dia kemukakan sendiri, yaitu tidak setuju revisi UU KPK sehingga dianggap membahayakan," ungkapnya.

"Mungkin karena alasan itu dia dipandangan bakal nyusahin usaha-usaha oligarki buat makin menggerogoti dan mreteli KPK," tambah Anita.

Meski tidak lolos TWK, Anita begitu bangga dengan Tata yang menjadi pribadi kuat sehingga tidak terpengaruh radikalisasi dan polarisasi. Dirinya yakin Tata pergi dari KPK dengan kepala tegak karena mampu memperjuangkan apa yang dipercayakannya.

"Walau disingkirkan, dia pergi dari sana secara terhormat. Terima kasih Tata, atas inspirasi kekuatannya." pungkasnya.

Komentar