Anita Wahid Kaget Ada GUSDURian Tidak Lolos TWK KPK

Iwan Supriyatna, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 13 Mei 2021 | 05:48 WIB
Anita Wahid Kaget Ada GUSDURian Tidak Lolos TWK KPK
Putri Gus Dur Anita Wahid. [Suara.com/Putu Ayu P]

Suara.com - Putri ketiga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Anita Wahid tidak habis pikir ada seorang GUSDURian yang juga menjadi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Ialah Staf Humas KPK, Tata Khoiriyah yang menduga dirinya tidak lolos karena saat tes menyampaikan ketidaksetujuannya dengan revisi Undang-undang KPK.

Anita bercerita kalau Tata resmi menjadi pegawai KPK sejak 2017 sebagai staf humas. Sebelumnya ia asisten pribadi kakaknya yakni Alissa Wahid.

Menghabiskan masa muda di Nahdlatul Ulama (NU), Tata kemudian terbiasa dengan budaya toleransi serta kebebasan beragamanya begitu kuat. Itu juga menjadi jalan Tata akhirnya bergabung ke Jaringan GUSDURian.

"Di mana dia secara aktif membantu merintis dan membesarkan Jaringan GUSDURian, didikan langsung Mbak Alissa. Jadi, kalau soal wawasan kebangsaan sudah enggak perlu diragukan lagi," kata Anita dikutip dari situs resmi GUSDURian, ditulis Kamis (13/5/2021).

Anita paham betul bagaimana Tata begitu berdedikasi dalam menjalankan tugasnya di KPK. Ia juga tahu Tata sampai rela begadang karena jabatannya yang harus membuatnya siap setia saat, bahkan ketika ada operasi tangkap tangan (OTT) sekalipun.

Masih ingat ketika KPK tengah mendapatkan gempuran keras pada 2019, Anita langsung mengajak Tata ke rumahnya untuk mengajarkan sebuah teknik pelepasan ketegangan dan stres dari tubuh. Tata datang saat itu bersama Humer yang sama-sama dari Jaringan GUSDURian.

Satu sesi selesai, Anita memberikan waktu 30 menit untuk Tata beristirahat. Tidak butuh waktu lama, Tata langsung terlelap di sofa karena lelah yang terasa.

Ketika bangun, Anita menyebut kalau Tata langsung terpikir soal kerjaannya di KPK. Tata kemudian bergegas pergi ke kantor untuk standby.

baca juga

Menurut Anita, Tata tidak pernah mengeluh meskipun harus mengemban tugas yang begitu melelahkan baik secara fisik maupun mental.

"Aura yang saya dapatkan dari dia adalah aura bakti pada negara dan rasa bangga telah menjadi bagian dari sebuah perjuangan besar memberantas korupsi," ungkap Anita.

Kabar buruk kemudian datang ketika Anita menanyakan kondisi Tata beberapa waktu lalu. Tata mengabarkan kalau dirinya menjadi salah satu dari 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK, sebuah tes yang mesti dilakukan pegawai KPK sebelum beralih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya kaget sekali. Kok bisa?," ucapnya.

Anita tidak habis pikir mendengar seorang GUSDURian masih dipertanyakan soal wawasan kebangsaannya. Tata tidak tahu secara spesifik alasan dirinya tidak lolos TWK.

Tapi ia menduga dikarenakan ucapannya soal revisi UU KPK.

"Dia menduga karena tidak setuju dengan kebijakan pemerintah terhadap revisi UU KPK," kata Anita.

Sikap Tata tersebut sejalan dengan Anita, Alissa, Nay dan sang Ibu, Siti Nuriyah. Alasan itu yang paling masuk akal menjadi penyebab Tata tidak lolos TWK.

Kalau memang melihat dari kinerja, Anita menyebut kalau atasan Tata bahagia melihat kerjanya. Apalagi kalau soal wawasan kebangsaan yang menurutnya tidak perlu diragukan lagi karena Tata bagian dari Jaringan GUSDURian.

"Yang paling masuk akal adalah karena alasan seperti yang dia kemukakan sendiri, yaitu tidak setuju revisi UU KPK sehingga dianggap membahayakan," ungkapnya.

"Mungkin karena alasan itu dia dipandangan bakal nyusahin usaha-usaha oligarki buat makin menggerogoti dan mreteli KPK," tambah Anita.

Meski tidak lolos TWK, Anita begitu bangga dengan Tata yang menjadi pribadi kuat sehingga tidak terpengaruh radikalisasi dan polarisasi. Dirinya yakin Tata pergi dari KPK dengan kepala tegak karena mampu memperjuangkan apa yang dipercayakannya.

"Walau disingkirkan, dia pergi dari sana secara terhormat. Terima kasih Tata, atas inspirasi kekuatannya." pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Harus Tegur Firli Bahuri, Soal 75 Pegawai KPK yang Dinonaktifkan

Mahfud MD Harus Tegur Firli Bahuri, Soal 75 Pegawai KPK yang Dinonaktifkan

News | Rabu, 12 Mei 2021 | 17:36 WIB

Pakar: Mahfud MD Harus Berani Tegur Ketua KPK yang Salah Tafsir UU

Pakar: Mahfud MD Harus Berani Tegur Ketua KPK yang Salah Tafsir UU

News | Rabu, 12 Mei 2021 | 16:51 WIB

Novel Baswedan Dinonaktifkan, Pukat UGM: Ada Motif Terselubung Ketua KPK

Novel Baswedan Dinonaktifkan, Pukat UGM: Ada Motif Terselubung Ketua KPK

Jogja | Rabu, 12 Mei 2021 | 16:51 WIB

Terkini

Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?

Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Ha Young Minta Maaf Tertulis Usai Buat Kegaduhan Soal Keluaga Pro-Jepang

Ha Young Minta Maaf Tertulis Usai Buat Kegaduhan Soal Keluaga Pro-Jepang

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?

Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:58 WIB

Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar

Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar

Bali | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:56 WIB

Lisa BLACKPINK Diisukan Pacari Aktor Blue Pongtiwat Usai Kedapatan Makan Bersama

Lisa BLACKPINK Diisukan Pacari Aktor Blue Pongtiwat Usai Kedapatan Makan Bersama

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?

Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:50 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Temukan 5 Perahu Karet Tanpa Awak di Lokasi

KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Temukan 5 Perahu Karet Tanpa Awak di Lokasi

Bali | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:49 WIB

Weton Jodoh Ketemu 27 Artinya Apa? Ini Hasilnya Berdasarkan Perhitungan Primbon Jawa Kuno

Weton Jodoh Ketemu 27 Artinya Apa? Ini Hasilnya Berdasarkan Perhitungan Primbon Jawa Kuno

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Dulu Naik Pohon Cari Sinyal, Kini Warga Flores Timur Bisa Internetan dari Desa

Dulu Naik Pohon Cari Sinyal, Kini Warga Flores Timur Bisa Internetan dari Desa

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:30 WIB

×