Prabowonomics Utamakan Kepentingan Nasional, Tapi Rokok dan Sawit Masih Dijegal Asing

Bangun Santoso

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:15 WIB
Prabowonomics Utamakan Kepentingan Nasional, Tapi Rokok dan Sawit Masih Dijegal Asing
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu (paling kanan) dalam sebuah diskusi. (Ist)
baca 10 detik
  • Prabowonomics mengedepankan kepentingan nasional untuk kesejahteraan rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global saat ini.
  • Penting untuk memperkuat industri dalam negeri, seperti tembakau, agar menjadi eksportir dan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
  • Pemerintah didesak berkoordinasi agar kebijakan tidak merugikan penerimaan negara dan melawan intervensi asing terhadap industri lokal.

Suara.com - Gagasan "Prabowonomics" menjadi jurus Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi tantangan dan gejolak ekonomi global. Prabowonomics dianggap bisa mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu mengatakan gagasan Prabowonomics lebih mengedepankan kepentingan nasional untuk kesejahteraan rakyat. Dia mendukung implementasi Prabowonomics, terutama di tengah situasi ekonomi dan geopolitik global yang tidak pasti.

“Melihat pidato presiden di Davos, sebetulnya buat saya cukup jelas ya bahwa Indonesia first dan saya rasa dari dulu juga kita memang harus menetapkan posisi kita di Indonesia dalam konteks global seperti itu, yang pertama kita harus melindungi kepentingan nasional, jadi apapun interaksi kita dengan global dan internasional pasti yang harus dikedepankan adalah kepentingan nasional,” ujar Mari Elka dalam diskusi bertajuk “Tantangan Prabowonomics Setelah Davos: Gonjang-Ganjing Pasar dan Intervensi Asing” yang digelar Total Politik, di Menteng, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Bertalian dengan itu, Mari Elka lantas menekankan pentingnya untuk memperkuat berbagai industri dalam negeri, salah satunya komoditas tembakau yang menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar ke negara.

Menurut dia, jangan sampai pemerintah ikut memperparah dengan menekan dan mempersulit industri hasil tembakau dalam negeri. Dia menyebut Amerika Serikat pernah menekan industri hasil tembakau asal Indonesia.

“Jadi dulu saya sebagai Mendag saya berantem sama Amerika karena dia melanggar azas yang paling fundamental di WTO, yaitu diskriminasi. Waktu itu Amerika melarang ekspor tembakau dari Indonesia dengan alasan kretek itu menciptakan rasa yang manis atau yang enak sehingga anak muda itu menjadi addicted kepada rokok,” cerita Mari Elka.

Anehnya, lanjut dia, larangan tersebut hanya berlaku untuk kretek, tapi tidak dengan menthol. Ia menilai bahwa ini sebagai tindakan yang diskriminatif.

“Dia mengeluarkan aturan, tapi yang dibanned hanya kretek, menthol tidak dibanned, jadi kita bilang ini apa bedanya menthol sama kretek, sama-sama daun kok,” tuturnya.

Kendati begitu, Mari Elka mengaku tidak kenal lelah untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Hingga akhirnya Indonesia menang karena Amerika tidak mampu membuktikan tudingannya.

baca juga

“Buktikan bahwa cengkeh itu lebih membuat anak muda itu addicted dibanding dengan menthol, mereka tidak bisa buktikan, karena kan harus ada pembuktian setiap ada larangan. Akhirnya kita menang,” ujarnya.

Meskipun menang, Mari Elka merasa heran karena larangan untuk ekspor kretek dari Indonesia tetap tidak dicabut.

“Akhirnya kita bikin deal, kita dapat sesuatu. Tapi note, larangannya tidak dicabut,” sambungnya.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, juga mendukung agar industri lokal bisa terus diperkuat. Ia mencontohkan bagaimana kesuksesan China dalam mendukung industri lokalnya agar bisa mendunia.

“Kalau industri rokok kita maju, tidak hanya pangsa pasar yang di Indonesia, tapi bisa Amerika Serikat, ke Australia, dan sebagainya, artinya apa, kita menjadi eksportir. Ngga cuma di dalam negeri, dan itu cara china bisa maju tumbuh ekonominya,” ujarnya.

Terkait dengan penguatan industri hasil tembakau, Hikmahanto menilai bahwa hal ini sejalan dengan prinsip Prabowonomics karena dapat membuka banyak lapangan pekerjaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowonomics Beraksi, Mengapa 28 Perusahaan Dicabut Izinnya dan Jatuh ke Danantara?

Prabowonomics Beraksi, Mengapa 28 Perusahaan Dicabut Izinnya dan Jatuh ke Danantara?

Bisnis | Kamis, 29 Januari 2026 | 18:10 WIB

Sore Ini Prabowo Lantik 8 Anggota DEN di Istana Negara

Sore Ini Prabowo Lantik 8 Anggota DEN di Istana Negara

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:26 WIB

Menlu Sugiono Sebut Dunia Sambut Positif Pidato 'Prabowonomics', Indonesia Naik Tingkat?

Menlu Sugiono Sebut Dunia Sambut Positif Pidato 'Prabowonomics', Indonesia Naik Tingkat?

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:35 WIB

Prabowonomics Menggema di WEF Davos 2026: Dari Danantara, MBG, hingga Efisiensi Anggaran

Prabowonomics Menggema di WEF Davos 2026: Dari Danantara, MBG, hingga Efisiensi Anggaran

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:05 WIB

Momen Prabowo Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum 2026

Momen Prabowo Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum 2026

Foto | Jum'at, 23 Januari 2026 | 08:00 WIB

Prabowonomics Bakal Menggema di WEF Davos, Visi Ekonomi RI Setelah 10 Tahun Absen

Prabowonomics Bakal Menggema di WEF Davos, Visi Ekonomi RI Setelah 10 Tahun Absen

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:37 WIB

Prabowo Kenalkan Prabowonomics di Hadapan Pemimpin Dunia, Apa Itu?

Prabowo Kenalkan Prabowonomics di Hadapan Pemimpin Dunia, Apa Itu?

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 08:59 WIB

Terkini

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta

Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya

Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:02 WIB

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

×