alexametrics

Penyebab Konflik Israel-Palestina, dari Militer ke Situasi Politik

Dany Garjito
Penyebab Konflik Israel-Palestina, dari Militer ke Situasi Politik
Seorang perempuan Palestina berjalan di antara puing-puing bangunan di Rafah, Jalur Gaza pada 15 Mei 2021. Gaza telah dibom Israel selama beberapa hari terakhir. [AFP/Said Khatib]

Apa sebenarnya penyebab konflik Israel-Palestina?

Suara.com - Konflik antara Israel dan Palestina masih terus terjadi hingga hari ini. Konflik itu merupakan warisan puluhan tahun pertentangan ideologi kelompok Hamas, Fatah, dan Israel. Lalu apa sebenarnya penyebab konflik Israel-Palestina?

Penyebab Konflik Israel-Palestina

Israel dan Palestina kembali bersitegang setelah kekerasan yang melibatkan kedua warga negara terjadi di ibu kota Israel, Yerussalem April 2021 lalu. Warga Palestina terlibat bentrok dengan polisi karena ancaman penggusuran puluhan rumah keluarga Palestina. Lahan itu akan digantikan dengan permukiman Yahudi.

Bentrokan itu melebar hingga menyulut isu mengenai Masjid Al-Aqsa, kompleks masjid yang terletak di puncak bukit dan dihormati oleh Muslim dan Yahudi. Muslim diwakili oleh kelompok Hamas di Palestina, sedangkan Yahudi menjadi representasi Israel.

Baca Juga: Erdogan Kritik Kekuatan Barat karena Tidak Bertindak Lawan Israel

Kedua kubu ini berkonflik sejak puluhan tahun lalu. Pasalnya mereka tak sepakat dengan ideologi Israel kendati Kesepakatan Oslo pernah ditandatangani pada 1993 oleh kelompok Fatah, oposisi Hamas yang memilih berdamai dengan Israel.

Jual beli serangan antara Israel dan Palestina masih terus terjadi dan tidak nampak bakal reda. [Antara]
Jual beli serangan antara Israel dan Palestina masih terus terjadi dan tidak nampak bakal reda. [Antara]

Penyebab konflik Israel-Palestina lainnya adalah tembakan roket yang pernah dilakukan Hamas ke arah Yerussalem beberapa pekan lalu. Kejadian itu turut memicu serangan Israel ke jalur Gaza yang dikuasai Hamas.  

Sedikitnya 188 warga Palestina tewas dalam ratusan serangan udara di Gaza, termasuk 55 anak-anak dan 33 wanita, dengan 1.230 orang terluka. Ada sekitar 34.000 warga Palestina mengungsi. Delapan orang di Israel tewas akibat salah satu dari 3.100 serangan roket yang diluncurkan dari Gaza.

Serangan Israel ke Palestina memicu protes pro-Palestina di kota-kota di seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Israel telah meningkatkan serangan dalam beberapa hari terakhir untuk menimbulkan kerusakan sebanyak mungkin.

Militer Israel menyebutkan sudah menghancurkan rumah pemimpin tertinggi Hamas Gaza, Yahiyeh Sinwar, pada Minggu, di kota sebelah selatan Khan Younis. Serangan tersebut menjadi serangan ketiga dalam dua hari terakhir di rumah para pemimpin senior Hamas.

Baca Juga: PBNU: Hentikan Segera Agresi Militer Israel Terhadap Palestina

Serangan-serangan ini tidak menjadi yang pertama. Jika menilik sejarah penyebab konflik Israel-Palestina, perseteruan Hamas dengan Israel sudah terjadi sejak 1940-an akibat perang saudara. Masa itu jauh sebelum kelompok Hamas resmi berdiri pada 1980-an.

Komentar