6 Fakta Vaksin Gotong Royong

Dany Garjito | Suara.com

Selasa, 18 Mei 2021 | 08:35 WIB
6 Fakta Vaksin Gotong Royong
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Program vaksin gotong royong yang direncanakan kini telah mulai terlaksana. Secara perlahan tapi pasti, masyarakat Indonesia akan mendapatkan vaksin untuk membantu menghadapi pandemic yang terus berlanjut. Tentu saja, dibalik program tersebut ada beberapa fakta menarik untuk disimak.

Seperti yang diketahui oleh masyarakat luas, program vaksinasi yang dilakukan pemerintah juga turut melibatkan pihak swasta. Jika vaksinasi yang diberikan pemerintah secara langsung menyasar anggota ASN, POLRI, TNI, dan PNS, maka pihak swasta diikutsertakan untuk membantu pemerataan vaksinasi untuk pegawai swasta dan keluarganya.

Lalu apa fakta di balik vaksinasi gotong royong yang mulai dilaksanakan ini?

  1. Memiliki Harga Total Rp 500.000
    Untuk biaya yang harus dikeluarkan dalam satu dosis penyuntikan, vaksin akan dikenakan sebesar Rp 325.000 dan Rp 125.000 untuk penyuntikan. Jadi total biaya yang diperlukan adalah Rp 500.000 untuk satu dosis.
    Namun bagaimana dengan wacana vaksin gotong royong gratis?
  2. Tetap Gratis untuk Pegawai Swasta
    Vaksin gotong royong memang memiliki harga dan biaya seperti yang diungkapkan pada poin pertama tadi. Namun demikian, biaya tersebut akan dibebankan pada perusahaan atau pihak swasta yang telah bekerja sama,sehingga penerima vaksin akhir tetap tidak dikenakan biaya untuk mendapat dosis vaksinasi.
  3. Tidak Hanya Karyawan, Namun Juga Keluarga
    INFOGRAFIS: Apa Bedanya Vaksin Gotong Royong dengan Vaksin Pemerintah?
    INFOGRAFIS: Apa Bedanya Vaksin Gotong Royong dengan Vaksin Pemerintah?
    Jika mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021, maka program vaksinasi gotong royong ini akan menyasar tak hanya karyawan aktif namun juga keluarganya. Jadi idealnya, penyebaran dan distribusi vaksin bisa segera dinikmati secara merata untuk masyarakat yang lebih luas.
  4. Jenis Vaksin yang Digunakan
    Jika vaksin yang digunakan pada program vaksin pemerintah adalah Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer, maka program vaksin gotong royong akan menggunakan dua vaksin lain yang jenisnya berbeda. Pertama adalah Sinopharm, serta CanSino. Kedua vaksin ini juga sudah mendapatkan persetujuan berdasarkan uji klinis, dan dinyatakan bisa digunakan membantu menangkal Covid-19.
  5. Distribusi dengan Pihak yang Sudah Disetujui
    Semua proses distribusi yang dilakukan dalam rangka pemberian vaksin gotong royong harus dilakukan di tempat swasta dan tidak boleh di fasilitas milik pemerintah. Nantinya, perusahaan atau pihak swasta harus mengajukan permohonan kerjasama dalam hal vaksinasi, untuk kemudian diurus prosedur dan fasilitas yang akan digunakan.
  6. Data Terintegrasi
    Meski bukan merupakan program vaksin gratis dari pemerintah, penerima vaksin gotong royong tetap akan didata untuk kemudian diintegrasikan dengan data yang dimiliki pemerintah. Sederhana, hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih data pemberian vaksin dan menghindari pemberian vaksin pada orang yang sama melebihi dosis yang direkomendasikan.

Itu tadi beberapa fakta vaksin gotong royong yang sudah mulai didistribusikan. Semoga bermanfaat.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:32 WIB

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:13 WIB

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:08 WIB

Cerita Wamenkes Dante Hadapi Pasien yang Sebut Vaksin Hanya Akal-akalan Pemerintah

Cerita Wamenkes Dante Hadapi Pasien yang Sebut Vaksin Hanya Akal-akalan Pemerintah

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:11 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak

Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak

News | Senin, 20 April 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB