Bocah Gaza Palestina: Amerika Serikat Berhentilah Kasih Senjata ke Israel

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 20 Mei 2021 | 15:27 WIB
Bocah Gaza Palestina: Amerika Serikat Berhentilah Kasih Senjata ke Israel
Nadeen Abed al Lateef saat menceritakan kondisinya.[Twitter/NBC News]

Suara.com - Seorang gadis Palestina berusia 10 tahun di Gaza menarik perhatian dunia setelah dia mengungkapkan anak-anak sekarat akibat serangan udara Israel.

"Kami baru saja sekarat. Kami bahkan tidak pantas menerima ini." ujar Nadeen Abed al Lateef kepada wartawan, disadur dari The Independent, Kamis (20/5/2021)

"Orang-orang Amerika, berhenti memberi, berhenti memberikan senjata kepada penjajah. Itulah cara Anda dapat membantu kami." sambungnya kepada NBC News.

Siswi salah satu sekolah dasar di Palestina tersebut mengenakan kemeja ungu dan berdiri bersama saudara laki-lakinya yang berusia enam tahun di depan reruntuhan.

Lebih dari 200 orang diperkirakan tewas di Gaza setelah serangan udara berulang kali yang dilakukan Israel, termasuk 61 anak-anak.

Diperkirakan 10 warga Israel tewas akibat serangan 3.300 roket dari Hamas sejak awal konflik, termasuk dua anak, menurut laporan pihak berwenang Israel.

Hamas, yang menguasai kota Gaza, dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan Amerika Serikat.

Nadeen mengatakan bahwa situasi tersebut membuatnya "ingin menangis" ketika melihat begitu banyak orang yang ketakutan.

Anak berusia 10 tahun itu ingin menjadi dokter tetapi mengatakan bahwa sekolahnya ditutup dan terhenti karena serangan tersebut.

baca juga

"Kami benar-benar mencoba untuk hidup di sampah, tetapi kami tidak bisa," katanya.

"Ketika saya besar nanti, saya ingin menjadi dokter untuk membantu orang-orang, tetapi saya tidak bisa. Tidak ada pembelajaran. Saya tidak punya hak untuk belajar karena penjajah. Hak saya untuk belajar hilang." jelasnya.

Nadeen bahkan mengaku jika ia ia tidak peduli akan keselamatannya dan akan tetap terus bersekolah demi cita-citanya.

"Impian saya adalah menjadi seorang dokter dan saya akan menjadi seorang dokter. Saya tidak peduli jika Anda menembak saya atau apa pun saya akan menjadi dokter." tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaji Panglima Militer Israel Per Bulan Lebih dari Presiden RI, Berapa?

Gaji Panglima Militer Israel Per Bulan Lebih dari Presiden RI, Berapa?

Hits | Kamis, 20 Mei 2021 | 15:07 WIB

Demokrat Berencana Blokir Penjualan Senjata Senilai Rp 10,5T ke Israel

Demokrat Berencana Blokir Penjualan Senjata Senilai Rp 10,5T ke Israel

News | Kamis, 20 Mei 2021 | 15:09 WIB

Bisikan Pilu Bocah Gaza: Aku Tak Mau Tertidur karena Takut Ditinggal Mati

Bisikan Pilu Bocah Gaza: Aku Tak Mau Tertidur karena Takut Ditinggal Mati

News | Kamis, 20 Mei 2021 | 15:06 WIB

Terkini

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB