Alexei Navalny Temukan Resep Tetap Bahagia di Penjara

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 22 Mei 2021 | 16:34 WIB
Alexei Navalny Temukan Resep Tetap Bahagia di Penjara
Alexei Navalny [DW]

Suara.com - Kritikus Alexei Navalny yang sedang menjalani masa tahanan mengatakan berhasil temukan resep "tetap bahagia" di penjara. Navalny bulan lalu mengakhiri aksi mogok makan.

Tokoh oposisi terpopuler Rusia Alexei Navalny saat ini sedang menjalani hukuman dua setengah tahun di penjara dekat Moskow. Akhir Maret lalu, Navalny mulai melakukan aksi mogok makan sebagai protes atas kondisi buruk penjara.

Saat itu Navalny menuntut perawatan yang tepat karena menderita sakit punggung yang parah dan mati rasa di anggota tubuhnya.

Aksi mogok itu menjadi perhatian internasional yang menutut Presiden Putin agar memperhatikan kesehatan Navalny di penjara.

Dia akhirnya dibawa ke rumah sakit, setelah banyak negara memperingatkan Putin akan ada konsekuensi serius, jika Navalny meninggal dunia dalam tahanan.

Pada 23 April, Navalny mengakhiri aksi mogok makannya. "23 hari melakukan mogok makan dan 23 hari menguranginya dengan cara yang sangat ketat dan konservatif," kata Navalny dalam posting pertamanya di Instagram setelah tiga minggu absen.

"Tekadku mengejutkanku sendiri," tulis tokoh oposisi yang bulan depan akan berusia 45 tahun itu.

Minggu lalu Alexei Navalny mulai makan roti - makanan favoritnya - untuk pertama kali dalam 46 hari. Dia mengatakan merasa lebih bahagia daripada seorang oligarki yang makan di kapal pesiarnya atau mereka yang makan di "restoran berbintang."

Resep bahagia di penjara, ungkapnya, sederhana saja: "Pilih apa yang sangat Anda sukai, lalu singkirkan itu dari Anda untuk beberapa waktu dan dapatkan kembali," tulis Navalny.

baca juga

"Ingatlah bahwa ini tidak berlaku untuk orang. Cintai selalu orang-orang kesayanganmu."

Kesehatan Navalny mulai pulih

Penampilan publik terakhir Navalny adalah melalui tautan video di pengadilan selama sidang banding pada akhir April, di sana dia tampak kurus dan mengatakan dia mulai makan beberapa sendok bubur sehari.

Kepala penjara mengatakan, Navalny memang sudah "makan dengan normal."

Sebelumnya, kepala layanan penjara Rusia Alexander Kalashnikov juga mengatakan kesehatan Navalny membaik.

Dia telah "pulih, kurang lebih," kata Kalashnikov kepada wartawan. "Beratnya sudah mencapai 82 kilogram, saya kira," tambahnya.

Direktur Yayasan Anti-Korupsi FBK Ivan Zhdanov juga mengatakan kesehatan Navalny semakin membaik.

"Kondisinya sekarang kurang lebih normal. Proses pemulihan memang sedang berlangsung," kata Zhdanov di radio Echo of Moscow.

Pembungkaman oposisi

Anggota tim Navalny mengatakan bahwa beratnya sekitar 93 kilogram ketika dia tiba di penjara Februari lalu, namun berat badannya turun menjadi 85 kilogram saat dia melakukan mogok makan.

Kabar tentang membaiknya kesehatan Navalny datang ketika Rusia sedang bergerak untuk melarang gerakannya.

Bulan depan pengadilan akan bersidang untuk mendengarkan apakah akan menambahkan jaringan kantor regionalnya dan Yayasan Anti-Korupsi ke daftar organisasi "teroris dan ekstremis".

Keputusan itu secara efektif akan melarang kegiatan jaringan politik Navalny dan menempatkan jaringan pendukungnya setara dengan kelompok teror ISIS dan Al-Qaida.

Parlemen Rusia minggu ini juga meloloskan undang-undang dalam pembacaan pertama yang akan melarang anggota "organisasi ekstremis" menjadi anggota parlemen. hp/ae (afp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Ini Isi Catatan Harian Alexei Navalny, Rival Vladimir Putin yang Meninggal Secara Tragis di Penjara Rusia

Ternyata Ini Isi Catatan Harian Alexei Navalny, Rival Vladimir Putin yang Meninggal Secara Tragis di Penjara Rusia

News | Sabtu, 12 Oktober 2024 | 12:48 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×