Pengertian Interaksi Sosial dan Bantuk-bentuknya

Rifan Aditya

Rabu, 02 Juni 2021 | 14:19 WIB
Pengertian Interaksi Sosial dan Bantuk-bentuknya
Pengertian Interaksi Sosial - Ilustrasi masyarakat perkotaan. (Shutterstock)

Suara.com - Di era yang semakin berkembang interaksi sosial semakin jarang terjadi. Terlebih adanya pembatasan kegiatan akibat Covid-19 membuat interaksi sosial kian terbatas. Tak ayal masyarakat perlu mengetahui pengertian interaksi sosial. Tak hanya pengertian interaksi sosial, syarat, dan beberapa bentuknya juga perlu dimengerti.

Pengertian Interaksi Sosial

Dilansir dari berbagai sumber pengertian interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu yang membentuk satu sistem tertentu memengaruhi satu sama lain. Selain itu, terdapat beberapa pengertian interaksi sosial menurut para ahli antara lain:

Interaksi sosial menurut Soekanto merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia.

Pendapat lain, mengutip Kemdikbud RI, manusia hidup bersama manusia lain dan membutuhkan orang lain. Oleh karenanya, manusia terlahir sebagai makhluk sosial. Manusia memerlukan interaksi sosial karena memiliki gregariousness, yaitu naluri untuk selalu hidup dengan orang lain.

Sejumlah aspek juga diperlukan agar terjadi sebuah interaksi sosial. Syarat interaksi sosial antara lain kontak sosial dan komunikasi. Tanpa kedua syarat penting itu, interaksi sosial tidak akan terjadi.

Untuk menciptakan sebuah interaksi manusia perlu saling bertemu dan terhubung. Interaksi sosial tidak akan lengkap bila belum ada komunikasi antar individu.

Bertemunya seseorang dengan orang lain atau kelompok lain, kemudian saling berbicara, bekerja sama, dan lainnya untuk mencapai tujuan bersama. Begitulah dengan syarat-syarat tersebut interaksi sosial bisa terjadi.

Kemudian interaksi sosial juga memiliki sejumlah bentuk. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial berdasarkan prosesnya, yakni proses asosiatif dan proses disosiatif.

baca juga

Proses Asosiatif

Proses asosiatif disebut juga dengan proses sosial integratif atau konjungtif. Dalam proses tersebut anggota-anggota masyarakat berada dalam keadaan harmoni yang mengarah pada pola-pola kerjasama.

Interaksi sosial berdasarkan proses asosiatif kemudian dibagi menjadi empat macam. 

  1. Kerja sama
    Kerja sama merupakan proses yang dilakukan oleh suatu kelompok atau perorangan untuk mencapai tujuan bersama yang diawali dengan kesamaan tujuan. Proses kerja sama juga memiliki beberapa bentuk, yakni kerja sama spontan, kerja sama langsung misalnya hasil perintah atasan kepada bawahan, kerja sama kontrak, dan kerja sama tradisional yaitu kerja sama sebagian atau unsur-unsur tertentu dari sistem sosial.
  2. Akomodasi
    Akomodasi bertujuan untuk menciptakan keseimbangan interaksi sosial terkait dengan norma yang ada di masyarakat. Bisa diartikan jika akomodasi merupakan proses penyesuaian diri atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan. Akomodasi memiliki delapan bentuk, yaitu coercion, kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi, toleransi, stalemate, dan ajudikasi.
  3. Asimilasi
    Asimilasi merupakan usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan tujuan dan kepentingan bersama. Contoh asimilasi adalah penggunaan bahasa daerah tertentu oleh orang-orang yang tinggal di sana tanpa memandang suku dan ras. 
  4. Akulturasi 
    Akulturasi adalah semua bentuk penerimaan atas unsur-unsur baru dan menjadikannya suatu kebudayaan baru tanpa menggeser kebudayaan lama yang sudah ada sebelumnya.

Proses Disosiatif

Proses Disosiatif merupakan sebuah kondisi yang dihasilkan karena adanya pertentangan antar anggota masyarakat. Proses sosial disosiatif juga disebut proses sosial disintegratif atau disjungtif.

Interaksi sosial berdasarkan proses disosiatif bisa berwujud sebagai berikut ini. 

  1. Persaingan
    Persaingan merupakan proses sosial dimana dua belah pihak saling berlomba melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. 
  2. Kontravensi
    Kontravensi merupakan  proses sosial yang ditandai ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka.
  3. Konflik
    Konflik merupakan bentuk lanjut dari kontravensi. Konflik merupakan gejala sosial alami yang sering terjadi dalam masyarakat.

Demikian pengertian interaksi sosial menurut beberapa ahli dan bentuk-bentuknya.

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengertian Interaksi Sosial oleh Para Ahli

Pengertian Interaksi Sosial oleh Para Ahli

News | Selasa, 12 Januari 2021 | 15:05 WIB

Pendapat Masyarakat Soal Kebijakan Pembatasan Interaksi Sosial

Pendapat Masyarakat Soal Kebijakan Pembatasan Interaksi Sosial

Video | Senin, 23 Maret 2020 | 07:00 WIB

Jakarta Darurat Corona, Apa Kata Warga Soal Pembatasan Interaksi Sosial?

Jakarta Darurat Corona, Apa Kata Warga Soal Pembatasan Interaksi Sosial?

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2020 | 12:07 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×