Dirut AstraZeneca: Vaksin Covid-19 Kami Aman, Bisa Terus Dipakai di Indonesia

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Kamis, 03 Juni 2021 | 17:45 WIB
Dirut AstraZeneca: Vaksin Covid-19 Kami Aman, Bisa Terus Dipakai di Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca saat vaksinasi kepada kyai Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Moch Asim

Suara.com - Direktur AstraZeneca Indonesia Rizman Abudeiri menepis semua isu miring yang beredar tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari vaksin Covid-19 buatan Inggris tersebut.

Rizman memastikan segala proses uji klinis hingga perizinan pemakaian sudah melalui regulasi dan dikawal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hingga Vaksin AstraZeneca dinyatakan aman dan boleh digunakan di tanah air.

"Sehingga ketika ada sinyal safety-nya ini dipertanyakan, itu dari awal kita langsung tahu, pesan saya, kita mempunyai data yang luar biasa, tidak ada batas lagi tentang data, semua bisa melihat data sains, ini kita transparan, keamanan masyarakat terjamin, ini semua evaluasi dan keputusan dilakukan pihak berwenang di Indonesia yaitu BPOM," kata Rizman dalam diskusi KPCPEN, Kamis (3/6/2021).

Dia meminta masyarakat tidak perlu ragu akan keamanan Vaksin AstraZeneca, sebab pemerintah sendiri tidak mungkin ingin mencelakakan masyarakatnya.

"Ketika keputusan izin itu terjadi, maka keputusan itu tidak terjadi serta merta tanpa dasar saintifik atau dasar medis, itu pasti dengan pertimbangan," tegasnya.

"Kita harus percaya bahwa Pemerintah Indonesia sudah melakukan evaluasi yang mendalam sehingga diambil kesimpulan beberapa vaksin ini layak digunakan di Indonesia," sambung Rizman.

Sebelumnya, BPOM RI memastikan Vaksin AstraZeneca dengan nomor bets CTMAV 547 bisa digunakan kembali untuk program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Vaksin AstraZeneca dengan nomor bets itu sempat mendapat perhatian khusus akibat seelah kasus kematian Trio Fauqi Virdaus sesaat setelah divaksinasi.

Keputusan ini disampaikan setelah BPOM bersama Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI (Komnas PP KIPI), Komisi Daerah (Komda) PP KIPI memastikan tidak ada hubungan antara KIPI serius yang dilaporkan dengan Vaksin AstraZeneca bets CTMAV 547.

baca juga

Pada 25 Mei 2021 lalu Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) BPOM merilis hasil laporan pengujian tersebut.

Ditemukan saluran toksisitas abnormal atau tidak zat yang berpotensi memicu kerusakan. Sedangkan sterilitas vaksin tersebut dipastikan sesuai mutu dan aman digunakan.

Hasil ini dikatakan selaras dengan pernyataan Ketua Komnas KIPI, Hindra Iriawan yang ikut memastikan KIPI serius yang dilaporan tidak berkaitan dengan vaksin AstraZeneca bets CTMAV 547.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Saja Tak Cukup, Ahli Sarankan Lakukan Hal Ini untuk Akhiri Pandemi

Vaksinasi Saja Tak Cukup, Ahli Sarankan Lakukan Hal Ini untuk Akhiri Pandemi

Health | Kamis, 03 Juni 2021 | 16:01 WIB

Gunakan Astrazeneca, Vaksinasi untuk Lansia di Jogja Ditargetkan Selesai Akhir Juni

Gunakan Astrazeneca, Vaksinasi untuk Lansia di Jogja Ditargetkan Selesai Akhir Juni

Jogja | Kamis, 03 Juni 2021 | 16:00 WIB

Dinkes Jamin Astrazeneca di Malang Aman, Meski BPOM Sedang Lakukan Investigasi

Dinkes Jamin Astrazeneca di Malang Aman, Meski BPOM Sedang Lakukan Investigasi

Malang | Kamis, 03 Juni 2021 | 15:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×