13 Hari Setelah Gencatan Senjata, Musisi Palestina Konser di Tengah Puing-puing Bangunan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 03 Juni 2021 | 18:05 WIB
13 Hari Setelah Gencatan Senjata, Musisi Palestina Konser di Tengah Puing-puing Bangunan
Musisi Palestina gelar konser di depan puing-puing bekas konflik.[Facebook/Redflish]

Suara.com - Musisi Palestina menggelar konser musik di tengah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan 11 hari roket Israel.

Dalam unggahan di akun Facebook Redflish, tampak beberapa musisi mulai dari remaja hingga dewasa menggelar konser di depan puing-puing bangunan yang hancur akibat konflik.

"Musisi Palestina mengadakan konser publik di tengah reruntuhan bangunan perumahan yang dibom Israel selama perang 11 hari di Gaza." tulis akun tersebut.

Musisi Palestina gelar konser di depan puing-puing bekas konflik.[Facebook/Redflish]
Musisi Palestina gelar konser di depan puing-puing bekas konflik.[Facebook/Redflish]

Israel pada Selasa (11/5), melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza, menghantam rumah loteng seorang komandan lapangan Hamas.

Sebaliknya, kelompok militan Hamas menembakkan lebih dari 250 rudal ke Israel, menewaskan dua perempuan, korban pertama Israel dalam kekerasan ini.

Dalam sebuah foto terlihat sekelompok musisi menggunakan alat musik keyboard, piano, hingga alat musik khas timur tengah.

Musisi Palestina gelar konser di depan puing-puing bekas konflik.[Facebook/Redflish]
Musisi Palestina gelar konser di depan puing-puing bekas konflik.[Facebook/Redflish]

Bukan hanya musisi dewasa, dalam sebuah foto juga terlihat musisi yang terlihat memainkan alat musik dengan kalung sorban.

Konflik terbaru antara Hamas dan Israel tersebut terjadi kurang lebih selama 11 hari dan akhirnya berhenti ketika gencatan senjata disepakati pada 21 Mei.

200.000 Warga Butuh Bantuan

baca juga

Disadur dari Al Jazeera, Kamis (3/6/2021) pejabat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah telah mengunjungi Jalur Gaza pasca gencatan senjata tersebut.

Serangan Israel di daerah kantong yang dimulai pada 10 Mei menewaskan sedikitnya 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, menurut otoritas kesehatan di Gaza.

Sedikitnya 12 orang, termasuk dua anak-anak, tewas di Israel oleh serangan roket yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berbasis di Gaza.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa penduduk Palestina membutuhkan bantuan kesehatan.

"Lebih dari 77.000 orang mengungsi dan sekitar 30 fasilitas kesehatan rusak," katanya.

WHO mengatakan pihaknya "meningkatkan tanggapannya untuk memberikan bantuan kesehatan bagi hampir 200.000 orang yang membutuhkan", di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Tepi Barat yang diduduki.

Sementara itu, kepala Komite Palang Merah Internasional (ICRC) meminta lebih dari 16 juta dolar (Rp 228 miliar) untuk membantu warga di Jalur Gaza.

"Ketakutan, kecemasan, dan stres adalah kata-kata kunci yang saya dengar berulang kali hari ini," kata kepala ICRC Robert Mardini kepada Al Jazeera setelah mengunjungi Gaza.

"Kami perlu benar-benar meningkatkan dukungan kami untuk meningkatkan respons kemanusiaan di Jalur Gaza dalam jangka pendek." sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Apakah Benar Ada Cabang Hamas di India?

CEK FAKTA: Apakah Benar Ada Cabang Hamas di India?

News | Kamis, 03 Juni 2021 | 17:11 WIB

Bahas Kekejaman Israel di DPR, Menlu Retno: Indonesia Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina

Bahas Kekejaman Israel di DPR, Menlu Retno: Indonesia Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 03 Juni 2021 | 12:54 WIB

Bikin Haru! Siswi Kelas 5 SD di Salatiga Sumbangkan Anting Emas untuk Palestina

Bikin Haru! Siswi Kelas 5 SD di Salatiga Sumbangkan Anting Emas untuk Palestina

Jawa Tengah | Kamis, 03 Juni 2021 | 11:54 WIB

Terkini

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

×