facebook

21 Kecamatan di Bekasi Rawan Banjir, BPBD: Semua Warga Harus Waspada

Agung Sandy Lesmana
21 Kecamatan di Bekasi Rawan Banjir, BPBD: Semua Warga Harus Waspada
Aktivitas warga Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat usai dilanda banjir pada Bulan Februari 2021. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

"Untuk itu, karena ada perubahan cuaca dan iklim, kita semua harus waspada..."

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat 21 dari total 23 kecamatan di daerah itu masuk kategori wilayah rawan banjir. Warga yang tinggal di 21 kecamatan itu pun diminta waspada/ 

"Warga terus waspada terlebih hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bekasi Muhammad Said di Cikarang, Jumat (4/6/2021).

Said mengaku saat ini hanya ada dua kecamatan di wilayahnya yakni Kecamatan Bojongmangu dan Cibarusah yang berada di tingkat kerawanan banjir rendah sementara selebihnya merupakan daerah rawan banjir.

Dia menyebut meski tingkat kerawanan banjirnya rendah bukan berarti kedua daerah itu bebas bencana. Bojongmangu merupakan daerah dataran tinggi sehingga rawan terjadi longsor sedangkan Cibarusah hampir setiap tahunnya dilanda bencana kekeringan karena sulit menemukan mata air.

Baca Juga: Kades Pemalsu Surat Tanah di Bekasi Dituntut 8 Bulan, Keluarga Ahli Waris Kecewa

Said mengimbau warga tidak lagi terpaku pada musim penghujan maupun kemarau sebab di masa peralihan iklim dan cuaca ini, hujan bisa turun setiap saat.

"Biasanya Mei-Juni itu dihadapkan musim kemarau tapi masalahnya sekarang beberapa kali di hari terakhir ini kok masih turun hujan. Sehingga kini kami imbau warga tidak lagi terpaku rutinitas tahunan, bulan ini kemarau, bulan ini hujan. Saat ini kita harus siap dengan kondisi yang ada," katanya.

Hujan lebat yang turun sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di dua titik yakni Kali Ulu Cikarang Utara dan Kedungwaringin meski tidak sampai menggenangi rumah warga.

Dia menyatakan bukan tidak mungkin jika hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur, banjir besar kembali akan merendam Kabupaten Bekasi.

"Untuk itu, karena ada perubahan cuaca dan iklim, kita semua harus waspada. Kemarin di Kali Ulu dan Kedungwaringin sudah sampai satu lutut, beruntung banjir menggenang sesaat, setelah itu surut lagi," ucapnya.

Baca Juga: ICW: Komisaris Perusahaan Tempat Firli Bahuri Sewa Helikopter Pernah Diperiksa KPK

Said mengungkapkan banjir besar yang terjadi awal tahun lalu telah membuat jumlah wilayah rawan bencana di Kabupaten Bekasi meningkat dari semula 20 kini menjadi 21 kecamatan. Praktis hanya dua kecamatan dengan tingkat kerawanan rendah.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar