Dorong Program Vaksin Covid-19, Inggris Gandeng Tinder dan Kawan-kawan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 08 Juni 2021 | 07:59 WIB
Dorong Program Vaksin Covid-19, Inggris Gandeng Tinder dan Kawan-kawan
Ilustrasi seorang perempuan sedang membuka aplikasi Tinder. [Shutterstock]

Suara.com - Aplikasi kencan menjadi salah satu yang ikut mendorong program vaksinasi Covid-19 di Inggris dan aktif menggelar kampanye.

Menyadur Channel News Asia, Senin (7/6/2021) aplikasi kencan seperti Tinder, Bumble, dan Hinge ikut berperan dalam kampanye vaksin Covid-19 di Inggris.

Pada hari Senin, dalam kemitraanya dengan pemerintah Inggris, aplikasi tersebut menawarkan stiker, lencana, dan bonus khusus untuk pengguna yang sudah divaksin.

Ini terjadi ketika Inggris mulai memberikan vaksin kepada warganya yang berusia 30-am minggu ini, seperti yang dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Matt Hancock pada hari Minggu.

Menteri Vaksin Nadhim Zahawi mengatakan dia "senang bahwa kami bermitra dengan aplikasi kencan untuk meningkatkan vaksin di seluruh negeri".

Amerika Serikat meluncurkan inisiatif serupa pada bulan Mei, menghubungkan dengan aplikasi kencan seperti Tinder, OKCupid, dan Plenty of Fish.

Di Inggris, pengguna aplikasi kencan dapat menunjukkan dukungan mereka untuk vaksinasi di profil mereka dengan imbalan kredit gratis atau memberikan bonus aplikasi kepada orang lain yang mengatakan mereka divaksinasi.

Pengguna Plenty of Fish dapat memposting lencana yang mengatakan "Saya sudah disuntik" sementara pengguna OkCupid dapat menambahkan lencana yang mengatakan: "Saya divaksinasi."

Aplikasi kencan tersebut juga mengiklankan kampanye "Setiap vaksinasi memberi kita harapan" dari pemerintah Inggris.

baca juga

Departemen Kesehatan bahkan menyarankan agar pengguna dapat memberi tahu tanggal potensial mereka divaksinasi melalui aplikasi kencan tersebut.

Saran tersebut mengutip jajak pendapat YouGov pada bulan Mei yang menemukan 28 persen orang dewasa tidak akan berkencan dengan seseorang yang tidak divaksin.

Meskipun menggandeng aplikasi kencan, pemerintah Inggris belum secara resmi memberikan lampu hijau untuk kencan santai selama pandemi.

Sejauh ini, Inggris telah memberikan lebih dari 27 juta orang dosis vaksin dan lebih dari 40 juta telah menerima dosis pertama.

Mereka yang berusia di bawah 40 tahun ditawarkan alternatif vaksin Oxford-AstraZeneca karena risiko pembekuan darah yang sedikit lebih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Retno Puji RRT Mainkan Peranan Penting Kerja Sama Vaksin Covid-19

Menlu Retno Puji RRT Mainkan Peranan Penting Kerja Sama Vaksin Covid-19

News | Senin, 07 Juni 2021 | 21:25 WIB

Tambah 1.197 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 436.332 Orang

Tambah 1.197 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 436.332 Orang

News | Senin, 07 Juni 2021 | 21:23 WIB

CEK FAKTA: Heboh Denny Darko Sebut 5G Lebih Bahaya dari Covid-19, Ini Fakta Sesungguhnya

CEK FAKTA: Heboh Denny Darko Sebut 5G Lebih Bahaya dari Covid-19, Ini Fakta Sesungguhnya

News | Senin, 07 Juni 2021 | 20:00 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×