Mardani Ali Sera ke Jokowi: KPK Jangan Dimanfaatkan Untuk Tekan Lawan Politik

Rifan Aditya , Hernawan

Rabu, 09 Juni 2021 | 09:28 WIB
Mardani Ali Sera ke Jokowi: KPK Jangan Dimanfaatkan Untuk Tekan Lawan Politik
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera. (Dok : DPR)

Suara.com - Anggota DPR RI Mardani Ali Sera mengomentari pernyataan Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah yang mengaitkan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan kontestasi politik 2024.

Mardani Ali Sera mengatakan, semua analisa itu punya kemungkinan besar sehingga dia mengingatkan Presiden Jokowi untuk ambil sikap agar KPK tidak dimanfaatkan sebagai alat penekan kompetitor politik.

Pernyataan itu disampaikan Mardani Ali Sera melalui akun Twitter miliknya, @MardaniAliSera, Selasa (8/6/2021).

Bukan tanpa alasan, Mardani menyebut analisa tersebut kemungkinan benar karena menurutnya arah tersebut sudah jelas.

"Semua analisa punya kemungkinan benar. Besar kemungkinannya arahnya jelas," tulisnya seperti dikutip Suara.com.

Apabila hal itu benar, Mardani menyebut kontestasi Pemilu bisa menjadi tidak fair sehingga menuurtnya jangan sampai KPK dimanfaatkan untuk bermain politik.

Mardani Ali Sera mengatakan, Jokowi perlu untuk berkomitmen mengagendakan pemberantasan korupsi di era sekarang ini.

"Jangan sampai KPK dimanfaatkan untuk menekan kompetitor politik. Mesti ada political will Pak Jokowi untuk menegakkan agenda pemberantasan korupsi saat ini," tukas Mardani.

Mardani Ali Sera ingatkan Jokowi soal KPK (Twitter).
Mardani Ali Sera ingatkan Jokowi soal KPK (Twitter).

Lebih lanjut, Mardani berharap pemerintah mendengar suara keresahan dari masyarakat sipil yang tidak ingin KPK dihancurkan.

baca juga

"Dengarkan berbagai suara dan masukan masyarakat sipil. Kita tidak ingin agenda reformasi hancur begitu saja," kata Mardani Ali Sera.

"Mari terus kita kawal karena pemberantasan korupsi merupakan harapan seluruh elemen masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Febri Diansyah mengaitkan TWK pegawai KPK dengan kontestasi politik 2024. Dia menyebut KPK bisa berisiko dijadikan alat bertempur di 2024.

Hal itu disampaikan Febri saat menjadi narasumber diskusi "Teka Teki Pemberantasan Korupsi" yang disiarkan kanal YouTube Gusdurian TV.

Febri menyinggung kekhawatiran dan keresahannya apabila KPK kelak tidak independen karena dikuasai oleh kekuatan politik tertentu.

Dia mengaku tidak bisa dibayangkan apabila KPK dikuasai pihak tertentu dan digunakan untuk menghajar lawan politiknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asal Usul Pertanyaan Pilih Al Quran atau Pancasila di TWK KPK

Asal Usul Pertanyaan Pilih Al Quran atau Pancasila di TWK KPK

Bali | Rabu, 09 Juni 2021 | 07:15 WIB

Buat Investigasi Soal Firli Bahuri dan TWK, IndonesiaLeaks Dibuntuti Orang Ngaku Polisi

Buat Investigasi Soal Firli Bahuri dan TWK, IndonesiaLeaks Dibuntuti Orang Ngaku Polisi

News | Selasa, 08 Juni 2021 | 21:44 WIB

75 Pegawai KPK Melawan, Jurnalis dan Media Kolaborasi Dapat Teror

75 Pegawai KPK Melawan, Jurnalis dan Media Kolaborasi Dapat Teror

Sulsel | Selasa, 08 Juni 2021 | 21:29 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×