alexametrics

Perbedaan TV Analog dan TV Digital, Simak Yuk!

Rendy Adrikni Sadikin
Perbedaan TV Analog dan TV Digital, Simak Yuk!
Ilustrasi televisi. (Shutterstock)

Migrasi TV analog ke TV digital akan dilakukan secara bertahap setelah Kominfo menginfokan akan menghentikan siaran TV analog.

Suara.com - Migrasi TV analog ke TV digital akan dilakukan secara bertahap setelah Kominfo menginfokan akan menghentikan siaran TV analog. Berikut ini perbedaan TV analog dan TV digital.

Dikabarkan migrasi TV analog ke digital ini ditargetkan akan berakhir tahun depan. Hal tersebut sejalan dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Siaran TV analog ini akan dihentikan dan masuk proses migrasi pada 17 Agustus 2021. Penghentian TV analog sepenuhnya akan dilakukan selambat-lambatnya pada 2 November 2022.

Itu artinya, masyarakat tidak bisa menikmati siaran TV jika tidak migrasi ke TV digital atau memasang STB (set top box). Berikut ini perbedaan TV analog dan TV digital.

Baca Juga: Tahun Ini TV Analog Dimatikan Bertahap, Mulai dari Aceh

Perbedaan TV Analog dan Digital

Sebelum menjelaskan perbedaan TV analog dan digital, simak dulu alasannya kenapa harus segera migrasi ke TV digital.

Jadi, apa alasannya? Begini alasannya, jika ditransmisikan, TV analog ini mirip sinyal radio. Jika sinyal video sebagai AM, maka audionya sebagai FM.

Sinyal TV analog ini bisa mengalami gangguan, hal tersebut tergantung pada jarak serta lokasi geografis TV saat menerima sinyal.

Selain itu, jumlah bandwidth TV analog juga membatasi resolusi serta kualitas gambar. Oleh karena itu, diwajibkan untuk segera migrasi ke TV digital. Berikut ini perbedaannya.

Baca Juga: Pemenang Seleksi Multipleksing Diminta Siapkan 50% Slot untuk LPS

1. Kualitas Gambar

Perbedaan TV analog dan digital terlihat pada kualitas visual. Jadi, kualitas visual TV analog dipengaruhi jarak pemancar. Sedangkan kualitas visual TV digital tidak terpengaruh jarak pemancar.

2. Sistem Transmisi Pancaran

Perbedaan berikutnya terlihat pada sistem transmisi pancaran. TV analog menggunakan pancaran dengan memodulasikan secara langsung pada pembawa frekuensi.

Sedangkan pada TV digital, data tidak langsung dimodulasikan, melainkan akan dikodekan ke bentuk digital terlebih dulu, setelah itu dipancarkan.

3. Gangguan Tayangan

Perbedaan lainnya yaitu terlihat pada gangguan tayangan. Pada TV analog masih akan mengalami gangguan tayangan berupa visual yang tidak jelas saat sinyal lemah.

Sedangkan pada TV digital, gangguan tayangan hanya berupa tampikan tayangan satu warna dasar saja tanpa disertai visual yang tidak jelas.

Demikianlah informasi mengenai perbedaan TV analog dan TV digital. Mari segera migrasi dari TV analog ke digital untuk merasakan pengalaman menonton yang nyaman dan mengasyikkan.

Kontributor : Ulil Azmi

Komentar