alexametrics

RSUD Bangkalan Belum Pastikan Ledakan Covid-19 Disebabkan Oleh Varian Baru

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
RSUD Bangkalan Belum Pastikan Ledakan Covid-19 Disebabkan Oleh Varian Baru
Test usap antigen dilakukan Satgas Covid-19 Bangkalan Madura Jawa Timur [Foto: Antara]

Salah satu faktor penyebab lonjakan kasus karena tingkat kesadaran warga di Bangkalan akan protokol kesehatan masih sangat rendah.

Suara.com - Kepala RSUD Bangkalan, Nunuk Kristiani, menyatakan hingga saat ini hasil pemeriksaan terhadap dugaan varian baru Covid-19 yang menyebabkan ledakan kasus di Bangkalan, Jawa Timur belum terkonfirmasi.

Nunuk mengatakan varian B.1.1.7 asal Inggris yang ditemukan pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang ke Bangkalan sudah ditangani dengan baik, sehingga belum bisa dipastikan ledakan kasus disebabkan oleh varian yang diberi nama alpha tersebut.

"Sejauh ini belum ada statement yang menyatakan itu berasal dari Bangkalan, yang varian Inggris itu berasal dari PMI ya, TKI yang berasal dari luar negeri yang datang, tapi itu sudah diisolasi, dan sudah swab negatif 3 kali dan dinyatakan sembuh lalu kembali ke rumah masing-masing," kata Nunuk dalam diskusi KPCPEN, Kamis (10/6/2021).

"Jadi yang terjadi di Bangkalan ini sampai sejauh ini belum ada hasil yang pasti untuk penyebabnya, apakah virus mutasi atau bukan, ini masih dalam penelitian," sambungnya.

Baca Juga: Gus Ami: Berikan Perlindungan Optimal Kepada Pekerja Migran Indonesia

Nunuk menyebut salah satu faktor penyebab lonjakan kasus karena tingkat kesadaran warga di Bangkalan akan protokol kesehatan masih sangat rendah.

"Kesadaran masyarakat tentang prokes ya masih rendah, pemakaian masker masih rendah di pedesaan dan perkotaan ini juga jadi salah satu penyebab lonjakan ini," ucapnya.

Dia mengungkapkan rata-rata 2 sampai 3 orang dari klaster keluarga yang terdeteksi di Bangkalan meninggal dunia karena terlambat mendapatkan perawatan.

"Rata-rata pasien yang datang ini dengan kondisi yang cukup buruk ya, terjadi penurunan kesadaran, ada yang sesak berat, sedikit sekali yang kasus ringan, jadi pasien yang datang ke kami rata-rata kondisi yang sudah terlambat," pungkas Nunuk.

Baca Juga: Rentan Covid-19, Indonesia dan Korea Sepakat Tingkatkan Perlindungan Awak Kapal Perikanan

Komentar