Viral Wanita Curhat Kerasnya Hidup di Desa, Diomongin Tetangga Sampai Dikira Ngepet

Rifan Aditya , Aulia Hafisa

Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:20 WIB
Viral Wanita Curhat Kerasnya Hidup di Desa, Diomongin Tetangga Sampai Dikira Ngepet
Viral Wanita Curhat Kerasnya Hidup di Desa (TikTok)

Suara.com - Sebuah curahan hati seorang wanita tentang kerasnya hidup di desa viral di media sosial.

Curhatan ini ia ungkapkan melalui akun TikTok pribadinya dan menjadi FYP. Awalnya, ia membicarakan orang-orang kota yang berlomba-lomba untuk hidup di desa karena suasana yang asri.

"Orang-orang kota berlomba ingin hidup dalam keasrian desa," ungkapnya.

Kemudian, ia melanjutkan bahwa di desa tak seindah yang orang kota yang pikirkan.

"Sampai mereka tahu bahwa di desa..," lanjutnya.

Menurutnya, kehidupan di desa tak lepas dari orang tua dan keluarga yang toxic. Tetangga toxic adalah mereka yang bergunjing meskipun pemilik akun hanya melakukan kesalahan sedikit.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa lowongan pekerjaan di desa masih terbatas.

"Lowongan kerja masih terbatas," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa di desa, mereka yang memiliki uang yang berkuasa. Semua kantor diisi oleh keluarga pejabat.

baca juga

"Yang beruang yang berkuasa, semua kantor diisi keluarga pejabat," tambahnya.

Lebih parahnya, apabila ada warga desa yang kaya, seringkali dikira ngepet atau menjual diri.

"Tidak bisa berkembang, kaya dikit dikira ngepet atau jual diri," tandasnya.

Menurutnya, semua itu terjadi karena kurangnya pendidikan dan rendahnya ekonomi.

Melihat curhatan tersebut, para warganet pun turut memberikan komentar. Mereka menyetujui apa yang dikatakan oleh wanita tersebut.

"Serius di desa semua-semua diurusin, heran," kata warganet.

"Karena kebanyakan nganggur akhirnya urusin kehidupan orang. Orang desa jauh lebih kejam daripada orang kota kalo soal ghibah," tambah yang lain.

"Ingin harga tanah kayak di desa, ingin udara segar kayak di desa, tapi tetangga kayak di apartemen bodo amat asal lo nggak berisik nggak merusak fasilitas," ucap warganet.

"Di desa malah harus punya dompet tebel banyak undangan pesta... paguyuban kental kondangan biar lain desa juga diundang siapin sumbang amplop terus," timpal lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditolak Mantan Calon Mertua karena Bukan PNS, Wanita Ini Beri Balasan Menohok

Ditolak Mantan Calon Mertua karena Bukan PNS, Wanita Ini Beri Balasan Menohok

News | Sabtu, 12 Juni 2021 | 06:58 WIB

Minta Tolong Suami Beli Sayur di Pasar, Ending Kisah Ini Malah Bikin Warganet Tepuk Jidat

Minta Tolong Suami Beli Sayur di Pasar, Ending Kisah Ini Malah Bikin Warganet Tepuk Jidat

Kalbar | Sabtu, 12 Juni 2021 | 06:30 WIB

Ngakak! Wanita Ini Kirim Selfie di Toilet untuk Wisuda Online, Berujung Masuk TV

Ngakak! Wanita Ini Kirim Selfie di Toilet untuk Wisuda Online, Berujung Masuk TV

Lifestyle | Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×