facebook

Kasus Covid-19 Meroket, Epidemilog Sebut Indonesia Berpotensi Seperti India

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Kasus Covid-19 Meroket, Epidemilog Sebut Indonesia Berpotensi Seperti India
Antrean panjang pasien COVID-19 di Wisma Atlet (ist)

"Ledakan kasus dengan banyak korban karena masih banyak orang yang mengabaikan pembatasan ini."

Suara.com - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, memprediksi Indonesia tengah memasuki masa kritis pandemi Covid-19. Terlebih akibat virus yang terus bermutasi lebih cepat.

Dicky mengatakan masyarakat tidak perlu terkejut melihat lonjakan kasus beberapa hari ini, sebab inilah hasil yang harus dituai jika protokol kesehatan dan pembatasan banyak dilanggar selama libur panjang lebaran kemarin.

"Bom waktu ini akan meledak, sejak Januari sudah saya jelaskan dalam 3-6 bulan ke depan Indonesia akan mencapai puncaknya, dan akhir Juni ini kita akan mengalami akumulasi dari serangkaian banyak proses penularan yang mayoritas tidak terselesaikan di Indonesia ini," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Selasa (14/6/2021).

Bahkan, Dicky menyebut Indonesia bisa saja mengalami hal buruk seperti India, sebab varian baru Covid-19 terbukti mempercepat penularan di sejumlah daerah.

Baca Juga: Begini Kondisi Pasien COVID-19 Klaster Bangkalan yang Terpapar Mutasi Virus Delta India

"Indonesia memang punya potensi seperti India, dalam artian ledakan kasus dengan banyak korban karena masih banyak orang yang mengabaikan pembatasan ini," ucapnya.

Untuk mengatasi ini, penguatan 3T; testing, tracing, dan treatment harus dilakukan oleh pemerintah, tidak perlu takut kasus positif di daerahnya menjadi banyak karena testing yang masif karena akan lebih berbahaya jika tidak terdeteksi.

Namun, jika kasus terus meroket, pemerintah disarankan mengambil langkah tegas dengan lockdown untuk membatasi ruang gerak manusia dan melakukan penanganan pandemi.

"Kita harus siap 3 strategi, pertama tetap penguatan 3T, kedua vaksinasi, dan ketiga ya harus lockdown, tiga kombinasi ini relatif efektif dalam mengendalikan varian delta yang kemungkinan di Juli ini lah terlihat dampak lebih seriusnya," pungkas Dicky.

Secara kumulatif, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 1.919.547 orang Indonesia, kini masih terdapat 115.197 kasus aktif, 1.751.234 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 53.116 jiwa meninggal dunia.

Baca Juga: 3 Varian Baru Virus COVID-19 Masuk Jakarta, Delta, Beta dan Alfa

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar