Kasus Covid-19 Meroket, Epidemilog Sebut Indonesia Berpotensi Seperti India

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Selasa, 15 Juni 2021 | 14:36 WIB
Kasus Covid-19 Meroket, Epidemilog Sebut Indonesia Berpotensi Seperti India
Antrean panjang pasien COVID-19 di Wisma Atlet (ist)

Suara.com - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, memprediksi Indonesia tengah memasuki masa kritis pandemi Covid-19. Terlebih akibat virus yang terus bermutasi lebih cepat.

Dicky mengatakan masyarakat tidak perlu terkejut melihat lonjakan kasus beberapa hari ini, sebab inilah hasil yang harus dituai jika protokol kesehatan dan pembatasan banyak dilanggar selama libur panjang lebaran kemarin.

"Bom waktu ini akan meledak, sejak Januari sudah saya jelaskan dalam 3-6 bulan ke depan Indonesia akan mencapai puncaknya, dan akhir Juni ini kita akan mengalami akumulasi dari serangkaian banyak proses penularan yang mayoritas tidak terselesaikan di Indonesia ini," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Selasa (14/6/2021).

Bahkan, Dicky menyebut Indonesia bisa saja mengalami hal buruk seperti India, sebab varian baru Covid-19 terbukti mempercepat penularan di sejumlah daerah.

"Indonesia memang punya potensi seperti India, dalam artian ledakan kasus dengan banyak korban karena masih banyak orang yang mengabaikan pembatasan ini," ucapnya.

Untuk mengatasi ini, penguatan 3T; testing, tracing, dan treatment harus dilakukan oleh pemerintah, tidak perlu takut kasus positif di daerahnya menjadi banyak karena testing yang masif karena akan lebih berbahaya jika tidak terdeteksi.

Namun, jika kasus terus meroket, pemerintah disarankan mengambil langkah tegas dengan lockdown untuk membatasi ruang gerak manusia dan melakukan penanganan pandemi.

"Kita harus siap 3 strategi, pertama tetap penguatan 3T, kedua vaksinasi, dan ketiga ya harus lockdown, tiga kombinasi ini relatif efektif dalam mengendalikan varian delta yang kemungkinan di Juli ini lah terlihat dampak lebih seriusnya," pungkas Dicky.

Secara kumulatif, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 1.919.547 orang Indonesia, kini masih terdapat 115.197 kasus aktif, 1.751.234 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 53.116 jiwa meninggal dunia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rakit Bom Modal Youtube, Pria Ini Minta Tolong Polisi untuk Menjinakkannya

Rakit Bom Modal Youtube, Pria Ini Minta Tolong Polisi untuk Menjinakkannya

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 14:19 WIB

Covid-19 Varian Delta Lebih Cepat Menyebar, Masyarakat Perlu Perketat Prokes

Covid-19 Varian Delta Lebih Cepat Menyebar, Masyarakat Perlu Perketat Prokes

Jogja | Selasa, 15 Juni 2021 | 14:25 WIB

Begini Kondisi Pasien COVID-19 Klaster Bangkalan yang Terpapar Mutasi Virus Delta India

Begini Kondisi Pasien COVID-19 Klaster Bangkalan yang Terpapar Mutasi Virus Delta India

Jatim | Selasa, 15 Juni 2021 | 13:13 WIB

3 Varian Baru Virus COVID-19 Masuk Jakarta, Delta, Beta dan Alfa

3 Varian Baru Virus COVID-19 Masuk Jakarta, Delta, Beta dan Alfa

Jakarta | Selasa, 15 Juni 2021 | 12:57 WIB

Terkini

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:20 WIB

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:16 WIB

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

×