Tak Didukung Pemda dan DPRD, Warga Sangihe Berjuang Sendirian Lawan Perusahaan Tambang

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 15 Juni 2021 | 18:56 WIB
Tak Didukung Pemda dan DPRD, Warga Sangihe Berjuang Sendirian Lawan Perusahaan Tambang
Pulau Sangihe terletak di Provinsi Sulawesi Utara. (BBC Indonesia)

Suara.com - Warga yang bermukim di pulau Sangihe, Sulawesi Utara saat ini tengah berjuang sendirian dalam melawan adanya aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Tambang Mas Sangihe (TMS). Sebab, Pemerintah daerah Sangihe pun seolah hanya bisa manut ketika PT TMS tersebut sudah mendapatkan izin dari pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM. 

Salah satu warga Pulau Sangihe, Alfred menilai kalau sikap pemerintah daerah selama ini tidak pernah jelas. Bupati Sangihe, Helmud Hontong dikatakannya pernah menolak kehadiran PT TMS di wilayahnya, sehingga ia tidak memberikan rekomendasi apapun terkait perizinan yang dimulai dari 2017. 

Akan tetapi, sikap pemerintah daerah kemudian berubah ketika Kementerian ESDM mengeluarkan izin pada 29 Januari 2021. Bupati menyatakan kalau pihaknya tidak bisa berlawanan dengan keputusan pemerintah pusat. 

"Itu sungguh sebenarnya sangat kami sesali, kami berharap, kami diayomi dalam upaya untuk menyelamatkan pulau tapi kami tidak mendapatkan itu dari pemda," ujar Alfred dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (15/6/2021). 

Sikap serupa pun diperlihatkan oleh DPRD Sangihe. Sejak warga melakukan audiensi pada 30 Maret 2021, hanya ada 5 anggota DPRD yang menyatakan sikap menolak. Sementara belasan anggota lainnya yang ikut hadir dalam audiensi menyatakan abstain. 

Melihat kondisi tersebut, warga pulau Sangihe pun harus berjuang sendiri untuk menolak rumahnya kemudian diubah menjadi area pertambangan. Saat ini sudah ada gerakan perlawanan warga yang disebut Save Sangihe Island. 

Mereka sudah mengadukan nasibnya ke sejumlah lembaga pemerintahan seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan bahkan melayangkan gugatan ke PTUN. 

"Kami berjuang terus sampai pulau kita ini bisa diselamatkan atau kita menyerah dan mengalah kehilangan rumah kami," ungkapnya. 

Ancam Hidup Puluhan Ribu Warga Sangihe 

baca juga

PT Tambang Mas Sangihe (TMS) mendapatkan izin usaha pertambangan seluas 42 ribu hektare di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Selatan. Padahal di wilayah tersebut terdapat 58 ribu penduduk yang kini tengah terancam kehilangan tempat tinggalnya. 

Juli Takaliuang, bagian dari gerakan warga Save Sangihe Island mengatakan 42 ribu hektare itu mencakup 7 kecamatan, 80 kampung dan sekitar 58 ribu penduduk di dalamnya. Mereka jelas menolak keberadaan perusahaan tambang yang 70 persen sahamnya dikuasai oleh Sangihe Gold Corporation, korporasi tambang asal Kanada. 

"Karena 57 persen wilayah ini sudah dicover oleh izin usaha produksi PT Tambang Mas Sangihe maka kami sebagai putra putri Sangihe tentu tidak akan pernah rela sejengkal pun tanah kami (dialihfungsikan)," kata Juli dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (15/6/2021).

Juli menegaskan kalau penduduk setempat sudah merasakan kehidupan yang aman, nyaman, bahagia dan sejahtera. Sementara keberadaan PT TMS justru dikhawatirkan bakal berdampak buruk bukan hanya bagi penduduk tetapi juga lingkungannya. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan pulau Sangihe itu termasuk daerah rentan bencana lantaran dilalui jalur lempeng Pasifik dan Eurosia, lempeng Sangihe, dan lempeng Maluku. Kemudian di sana juga terdapat dua gunung api bawah laut gunung Awu yang aktif. 

Masyarakat setempat tidak membutuhkan perusahaan tambang di sana, tetapi mereka berharap pemerintah semestinya bisa memikirkan mitigasi bencana untuk Kepulauan Sangihe. 

Selain itu, Juli juga menyebut kalau pembangunan PT TMS di sana akan mengganggu keberadaan 3.600 hektare mangrove. Ia pun sedih melihat ketika dunia internasional tengah memikirkan serius akan dampak seperti perubahan iklim dan pemanasan global, pemerintah Indonesia malah semangat untuk merusak lingkungan.

"Bagaimana dengan persoalan perubahan iklim dan kekuatan pemanasan global yang sementara ditakutkan oleh dunia internasional tetapi pemerintah sendiri mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang malah merusak lingkungan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Tambang TMS Ancam Hidup 58 Ribu Warga Sangihe

Perusahaan Tambang TMS Ancam Hidup 58 Ribu Warga Sangihe

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 16:07 WIB

Warga Tolak Tambang Emas Pulau Sangihe : Jangan Dibodohi

Warga Tolak Tambang Emas Pulau Sangihe : Jangan Dibodohi

Sulsel | Selasa, 15 Juni 2021 | 15:10 WIB

Masyarakat Sangihe Endus Patgulipat Izin Tambang Emas Sangihe

Masyarakat Sangihe Endus Patgulipat Izin Tambang Emas Sangihe

News | Selasa, 15 Juni 2021 | 14:54 WIB

Wakil Bupati Sangihe Jadi Sorotan, Koleksi Kendaraannya Kelewat Sederhana

Wakil Bupati Sangihe Jadi Sorotan, Koleksi Kendaraannya Kelewat Sederhana

Otomotif | Senin, 14 Juni 2021 | 13:35 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×