Jokowi: Mau Tidak Mau PPKM Darurat Harus Dilakukan

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 30 Juni 2021 | 16:31 WIB
Jokowi: Mau Tidak Mau PPKM Darurat Harus Dilakukan
Presiden Jokowi. [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasannya terkait rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Salah satunya kata Jokowi yakni untuk menjaga pemulihan ekonomi nasional  yang sudah membaik. 

Hal ini kata Jokowi setelah melihat angka-angka dari angka Purchasing Manager Indeks (PMI) untuk manufaktur yang meningkat .

"Kalau melihat angka-angka misalnya Purchasing Manager Indeks untuk manufaktur, dibanding sebelum pandemic sekarang ini berada pada posisi yang tinggi sekali. Sebelum pandemi itu 51, sekarang pada posisi 55,3 di bulan Mei kemarin, tinggi sekali. Artinya ada optimisme disitu," ujar Jokowi dalam sambutan peresmian Munas Kadin VIII di Kota Kendari, Rabu (30/6/2021) 

Diketahui, PMI di atas 50 mencerminkan sektor industri sedang ekspansif. Sebaliknya, PMI 50 ke bawah menggambarkan sektor industri dalam kondisi kontraktif.

Kemudian kata Jokowi, dari sisi supply, produksi sudah mulai menggeliat, ekspor tumbuh 58 persen, impor bahan baku tumbuh 79 persen tinggi sekali dan impor barang modal tumbuh sebesar 35 persen

"Angka-angka ini yang setiap hari tiap pagi masuk ke saya. Saya enggak pernah sarapan tapi sarapannya angka-angka," tutur Jokowi.

Lalu kata Jokowi, konsumsi listrik untuk industri juga tumbuh 28 persen, mobilitas bulanan, Mobility Indeks juga sama. Pada Februari 2021, masih minus 2, sekarang sudah 5,2. Penjualan ritel pun tumbuh 12,9 persen, konsumsi semen tumbuh  19, 2 persen dan penjualan kendaraan niaga tumbuh 783 persen.

"Ini angka-angka yang menurut saya sangat fantasis. Angka-angka ini yang setiap hari tiap pagi masuk ke saya. Saya nggak pernah sarapan tapi sarapannya angka-angka," ucap dia.

Karena itu, pemerintah akan memberlakukan PPKM Darurat untuk menyelesaikan permasalahan covid-19.

baca juga

"Optimisme ada tetapi problemnya dari covid yang belum bisa kita tekan, kita kurangi dan kita selesaikan. Oleh sebab itu kebijakan PPKM Darurat mau tidak mau harus kita lakukan karena kondisi-kondisi yang tadi disampaikan," kata Jokowi.

Jokowi mengaku optimistis, pertumbuhan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh kurang lebih 7 persen di Kuartal ke II.

"Kita semua masih optimis bahwa di Kuartal kedua dari yang sebelumnya apa kuartal 1 - 0,74 , 0,74 di kuartal kedua kita masih optimis akan tumbuh Insyaallah kurang lebih 7 persen," katanya. 

Sebelumnya, Jokowi  mengatakan hari ini pemerintah melakukan finalisasi kajian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali. PPKM darurat kata Jokowi akan diterapkan menyusul kasus Covid-19 yang melonjak drastis. 

"Hari ini ada finalisasi kajian, kita melihat karena lonjakan yang sangat tinggi. Kita harapkan selesai karena diketahui oleh pak Airlangga pak Menko Perekenomian untuk memutuskan diberlakukannya PPKM darurat," ujar Jokowi dalam sambutan peresmian Munas Kadin VIII di Kota Kendari, Rabu. 

Jokowi mengaku belum mengetahui berapa lama masa PPKM darurat yang akan diumumkan pemerintah.  Sebab saat ini masih dalam tahap finalisasi kajian.

"Enggak tahu nanti keputusannya apakah seminggu, apakah dua minggu," ucap Jokowi.

Kepala Negara itu menyebut rencana PPKM di Pulau Jawa dan Pulau Bali, karena dua pulau tersebut harus mendapat penanganan khusus. Sebab ada 44 kabupaten dan kota dan enam provinsi di Pulau Jawa dan Bali, yang nilai assessement di nomor empat karena tingginya kasus Covid-19. 

"Karena petanya sudah kita ketahui semuanya di khusus hanya di pulau Jawa dan Pulau Bali. Karea di sini ada 44 kabupaten dan kota serta enam provinsi yang nilai assessment nya 4 kita adakan penilaian secara detil yang ini harus ada treatment khusus sesuai dengan yang ada di indikator laju penularan oleh WHO," kata Jokowi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Lagi! Mbak You Tunjukkan Sosok Presiden 2024 Pengganti Jokowi: Ada di Pemerintahan

Geger Lagi! Mbak You Tunjukkan Sosok Presiden 2024 Pengganti Jokowi: Ada di Pemerintahan

Kalbar | Rabu, 30 Juni 2021 | 16:21 WIB

Bali Kena PPKM Darurat, Bagaimana Nasib Pariwisata dan Work From Bali ?

Bali Kena PPKM Darurat, Bagaimana Nasib Pariwisata dan Work From Bali ?

Sulsel | Rabu, 30 Juni 2021 | 15:56 WIB

PPKM Darurat Bakal Diterapkan 44 Kabupaten/Kota di Enam Provinsi

PPKM Darurat Bakal Diterapkan 44 Kabupaten/Kota di Enam Provinsi

Kaltim | Rabu, 30 Juni 2021 | 15:51 WIB

Resmi! Jokowi Bakal Berlakukan PPKM Darurat di 6 Provinsi dan 44 Kabupaten dan Kota

Resmi! Jokowi Bakal Berlakukan PPKM Darurat di 6 Provinsi dan 44 Kabupaten dan Kota

Sumbar | Rabu, 30 Juni 2021 | 16:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:14 WIB

Ibarat Sapu Lidi, Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin Bersatu Jadi Kuat

Ibarat Sapu Lidi, Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin Bersatu Jadi Kuat

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:09 WIB

Prabowo Blak-blakan: Semua Partai Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingannya

Prabowo Blak-blakan: Semua Partai Banyak Patriot, Banyak Juga Bajingannya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:55 WIB

Prabowo Ultimatum Koruptor: Sadar Diri, Hentikan, dan Kembalikan Uang Rakyat!

Prabowo Ultimatum Koruptor: Sadar Diri, Hentikan, dan Kembalikan Uang Rakyat!

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:05 WIB

Meninggal karena Serangan Jantung, Temon Sempat Dilarikan ke RSUD Mampang

Meninggal karena Serangan Jantung, Temon Sempat Dilarikan ke RSUD Mampang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:34 WIB

Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia

Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:11 WIB

×