Array

Curigai Politisi dan Taipan, Bekas Ketua KPK Busyro: TWK Ini Busuk, Menista Pancasila!

Kamis, 01 Juli 2021 | 15:54 WIB
Curigai Politisi dan Taipan, Bekas Ketua KPK Busyro: TWK Ini Busuk, Menista Pancasila!
Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas. [Antara]

Suara.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Busyro Muqoddas mengungkapkan, dugaan upaya penyingkiran 75 pegawai KPK dengan menggunakan embel-embel kebangsaan adalah cara yang busuk. 

“Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ini ternyata terbukti sebagai langkah yang maaf, langkah yang busuk, langkah yang menista Pancasila, langkah yang menista wawasan konsep kebangsaan untuk menyingkirkan 75 orang dan masih belum puas lalu dikristalkan menjadi 51 orang,” tegas Busyro lewat video diskusi daring, Kamis (1/6/2021). 

Dia menganggap, upaya itu dilakukan dengan meminjam kata ‘Kebangsaan,’ yang sebenarnya memakna sangat mulia, namun kini dinodai. 

“Dilakukan apa yang mungkin dikenal dengan TWK,  meminjam kata kebangsaan, seharusnya merujuk kepada empat paragraf pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Di mana kalimat demi kata , dalam hal tersebut sangat mulia sangat otentik, kemanusiaan, keadilan, kebertuhanan, kejujuran, kecerdasan dan  sebagainya,” ucap Busyro. 

Busyro pun meyakini bahwa upaya ini telah dirancang sedemikian rupa oleh kelompok oknum politisi dan oknum yang melakukan penyelewengan atas kekayaan negara. 

“Adalah desain dari kelompok politisi dan kelompok taipan (konglomerat) yang terus merawat permainan dalam kegelapan,” kata dia. 

“Dalam rangka untuk merampok kekayaan negara,  terutama di sektor sumber-sumber daya alam yang selama ini hanya KPK saja, yang berhasil dan selalu berhasil menyelamatkan kekayaan di sektor sumber daya alam. Luar biasa sampai triliunan rupiah."

Laporkan Firli Bahuri Cs 

Seperti diketahui, penonaktifan 75 pegawai KPK menjadi polemik karena diduga mengandung kejanggalan. Persoalan ini pun terus bergulir, usai  penyidik senior KPK, Novel Baswedan bersama sejumlah pegawai yang tidak lolos TWK melaporkan oknum pimpinan KPK ke Komnas HAM. 

Baca Juga: Masih Seputar TWK KPK, Komnas HAM akan Panggil Sejumlah Ahli

"Ada tindakan yang sewenang-wenang dilakukan dengan sedemikian rupa. Efek dari tindakan sewenang-wenang itu banyak pelanggaran HAM," kata penyidik senior KPK Novel Baswedan di Jakarta seperti yang dikutip dari Antara. 

Novel mengatakan terdapat beberapa hal yang disampaikan kepada Komnas HAM di antaranya terkait penyerangan privasi, seksualitas hingga masalah beragama. 

Menurut dia, hal itu sama sekali tidak pantas dilakukan dan sangat berbahaya. Novel meyakini TWK hanya bagian untuk menyingkirkan pegawai yang bekerja dengan baik dan berintegritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI